CICI & CICA

CICI & CICA
bab 9



dengan pakaian kotor twins menemui sang mama yang tengah asik bersama sang papa menonton televisi.


"ma kita sudah bersihkan"ucap cici


risma pun menatap twins yang kotor dari bawah hingga atas "sekarang mandi dan mama akan siapkan makanan untuk kalian"ucap risma


"baik ma"ucap twins berlalu kekamarnya


sampai dikamar nya twins tanpa basa basi mereka membuka pakain nya tanpa rasa malu diantara mereka.


"nyamuk sialan tangan dan kaki gue bentol semua"gerut cica yang di gigiti nyamuk belakang rumah


"ci gue duluan yang mandi"ucap cica mengambil handuk


"gabisa gue dulu,badan gue juga pada gatel"ucap cici seraya mengambil handuknya


"lebih baik mandi bareng saja dari pada gue nunggu lu yang mandi lama bisa bisa jamuran dulu gue"ucap cica berlalu melangkah kekamar mandi diikuti cici


ya,mereka sudah sejak kecil selalu mandi bareng bahkan hingga saat ini pun masih tanpa rasa malu di antara mereka.


selang beberapa menit twins pun selesai dengan ritual mandi nya dan hanya menggunakan tanktop dan celana pendek saja.mereka melangkah pergu dari kamar nya menuju dapur.


"makan yang banyak biar badan kalian cepat gede gak kurus kaya gini"ucap risma asal


"-_-"ekspresi twins


"ada juga noh si cicak ma yang harus banyakin makan karena di rumah ini cuma cicak yang badan nya paling kecil kaya si ali"ledek cici


"halah kecil kecil gini yang penting gue idup"ketus cica sambil mengunyem makan


sementara di kediaman prawira.


genta kala itu tengah membaringkan tubuhnya sambil memejamkan matanya namun tak lama ponsel nya berbunyi menandakan sebuah pesan masuk.dan ia pun langsung mengeceknya.


"nomor tidak di kenal?siapa ini?"gumam genta seraya melihat isi pesan tersebut


"mochii gue cica,gue mau kita ketemu di caffe xxxxx sekarang!gue tunggu"


begitu lah isi pesan nya


"sejak kapan cica ganti nomor?tapi diliat dari pesan nya sih memang seperti cica bicara"gumam genta langsung bersiap siap.


usai menghabiskan makanan nya twins pun kembali kekamar nya untuk sejenak bersantai sambil menonton film drakornya.


"cicakk hp lu dari tadi bunyi mulu tuh berisik"ucap cici kesal karen terganggu


cica pun mengambil ponselnya di nakas dan terlihat lah banyak spam chat dari nomor yang tidak di kenal


"yank aku genta,aku pake nomor baru"


"aku mau kita bertemu di caffe xxxxx sekarang"


"cepat ini sangat penting"


begitulah isi pesan nya


"si mochi ganti nomor baru?bukannya dia baru saja kemarin membeli ponsel baru lengkap kartunya?ah mungkin saja ponsel nya hilang lagi si mochi kan otang nya teledor selalu menghilangkan ponselnya sendiri"gumam cica seraya bersiap siap


sementara di sebuah parkiran caffe xxxxx stefani dan sisi tengah memantau kedatangan genta dan cica hingga tak lama sesuai rencana genta datang lebih dulu dan memasuki caffe yang sepi karen di booking stefani


"si lo cepat kedalam tapi lo jangan sampai ketahuan genta,lo tunggu kabar dari gue baru lo lancarkan aksi akting lo"ucap stefani tersenyum menyeringai


ya,sesuai janji stefani tidak main main ia sekarang bersama sisi tengah merencanakan balas dendam dengan membuat hubungan genta dan cica hancur bahkan putus


sisi pun memasuki caffe menggunakan masker dan duduk.memunggungi genta yang tengah asik menatap ponselnya


"tumben tumbenan si cica ngajak gue ke caffe"ucap genta sambil menyeruput minumanya


sementara di parkiran stefani terus menunggu kedatangan cica yang begitu lama.hingga beberapa menit cica pun datang dengan motor scoopy nya.


stefani pun langsung mengabari sisi yang berada di dalam untuk melancarkan aksinya.


sisi membuka masker nya dan beranjak bangun menghampiri genta


"haii genta"ucap sisi duduk


"ngapain lo duduk di sini pergi lo"ucap genta dingin.


"gue mau bicara sama lo penting"ucap sisi dengan menyentuh tangan genta namun genta langsung menyinhkirkan nya


"cepat katakan!"ucap genta dingin


"gue suka sama lo"ucap sisi


"sayang nya gue gak suka!!gue hanya suka dan cinta dengan cica seorang!"dingin genta


tak lama sisi pun melihat kehadiran cica ia langsung beranjak bangun mendekat genta dan duduk di pangkuan genta dengan tangan yang melingkar di bahu genta lalu ia dengan cepat mencium bibir genta tepat saat cica sudah berada di dalam caffe dan melihatnya


DEG


DEG


genta pun langsung mendorong kasar sisi dari pangkuan nya hingga tersungkur ke lantai


"yank ini gak seperti yang kamu pikirkan"ucap genta ketakutan akan salah paham


plakkk


"brengsek lo mochii"amarah cica menampar genta


"yank aku bisa jelasin aku tidak pernah sekali pun selingkuh darimu yank"ucap genta menggenggam tangan cica


"dasar pembohong sudah jelas jelas gue liat lo berciuman dengan sisi lo mau ngelak lahi hah!!"amarah cica


"ca lo harus tau yang sebenar nya kalo gue dan genta sudah lama kita pacaran"ucap sisi dengan akting sendu


"brengsekk jangan berbicara bohong gue sama lo gak pernah punya hubungan apa apa!"marah genta menatap tajam sisi


"ca kamu harus percaya denganku dia berbohong aku tidak pernah menyelingkuhi mu kamj harus percaya"ucap genta menatap lekat cica


"kau bohong!!dari kalian berciuman saja sudah membuktikan padaku kau selingkuh mochii!!!"ucap cica lagi lagi menampar genta


"gak ca aku gak selingkuh"ucap genta memeluk cica dengan erat namun cica langsung mendorongnya


"mulai sekarang kita putus dan tak ada lagi hubungan apa apa!!"tegas cica dengan dingin ia ingin berlalu pergi meninggalkan caffe namun audah dulu di tangan nya di cekal genta


"cica aku gak mau putus aku hanya mencintaimu"tolak genta


"lepasin brengsek!"ronta cica berlalu pergi setelah genta melepas tangan nya


"lo pasti menjebak gue kan!!"amarah genta


"ya kita menjebak lo hahhaa"ucap stefani yang tiba tiba muncul


"itu balasan buat lo yang pernah menampar gue!"ucap stefani dengan senyum liciknya


"brengsekk kalian lihat saja pembalasan gue"dingin genta berlalu pergi meninggalkan caffe mengejar cica yang sudah dulu meninggalkan caffe


sementara di kediaman kusuma . . .


cici yang kala itu sedang bersantai seketika teringat hal tentang menerima perjodohan itu.ia pun segera menemui sang mama dan papa yang tengah berada di lantai bawah


"ma pa cici mau berbicara sesuatu"ucap cici seraya duduk bersama risma dan dinanto


"bicara apa ci?"tanya dinanto


"cici sudah memutuskan,cici yang akan menerima perjodohan itu"ucap cici dengan tenang


"kamu serius ci mau?mama seneng banget akhirnya kamu mau"ucap risma bahagia.


"tidak ci! biar gue aja yang terima perjodohan itu"ucap cica yang tiba tiba datang.


"lahh kenapa bukannya elo yang mau gue nerima perjodohan itu"ucap cici heran pada sang adik


"nanti gue jelasin.pokonya ma pa cica yang menerima perjodohan ini bukan cici"jelas cica menarik cici untuk kembali kekamar


sampai dikamar cici merasa sangat bingung dengan sang adik"ci jelasin ama gue kenapa lo yang nerima tuh perjodohan?kan lo udah punya si mochi"tanya cici menatap lekat cica


seketika cica pun memeluk cici dan terisak menangis.sehingga membuat cici semakin bingung


"ca lo kenapa nangis"ucap cici dengan khawatir


"ci genta jahat ama gue,dia selingkuhin gue"ucap cica terisak menangis dan membuat cici terkejut


"lo serius ca si mochii selingkuh?"tanya cici tak percaya


"gue liat pake mata gue sendiri ci,si mochi dan sisi berciuman di caffe dan sisi bilang kalo mereka sudah berpacaran sejak lama.hiksssss hiksss"tangis cica


"sisi?sisi cs nya stefani?"tanya cici diangguki cica


"kurang ajar!si mochi berani selingkuhin adek gue"amarah cici tak terima


"ci gue mau tepatin janji gue yang lo katakan perjanjian waktu itu"ucap cica masih terisak menangis


" ca tapi gue kasih perjanjian itu cuma bohongan saja ca,agar si mochi gak sakiti hati lu"ucap cici lembut


"gak papa ci udah biar gue aja yang nerima perjodohan itu"ucap cica


"lo yakin ca,lo ga pikir pikir dulu"ucap cici


"gue yakin ci"ucap cica


"baiklah"ucap cici mengelap air mata sang adik