
malam hari tiba masih di kediaman kusuma mereka tengah duduk bersama menunggu makan malam bersama.masing masing diantara mereka sibuk mengobrol dan bermain ponsel.hingga tak lama terdengar lah suara nyaring bocah di luar sambil mengetuk pintu siapa lagi kalau bukan si ali yang ingin mengantarkan pesanan sate kambing.
"assalamualaikum tante risma"teriak ali tak sabaran
risma yang berada di dapur pun langsung menghampiri pintu dan membukanya
"waalaikumsalam ali"ucap risma
"ini tante pesanan sate kambing nya"ucap ali menyerahkan sate itu dan risma pun membayarnya
"makasih ya li kalau gitu ayo ali masuk ikut makan bersama.ali belum makan kan"tawar risma dengan senang hati ali pun menyetujuinya.
sampai di meja makan mereka yang berada di meja makan pun menatap ali dan ali pun menatap mereka namun alangkah terkejut dan kesal nya saat melihat genta.
"lo inikan kakak yang kasih aku balon kenikmatan"ucap ali menghampiri genta
"balon kenikmatan?"ucap risma dan cici mengernyitkan dahinya sementara dinanto hanya terdiam karena dia tahu.
"iya karena kakak ini ali dimarahin bapak ibu dan suruh membuang nya"ucap ali membentar lengan genta namun genta tak merasakan sakit
"lagian lo palak palak suami gue.dasar kampret"ucap cica mencubit gemas pipi ali
"dasar aja kakak ini nya pelit sama ali"ketus ali seraya duduk
"eh kampret kalau gue punya duit juga gue kasih lu duaribu"ucap genta
"sudah sudah sekarang kita makan"ujar dinanto.
mereka pun menyantap makan malam dengan tenang hingga beberapa menit usai mereka telah usai makan malam dan ali pun berpamit untuk pulang.
"yank kekamar yu"bisik genta dengan tangan yang di bawah terus mengelus elus paha mulus cica
"nanti mas"ucap cica
"ishh yank ayo gehh"rengek genta
"ca si mochi kenapa itu"tanya cici yang sedari tadi memperhatikan cica dan genta,namun tak mendengarnya
"biasa lah minta di kerok dia masuk angin"ucap cica berbohong
"kalau gitu kamu kerokkan suami kamu"ujar risma
"ayo yank"ucap genta dengan semangat langsung menggendong cica dan menaiki tangganya menuju kamar mereka.
sampai di kamar genta mengunci pintunya dan merebahkan sang istri di kasur dan ia pun berlalu kekamar mandi untuk memasang si jeck.
selang beberapa menit genta pun keluar dengan tak memakai sehelai benang pun hanya si jeck saja yang terbungkus oleh balon kenikmatan.
glekkk
cica berusaha menelan salivanya namun saat yang meneganggkan berubah menjadi tawa saat menatap si jeck genta yang terbungkus.
hahahahaha
"i-tu si jeck gak kepanasan di bungkus hahahaha"tawa cica terbahak bahak.
"si jeck masuk angin mas hahahahaa"tawa cica tak henti
"emang kamu mau mas buka pengaman nya trus kamu hamil mau"ucap genta menghampiri sang istri yang tertawa terbahak bahak
"hahaha jangan dong mas jangan di buka.aku lebih suka jeck si sarungin liat nya gemes hahahaha"tawa cica lagi
"-_- ketawa terossss kesal genta tanpa meminta persetujuan ia langsung melucuti pakaian cica.hingga tak tersisa dan terlihatlah tubuh mungil nan mulus cica
glekk
genta berusa menelan salivanya dan kini si jeck mulai mengeras dan menegang merengek ingin masuk ke goa nya.
"iya sayang aku sudah tak tahan menunggu hal ini"ucap genta yang memulai aksinya dengan mencium dan mlmt leher jenjang cica dan berpindah ke bagian dada.
genta yang bergairah pun terus menyalurkan hasrat nya memainkan dan mlmt pitng pydr cica dengan rakus.sehingga suara desahan pun lolos keluar dari mulut simungil cica
sementara di kamar sebelah cici tengah berguling guling sambil memainkan ponsel nya melihat lihat instagram seorang pria tampan yang kini menjadi idola nya.
"anjirrr masih muda sudah menjadi pengusaha udahlagi ganteng pula"
"gak kebayang gue kalo nikah sama nih tuan brave"halu cici
cici pun terus melihat lihat foto brave yang kini resmi menjadi idolanya.
"njir njir ternyata tuan brave anak nya sultan terkaya nomor satu"ucap cici tak percaya saat melihat keterangan dalam foto brave
"berarti si kampret dave anak sultan urutan bawah dong bukan yang pertama"ucap cici merasa senang karena bukan dave anak sultan pertama
"ahhh gue pengen banget ketemu tuan brave terus minta foto"cici terus memandang foto brave
"semoga dia jomblo terus ketemu gue,demen ama gue trus nikahin gue"halu cici sambil membayangkan
lainhal nya di kamar sebelahnya yang tengah asik dengan olahraga malam nya
"yank mas mulai yang lebih intim ya"ucap genta diangguki cica namun saat ingin menyatukan si jeck cica sudah dulu menahan nya
"mas sakit gak?"tanya cica polos
"sakitnya cuma di awal doang yank"ucap genta dengan perlahan ingin memasukan si jeck namun belum juga gol tapi sudah dulu cica teriak
"aaaaaa keperawanan ku hilang"teriak cica menutup wajahnya dengan kedua tangan nya
"heyy belum kampret"kesal genta karena selalu saja ke sela
"oh aku kira sudah"ucap cica cengengesan
tanpa berkata lagi genta pun langsung memasukan si jeck dengan perlahan tapi pasti dan memulai aksi maju mundur nya
"anjirrrr sakittt mas moccccc!!!"ucap cica meremas seperei
seketika desahan kencang pun lolos dari mulut cica yang kessakitan namun menikmatinya.
"njirrrr desahan siapa itu"ucap cici yang tengah asik bermain ponsel nya seketika mendengar desahan.
"suaranya dari kamar si cicak dan mochi"ucap cica menguping lewat dinding
"busettt memang benar suaranya dari kamar si cicak mochi lagi ngapain mereka ampe mendesah gitu"penasaran cici namun apalah daya tak dapat apa apa,mau mengintip pun tak tau lewat mana.mau tanya pun itu gak mungkin.
cici pun melanjutkan bermain ponsel nya namun semakin lama membuat nya kesal karena suara desahan itu semakin kencang terdengar di telinga nya.cici pun beranjak bangun daei kasur nya dan langsung berteriak
"woyyyyy!!!!!cicaakkkkk!!!!! mochiiiii!!!!!! bisa gak suara desahan lo pada di kecilin!!!lo pikir kamar lo kedap suara apa!!!!"teriak cici kesal
"bodo amat!!! serah gue dongg!!!!"saut genta
"dasar kampret lo pada awas ya besok gue pites lu berdua kaya kutu"kesal cici langsung mengambil headseat nya dan memakainya lalu kembali merebahkan tubuhnya di kasur
"emang kampret tuh si mochi ama si cicakkk mendesah kenceng banget bikin gue iri aja"gerut cici seraya mengencangkan volume musik nya.
"tau ah mending gue tidur mimpiin tuan brave anggap saja itu suara gue ama tuan brave lagi?lagi apaya?ah sudahlah lagi kaya si mochi and cici yang ntah lagi ngapain itu"ucap cici memejamkan matanya. sambil tertawa kecil
sementara di kamar sebelah masih setia dengan terus menyaluri kenikmatan haxixi yang membuat kedua insan terus mendesah tak henti hingga beberapa jam lamanya genta pun mengakhiri nya dan membuka bungkus si jeck yang sudah di penuhi benihnya dan genta pun membuang nya di kamar mandi.
sementara cica ia tertidur pulas karena genta membuatnya sangat kelelahan.
"terima kasih sayang kau telah menjaganya untukku"ucap genta menatap wajah cantik sang istri yang tertidur pulas lalu ia tersenyum saat melihat noda darah di seprei.
genta pun ikut membaringkan tubuh polos nya di samping sang istri dan menarik pelan sang istri untuk tidur dalam pelukannya.hingga beberapa menit genta pun tertidur pulas.