
keesokan hari nya masih di kediaman kusuma.mereka tengah berkumpul untuk sarapan pagi bersama.hanya saja si cici yang belum terlihat batang hidung nya.sehingga membuat mereka kecuali marisa merasa heran karena cici tak juga datang padahal brave sedari tadi sudah ada
"kak brave dimana cici?"tanya cica
"cici sawan padaku gara gara kau cica yang membodohi istriku"ketus brave sehingga membuat cica tertawa
"cici saja yang mudah mempercayai kata kataku"tawa cica
"sudah lebih baik kita makan saja dahulu nanti mama akan bicara pada cici"ujar risma.
mereka pun menyantap sarapan pagi dengan nikmat dan tenang sementara di kamar tamu cici terus meronta ronta karena cacing di perutnya minta diisi.
"duhh gue laper bangettt dahh sumpahh"ucap cici guling guling di kasur
"jadi serba salah pengen ikut bergabung tapi aku takut karena ada brave.tapi jika tidak aku akan kelaparan terus.aaaaaaa"kesal cici meronta ronta memegang perutnya.
tak lama risma pun datang membawa sepiring makanan sehingga membuat cici dengan cepat mengambil alih dan langsung memakannya.
"terimakasih ma"ucap cici di sela makannya
"makan pelan pelan jangan terburu buru"ujar risma menggelengkan kepalanya melihat putri pertama nya makan dengan sangat rakus.
selang beberapa menit cici pun usai menghabiskan makanan nya dan memberikan kembali piring itu pada sang mama.
"ah iya mama ingin memberi twhumu jika mertua mu sudah pamit pulang tadi dan memberi mu ini"ucap risma memberikan kalung pada cici
"wahhh bagus sekali"ucap cici terpukau dan langsung mengenakannya
"sekarang mama mau tanya kenapa kamu tak mau tidur bersama brave"tanya sang mama tercinta
"aku takut ma pada brave yang meminta melakukan itu di malam pertama"jawab cici membuat risma menepuk jidatnya
"baiklah sekarang mama akan memberi mu pengertian menjadi istri solehah-"ucap risma langsung memberi pengertian pada sang putri pertama nya dengan lembut memberi tahu semua tugas dan kewajiban seorang istri.pada cici sehingga membuat cici perlahan mengangguk mengerti.
"jadi kalau cici tidak nurut sama suami cici.cici bakal dosa.apa cici mau dosa"tanya risma
"cici gak mau dosa ma"jawab cici yang kini sudah mengerti
"bagus!kalau gitu cici temui suami cici kasian dia tadi mama lihat sepertinya tak bersemangat saat sarapan"ucap risma membuat cici merasa bersalah pada sang suaminya
"baiklah ma kalau gitu cici akan temui brave dan cici mau jadi istri yang solehah nurut dan patuh pada suami"ucap cici yang kini rasa takutnya perlahan hilang
cici bersama risma pun keluar dari kamar tamu itu dan masing masing masuk dalam kamar nya.
dengan perasaan dagdigdug cici perlahan membuaka pintu dan terlihat lah sang suami yang tengah berdiri melamun di balkon.cicipun memghampiri nya dan memeluknya dari belakang dengan erat.sehingga membuat brave terkejut sekaligus senang karena istrinya tak menghindarinya.
"brave maafkan aku soal malam tadi.saat itu aku benar benar takut melakukan"ucap cici dengan rasa bersalah
"dan sekarang aku sudah tak takut lagi karena mama sudah memberi tahuku segalanya menjadi seorang istri.dan aku ingin menjadi istri yang solehah nurut dan patuh pada suami"ucap cici membuat brave tersimpul senyum.
"brave kau memaafkanku kan?"tanya cici yang kini beralih memeluk brave dari depan dan menatap lekat brave.
brave pun hanya diam karena ia tengah menahan hasrat nya yang sialnya tiba tiba muncul saat cici bersamanya.namun apalah daya jika ia memintanya ia takut istrinya menghindarinya lagi
"brave jawab aku"ucap cici
"iya sayang aku sudah memaafkanmu dan yang semalam tadi sudahlah lupakan"ucap brave tersenyum kikuk
dan dengan cepat cici pun langsung mencium bibir brave dengan lembut sehingga membuat brave tak membiarkan kesempatan ini brave pun membalas nya dengan lembut dan bergairah.
hingga beberapa menit cici pun mengakhirinya.
"brave ayo kita lanjut di ranjang"ucap cici dengan nada sensual sehingga membuat brave lagi lagi tak menyangka karena sang istri dahulu yang meminta
"ayo sayang dengan senang hati"ucap brave dengan hasrat yang memuncak ia langsung menutup pintu balkon dan menggendong cici membawanya ke ranjang.
"sayang apa kau yakin kita melakukan itu?apa kau tak takut lagi?"tanya brave memastikan
"aku yakin dan aku sudah tidak takut"ucap cici yang sebenarnya masih ada rasa takut namun ia berusaha untuk tidak takut lagi.
"baiklah kalau gitu aku kekamar mandi dulu aku ingin menggunakan pengaman"ucap brave melangkah kekamar mandi.
cici pun melucuti pakaian nya sendiri hingga tak menyisahkan sehelai benang pun dan ia pun menutup nya denga selimut sambil menunggu sang suami
"huhhh aku harus siap.cici kau tak boleh takut"batin cici seraya memainkan ponselnya
tak lama brave pun keluar dari kamar mandi dan tak memakai sehelai benang pun hanya adik kecilnya sajalah yang terbungkus balon kenikmatan dari genta.
si empu yang namanya di panggilpun langsung menengok dan menyimpan ponselnya kembali
glekkk
cici berusaha menelan salivanya"ayo cici jangan takutt"batin cici
"ayo sayang sini"ucap cici dengan nada sensual dan membuka selimutnya
glekkkk
brave berusaha meneguk salivanya saat melihat tubuh polos istrinya sehingga membuat dirinya lamgsung menindihinya.
"ayo kita mulai"ucap cici manja.
dengan hasrat yang terus memuncak btave pun langsung mencium dan mlmt bbr cici dengan rakus dan tak lupa dengan tangan nya yang terus bermain di tempat favorit nya.hingga beberapa lamanya brave beralih pada leher mulus cici.ia pun mlmtnya hingga memberikan stempel kepemilikannya.setelah puas brave beralih lagi memainkan dan mlmt ****** pydr cici dengan sangat takus sehingga desahan desahan terus keluar dari mulut sang istri tercinta dan membuatnya terus bergairah.
"sayang kita yang lebih intim ya"uca brave dengan hasrat yang sudah tak bisa di tahan lagi.cici pun mengangguk iya.
dan dengan perlahan tapi pasti brave pum memasukkan adik kecilnya pada v cici sehingga membuat cici mendesah sekaligus merasakan sakit saat brave memulai akdi maju mundurnya
"aah brave sakitt"ucap cici sambil mendesah
"tenang ya sayang ini cuma di awal saja"ucap brave terus memaju mundurkan pinggang nya berusaha menembus masuk karena v milik cic sangat kecil sehingga membuat brave terus dan terus dengan aksinya
desahan dan desahan terdengar sangat indah di kamar pengantin baru yang tengah melakukan yang seharus nya mereka lakukan.desahan sang istri membuat sang suami terus bergairah dan semangat menyalurkan hasratnya yang sejak semalam ia tahan.
"ahhhh mantap"desah cici tanpa sadar mengatakan kalimat mantap sehingga membuat brave tertaea kecil sambil melakukan
"aku akan membuatmu puas sayang"ucap brave terus membuat cici mendesah tak henti
"ahhhh"desah cici
"anjirrr suara apa itu"ucap seseorang yang berada di kamar sebelah.siapa lagi jika bukan grnta yang tengah berbaring dikasur dengan paha sang istri yang menjadi bantalnya
"ini sih suara desahan kamar sebelah si pangantin kampret"ucap cica yang juga iku mendengarnya
"busettt masih pagi udah olahraga panas"ucap cica saat mendengar desahan cici semakin kencang
"yank aku mau seperti mereka"rengek manja genta
"gabisa mas aku kan sedang datang bulan"ucap cica
"lama bengett sihh kenapa gak sehari saja datang bulannya"kesal genta
"mana aku tahu memang seharus nya seperti itu minimal seminggu"ucap cica.
"aku tersiksa yank,si jeck terus saja menginginkan keluar dari persembunyian nya"rengek genta
"tau ahh apa daya ku"ucap cica beranjak bangun dari kasur dan membereskan kamarnya yang berantakkan.
"yankkk"rengek genta meronta ronta tak jelas.namun cica tak memperdulikan nya ia masih fokus membereskan kamarnya.
kembali ke kamar sebelah
setelah lama nya berjam jam dari pagi hingga siang hari. brave mengakhiri olahraga panas nya setelah mencapai puncak kenikmatan yang haxixi.
"ahhhh"desah brave mengeluarkan benihnya pada balon kenikmatan itu.
brave pun langsung membukanya dan membuang nya di kamar mandi setelah menghampiri sang istri
"terima kasih sayang kau telah menjaganya untukku"ucap brave tersenyum saat melihat noda darah di seprei dan ia pun mencium kening sang istri dengan lembut
"samsama my beloved darling"ucap cici
brave pun ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri seraya memeluknya.
"akhirnya aku dapat menyentuh dan menyalurkan hasratku pada istri ku tercinta"batin brave tak henti menciumi kepala sang istri yang dalam pelukannya
...----------------...
...----------------...
Yokksss para riders sambil menunggu "CICI & CICA" up lagi.kalian lanjut baca gih karya ke2 author judulnya "KESAYANGAN KAKEK SMITH"cerita nya seru dan membuat para riders greget dan baper karena penuh action dan romantis
Lebih mudah nya kalian cek profil author ya supaya lebih mudah menemukan novel "KESAYANGAN KAKEK SMITH"