
sampai di ruang tamu genta di persilahkan duduk dan di sajikan dengan banyak cemilan dan taklupa juga dengan minuman.
"anjir gue serasa raja di sini"batin genta menatap banyak cemilan
"ayo genta dimakan"ucap dinanto ramah
"iya om terimakasih"ucap genta sopan dan malu malu sehingga membuat twins melihat nya seakan bukan genta yang bar bar
"ciahhh si mochi beda banget ci liat deh sok malu malu kocheng"ucap cica pada cici yang tengah berada di dapur tengah mencuci buah buahan dan juga sambil menatap genta dan dinanto,risma yang tengah mengobrol
"biasanya juga si mochi malu maluin"ucap cici usai membersihkan buah buahan dan menghampiri sang mama begitupun dengan cici
"yank dimakan kue nya itu buatan gue lo"ucap cici seraya duduk disamping genta
"iya ca"ucap genta sok malu malu
"gausah malu malu mochii lo kalau laper makan aja gausah malu anggap aja kaya rumah lo"ucap cici membuat dinanto menggelengkan kepalanya
"iya moc santai aja,seperti della dan putri kemarin juga mereka kesini menghabis kan satu toples nastar"ucap cici membuat genta terkejut
"busett itu perut atau gentong"ucap genta
"nak genta santai aja ya dengan tante dan om kita baik ko"ucap risma
"iya tante om"ucap genta
lainhal nya di tempat lain stefani bersama sisi sedang berada di sebuah caffe untuk membicarakan rencananya yang ingin membalas kan dendam nya yang tak terima mendapat tamparan tadi di sekolah.
"lalu bagaimana rencana kita stef"tanya sisi
"gue mau lo berpura pura menyukai genta dan lo buat hubungan genta dan cica hancur setelah itu kita balas si cici"ucap stifani tersenyum menyeringai
"tapi sulit banget stef mendekati genta"ucap sisi
stefani pun membisikan sesuatu pada sisi sehingga membuat sisi ikut tersenyum
"bagaimana si mantepkan ide gue"ucap stef tersenyum
"ini sih sangat luar biasa dan cepat membuat hubungan cica dan genta hancur"ucap sisi seraya menyeruput es jeruknya
"twins mama sama papa mau pergi kalian baik baik ya di rumah"ucap risma menggandeng sang suami
"iya ma,mama papa hati hati"ucap cici
risma dan dinanto pun berlalu pergi dari kediamannya sehingga membuat genta bernapas lega
"kenapa lo?"tanya cica menatap genta
"gaga papa yank aku cuma lega aja mama papa kamu udah pergi jadinya aku bisa santai tanpa malu"ucap genta seraya memakan kue yangbsedari tadi di sediakan untuknya
"yank aku lapar tolong buatkan aku makanan ya"ucap genta manja
"idih tadi saja lo diem aja sekarang lo berani yaa bicara minta makan jangan mau ca membuatkan si mochi makanan"ucap cici melempar cemilan nya pada genta
"yaelah lo gitu amat sih ama calon adik ipar"ucap genta kembali melempar cemilan itu
"sudahlah ci kasian si mochi belum makan seminggu"ucap cica berlalu pergi
selang beberapa menit cica pun datang membawakan makanan untuk sang kekasih
"nihh makan"ucap cica memberikan makanan itu pada genta
"dimana cici moc?"tanya cica
"ntahlah tadi aku lihat dia naik ke atas"ucap genta
cica pun hanya ber oh ria
sementara di sebuah restauran risma dan dinanto sedang membicarakan soal perjodohan anak nya dengan anak sahabatnya.
"baiklah aku sangat senang akhirnya kita dapat menjodohkan anak kita"ucap risma dengan sahabatnya
"akupun sama ris aku sangat bahagia jika anak kita menikah"ucap sahabat risma
"aku tak sabar menunggu kita menjadi besanan"ucap risma sambil tertawa
"dan kita akan meraeat cucu cucu kita bersama hahaha"ucap sahabat risma juga tertawa
sementara di kediaman kusuma . . .
genta usai menghabiskan makanan nya dan menghampirisang kekasih yang tengah mencuci piring didapur
"yank boleh aku bantu"ucap genta memeluk cica dari belakang
"oh memang bantu gini ya meluk meluk dari belakang"ketus cica memukul tangan genta yang menggerayang di tubuhnya
"hehehe kau sangat cantik yank"ucap genta mencium pipi kanan cica
"muji muji gue pasti lo ada maunya"ucap cica yang kini usai mencuci piring
tanpa berkata genta pun langsung mencium bibir cica dengan rakus sehingga membuat cica terkejut namun menikmatinya
"emmm"erang cica membalas
tak lama cici pun datang dan terkejut melihat tontonan dewasa
"cicakkkkkkk!!!!!!!mochiiiiiiii!!!!!"teriak cici
"omayygaatttt mata gue ternodaii!!"ucap cici menutup matanya dengan yangannya namun jarinya terbuka
"mentang mentang gak ada mama papa mulai berani ya cium ciuman disini"ucap cici menghampiri pasangan kekasih itu
"lo lagi maen nyosor aja ama adik gue"ucap cici menjewer telinga genta
"aduhhhh ciii ampun ampunn"ucap genta kesakitan tak lama cici pun melepasnya
"halah lo juga pernah kan sama mantan mantan lo ciuman"ucap genta memegangi telinganya yang memerah
"gue emang pernah tapi gak disini juga kalii"ketus cici
"yaudahlah ci terserah kita dong mau dimana aja"ucap cica
"nah betul tuh"ucap genta membela cica
"ayo moc kita lanjut di dekat kolam renang saja"ucap cica malah terbawa suasana
"ayo yank,males disini ada pengganggu"ucap genta menjulurkan lidahnya pada cici san berlalu pergi mengejar cica
"dasar cicakk mochiii kamprettt! gada akhlak luu!"teriak cici