
perusahaan 'ranendra'
kedatangan brave di sambut ramah oleh para karyawan.dan brave membuat para kaum hawa begitu sangat terpukau dengan ketampanan nya.bahkan ada salah satu diantara kaum hawa yang ingin memiliki brave namun apalah dayanya.brave terkenal dengan sikap dingin dan acuh nya sehingga para wanita percuma saja mengejarnya.
dan untuk status brave yang sudah menikah.para karyawan pun belum mengetahui nya begitupun para media yang selali meliputnya.ia tak ingin membuat sang istri terganggu sekolahnya hanya karena media yang meliputnya sebagai istri pengusaha muda terkaya nomor 1
"sudah berusaha aku berpakaian seksi dan berdandan cantik seperti ini.tapi tuan brave tak sama sekali melirik ku"batin karyawan yang menyukai brave bernama risa
dengan cool brave melangkah ke lift bersama andrian yang di belakang nya.tak lama ia pun telah sampai di ruangan khusus ceo.
"bagaimana keadaan kantor saat aku tak ada"tanya brave dingin seraya duduk di kursi kebesarannya.
"keadaan kantor aman aman saja tuan,hanya saja kemarin ada dua karyawan wanita bertengkar di jam kerja"ucap andrian.
"siapa dua wanita itu?"tanya brave
"risa dengan wiwi yang bagian resepsionist"ucap andrian
"berikan risa surat peringatan terakhir dan katakan saja jika masih membuat kegaduhan di kantorku.aku yang akan langsung memecatnya"ucap brave dingin yang mulai jengah dan muak dengan sikap risa.dan ia juga sebenanya mengetahui jika risa tengah berusaha menggodanya namun ia selalu mengacuhkannya.
"hanya risa tuan?wiwi?"tanya andrian
"aku sudah pasti jika pertengkaran ini yang memulai dahulu adalah risa"ucap brave dingin
" baik tuan,saya permisi"ucap andrian berlalu pergi dari ruangan ceo
setelah andrian pergi dari tuangan nya brave pun memulai pekerjaannya dengan mengecek dan menandatangani tumpukan dokumen laporan.
"huh!baru saja beberapa menit tapi aku sudah merindukannya"batin brave memikirkan sang istri.
selang beberapa menit jam istrirahat pun berbunyi tak ingin kekantin cici and the genk pun bersantai di taman sambil mengemil makanan ringan yang cici bawa dari rumah.
"mochi tolong beliin gue minum dong"ujar cici
"idih ogah banget beli sendiri"ucap genta sambil mengunyem
"yaelah lu udah gue kasih makanan juga masih aja lu pelit banget ama gue cuma beli minuman doang"kesal cici
"yank.aku juga beliin dong minuman seret nii tenggorokanku"ucap cica membuat genta tak berani menolak.jika saja menolak maka tidak ada kesejahteraan bagi si jeck.
"baiklah"ucap genta tak berani berkutik
"sekalian gue juga"ucap cici
"mochii gue juga"ucap della dan putri
"ya ya ya"pasrah genta
genta bersama dua fuckboy pun berlalu pergi kekantin membeli banyak minuman.
"ah iya gue lupa untuk chat si tampan brave"ucap cici merogoh ponselnya dan mengirimnya pesan.
"sayang jangan lupa makan siang. I ♡ U"pesan terkirim
tak lama brave pun dengan cepat membalas nya sehingga membuat cici senyum senyum
"*kamu juga jangan lupa makan siang. I♡U sayang aku merindukan mu"balas brave
"beberapa jam saja sudah membuatku begitu tersiksa menhan rindu apalagi sebulan,aku bisa prustasi dan stres sayang ♡"balas brave membuat cici tertawa
"hahahaha kau bisa saja......ah iya brave sayang pulang sekolah aku ingin bermain kekantor mu boleh?"balas cici
"sangat boleh sayang.aku kan menjemputmu"balas brave
"tidak usah brave sayang aku naik kendaraan umum saja.kau pasti tengah sibukk disana"balas cici
"aku tidak mengizinkan mu menaiki kendaraan umum sayang.biarkan andrian saja yang menjemput mu"balas brave
"oke baiklah suamiku aku tunggu aku datang♡♡♡♡"balas cici
"semangat belajarnya cintaku♡♡♡♡♡"balas brave
"semangat kerjanya suami cici tercinta anak nya papa hery dan mama marisa♡♡♡"balas cici membuat brave yang dikantor senyum senyum
selang beberapa menit cici pun mengakhiri percakapan bersama sang suami.seketika ia pun menatap della dan putri yang tengah menatap serius dirinya.
"ehh kampret lo kenapa liatin gue kayak gitu"tanya cici ketus
"ci gue iri jadi pengen punya suami kayak lo"ucap della
"iya ci gue juga pengen banget nikah dapet laki kayak lu ,udah ganteng,sultan pula"ucap putra
"yang kayak laki gue cuma ada satu stok terakhir didunia ini dan cuma gue yang punya"ucap cici.
"yaelah lo pikir laki lo barang"jengah della
taklama genta rendy rifky pun datang membawa minuman dan makanan ringan.mereka pun menyerahkan pesanan ciwi ciwi itu.
"emang baik bener dahh si mochi"ujar putri
"diem lu gue nurut juga demi istriku gue dan kesejahteraan si jeck"ucap genta membuat putri della dan dua fuckboy tak mengerti hanya twins saja yang mengerti dari perkataan genta
"yaelah yang di pikiran mulu si jeck kampret aja.gak loyo tuh si jeck"ucap cici sambil menyeruput minumannya
"ya enggak lah jeck gue mah perkasa .iya gak yank"ucap genta melirik sang istri
"tau ah"jengah cica
sementara di di kantor setelah membalas pesan sang istri.brave pun masih setia dengan senyum yang terukir di bibirnya mengingat kelucuan dan keromantisan sang istri padanya.
"kau sangat menggemaskan"batin brave senyum senyum tak jelas
tok
tok
tok
brave pun kembali bersikap dingin saat ada yang mengetuk pintu nya siapa lagi kalau bukan risa yang selalu saja mencari perhatiannya.
"tadi saja senyum senyum sekarang giliran aku datang berubah jadi dingin"batin kesal risa