CICI & CICA

CICI & CICA
bab 23



malam hari tiba di kediaman kusuma tengah asik mengobrol di ruang utama bersama kedua orang tua brave yag kini bermalam di kediaman kusuma.


"brave cici mama mau tanya sengan kalian.kalian ingin tinggal di sini saja atau dengan mama papa?"tanya marisa dengan lembut


"hmm aku gimana cici saja"ucap brave


"cici gimana?"tanya marisa


"aku gimana brave saja ma"ucap cici malah menjawab aeperti brave


"haiss lalu yang bener yang mana"jengah marisa


"kalo cici di sini saja ma karena rumah ini dekat dengan sekolah cici"ucap cici dengan sopan


"tapi jika cici lulus cici dan brave akan tinggal bersama mama dan papa"lanjut cici


"oke baiklah kalau gitu kalian istirahatlah ini sudah larut malam"ujar marisa


"brave inget jangan bikin cucu dulu buat mama karena cici masih sekolah"bisik marisa


"iya ma tenang saja"ucap brave.


mereka pun masing masing kekamarnya untuk beristirahat.


dikamar pengantin


kecanggungan pun terjadi pada diri cici yang mengingat perkataan sang adik terngiang di otak nya


sementara brave kini tengah sibuk dengan laptop nya


"kata cica gue harus tidur duluan"gumam cici langsung membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya


seketika ia melupakan sesuatu dan kembali membuka matanya


"kata cica gue harus pakai baju dobel tiga"gumam cici beranjak bangun dari kasurnya dan mengambil 3 bajunya di lemari dan memakainya di kamar mandi


sementara brave seketika ia teringat dengan pemberian genta.ia pun mengambil celana kotor nya dan merogoh sakunya.


"apa ini"gumam brave saat melihat dua bungkusan


brave pun membacanya dan seketika ia pun tersenyum.


"genta memang sangat pengertian padaku"ucap brave langsung menutup laptopnya dan membuka seluruh pakaian nya hanya menyisahkan bxsr saja


tak lama cici pun keluar dari kamar mandi dan melihat sang suami yang menatap mesum dirinya


seketika cici pun bergidik ngeri dan berusaha tenang untuk kembali ke ranjangnya


brave pun menghampiri sang istri namun hal tak terduga cici menghindarinya


"mau apa kamu!"ucap cici mengindar dan menutupi tubuhnya dengan selimut


"masa kamu lupa ini malam pertama kita loh"ucap brave membuat cici berusaha meneguk salivanya


"trus kamu mau apain aku"ucap cici polos


"kita melakukan malam pertama sayang"ucap brave yang kini hasratnya mulai memuncak


"tidak tidak aku tidak mau,cica bilang malam pertama itu sakit dan cica bilang kau takan membiarkanku tidur hingga pagi menjelang pagi"ucap cici masih setia menutup tubuhnya dengan selimut


"kamu itu di bodohi oleh cica.mana mungkin aku tega tak membiarkan mu tidur sayang"ucap brave menggelengkan kepalanya


"kampret emang cicakk udah nakut nakutin gue trus bikin gue sawan lagi"kesal cici pada sang adik


"yasudah sini jangan berjauh dari ku" ucap brave


"brave aku takut hamil.akukan masih sekolah"ucap cici


"tenang saja sayang aku pakai pengaman dari genta ko"ucap brave


"dari genta?apaan itu?"tanya cici


brave pun menunjuk kan balon kenikmatan itu pada sang istri


cici pun berusaha meneguk salivanya.


brave pun tanpa berkata lagi ia langsung membuka bxsr nyq di depan cici dan sontak membuat cici menutup matanya dengan tangannya


"aaaaa mataku ternodaiii"ucap cici


"yaelah sayang aku ini suamimu jadi tak perlu menutup matamu"ucap brave yang kini sudah memakaikan adik kecilnya dengan balon kenikmatan itu.


perlahan tapi pasti cici pun membuka matanya dan alangkah terkejutnya melihat adik kecil brave yang begitu besar.


cici pun berusaha meneguk salivanya sampai ia menyilangkan tangannya pada dadanya


brave pun mendekat sang istri yang mungkin bisa di bilqng ketakutan karena terlihat keringat di keningnya


perlahan tapi pasti brave melucuti pakaian sang istri namun lagi lagi hal tak terduga


"sayang kamu pakai baju berapa lapis??"ucap brave menggelengkan kepalanya


"aku di suruh cica pake baju dobel tiga"ucap cici


kini tinggalah pakaian terakhir.namun belum juga brave membukanya cici sudah mencegahnya dan menatap adik kecil brave yang begitu jelas di hadapannya


"aku gabisa aku takuttt"ucap cici bergidik ngeri


"sudah jangan takut sayang"ucap brave berusaha membuka pakaian cici yang masih di pertahankan cici


"nggak brave"ucap cici ketakutan


"ayolah sayang"ucap brave terus berusaha


"nggakkkk!!!!aku takutttt!!!"teriak cici berlari keluar dari kamar nya dan berteriak memanggil sang mama risma


mamaaaaaa tolong ciciiiiii!!!!!cici takutttt maaaa"ucap cici hendak salah memasuki kamar sang mama malah ia memasuki kamar yang tengah di tempati mertuanya


brukkkkk


cici spontan meloncat keranjang sehingga membuat marisa dan herry terkejut


"kau kenapa ci"tanya marisa


"ma cici mau tidur disini saja ma cici takut"ucap cici ketakutan


"takut kenapa ci?"tanya herry


"itu pa.brave memaksa membuka pakaian cici"ucap cici dengan polos sehingga membuat herry dan marisa tertawa kecil


"cici itu sudah menjadi seorang istri jadi cici harus melayani brave apaun itu jika tidak cici akan dosa sayang"ucap marisa lembut berusaha memberi pengertian pada menantu polosnya


"tapi cici takut hamil ma"ucap cici


"mama tahu kamu takut hamil tapi brave pasti sudah menyiapkannya kan"ucap marisa dan cici pun mengangguk


"iya ma brave memakai pengaman dari si mochi"ucap cici


"jadii cici harus melayani brave sepenuh hati cici"ucap marisa


"tapi cici takut ma,milik brave itu besar"ucap cici sontak membuat marisa dan herry tertawa terbahak bahak


"haduuhh mama pusing kalau urusan yang begini nih"marisa menepuk jidatnya sambil tertawa terbahak bahak


"cici cici"ucap herry menggelengkan kepala sambil tertawa


tak lama terdengar lah suara brave di luar memanggil manggil sang istri


"cici sayang kau dimana"teriak brave


"haduhh ma aku harus bersembunyi ma tapi dimana ma"ucap cici panik beranjak dari kasur


"mama sembunyiin cici ma"panik cici


"sono masuk kelemari saja"ujar herry masih tertawa


dengan cepat cici pun memasuki lemari besar itu untu bersembunyi


tak lama brave pun membuka handle pintu dan menanyakan pada sang mama dan papa yang tengah tertawa kecil


"ma pa liat cici tidak"tanya brave yang hanya menggunakan bxsr


"brave kemari"ucap herry.brave pun menghampiri nya


"papa liat cici?"tanya brave


"cici sedang bersembunyi didalam lemari.dia sangat ketakutan padamu brave.katanya kau memaksa membuka pakaian nya"ucap herry


"hehehe lagian si cici pake baju dobel 3 ma pa"ucap brave cengengesan dan membuat herry dn marisa tertawa lagi


"bisa gitu ya"ucap marisa tak percaya


"ini semua gara gara cica ma pa.dia sudah membuat istriku takut padaku bahkan aku mendekatinya saja istri ku menghindari ku"ucap brave mengacak kasar rambutnya


"memang jahil si cica ini"ucap marisa menggelengkan kepalanya


sementara di dalam lemari cici sudah mulai kepanasan dan sangat berkeringat


"haduhh hareudang banget sihhh"kesal cici


"mama kok lama yaaa apa brave masih di sini"pikir cici seraya mengelap keringatnya


"sudahlah brave kamu biarkan dulu istrimu tidur di sini.biar kan dia tenang dulu dan mama akan memberinya pengertian padanya"ucap marisa merasa kasihan pada putranya


"baiklah"ucap brave berlalu pergi meninggalkan kamar


"cici keluar sayang"ucap marisa


cici pun langsung keluar dengan nafas tak beraturan dan dengan sekujur keringat di dahinya karena kepanasan di dalam lemari.


"brave sudah pergi kan ma"tanya cici memastikan


"sudah sayanh sekarang sini tidur dengan mama"ucap marisa dengan lembut


cici pun membaringkan tubuhnya di samping sang mama mertua.sementara herry ia tidur bersama brave


"huh di saat hasrat ku sudah tak bisa ku tahan malah istriku tak ingin ku sentuh.cici cici sayang kamu membuatku tersiksa"batin brave yang kini membaringkan tubuhnya di samping sang papa


"brave kamu harus bersabar semuanya butuh proses"ucap herry yang mengerti apa yang di pikirkan putranya