
"dok bagaimana keadaan suami saya?"tanya risma dengan penuh kekhawatiran di wajah nya.
"maaf nyonya.pasien sudah dulu pergi sebelum kami menangani nya"ucap dokter.
"apa maksud dokter?!"tanya risma
"pasien sudah tiada"ucap dokter membuat risma dan twins terduduk lemas dan tak percaya dinanto meninggal.
"dokter pasti bohong!papa saya masih hidup!!"cici terisak menangis dalam pelukan brave.
mereka pun memasuki ruangan serba putih itu dan terisak menangis menatap dinanto yang pucat.
"papa"tangis risma memeluk dinanto.
"kenapa papa tinggalin mama.hiksssshiksss!"tangis risma
"papa bangun jangan tinggalin cici pa"ucap cici terisak menangis.
"papa bangun!! papa sudah janji pada cica akan menemani cica saat cica melahir kan cucu papa"ucap cica terisak menangis.
"papa gak boleh pergi tanpa mama"ucap risma terus terisak menangis.
tak lama ami deni dan marisa herry pun datang.
ami pun memeluk risma"iklas kan dinanto karena tuhan sangat sayang pada nya hingga mengambil dinanto kembali"ucap ami berusaha menenangkan risma yang menangis.
begitu pun dengan brave dan genta mereka juga berusaha menenang kan istri nya.
...... SKIP......
usai pemakaman mereka pun kembali ke kediaman kusuma dengan tatapan kosong risma terdiam dan terus menetes kan air mata nya dan twins pun berusaha untuk menghibur mama nya agar tidak bersedih lagi.
"sebaik nya mama istirahat yuk kekamar"ucap cici lembut menuntun sang mama untuk ke kamar.
begitu pun dengan cica genta dan brave mereka pun berlalu ke kamar nya.
setelah mengantar kan sang mama ke kamar cici pun juga ke kamar nya.
dan brave pun tak memaksa cici jika cici masih ingin tinggal bersama sang mama.
"mama tidak apa apa sayang.kau tinggal lah bersama brave di sana.kan disini juga ada cica dan genta yang akan menemani mama"ucap risma lembut.
"tapi aku takut mama kesepian"ucap cici memeluk sang mama.
"tenang saja sayang mama tidak akan kesepian"ucap risma.
"baiklah ma kalau gitu cici pamit.mama jaga diri baik baik"pamit cici mencium tangan sang mama begitu pun juga dengan brave.
"cicak mochi terus jaga mama ya dan jaga juga ponakan gue"ucap cici memeluk cica.
"pasti"ucap cica tersenyum.
"ma cici pamit dan cici juga akan lebih sering kesini"ucap cici kembali memeluk sang mama.
"pintu rumah mama terbuka sangat lebar untuk mu sayang"ucap risma mencium kening putri pertama nya.
usai berpamit cici dan brave pun meninggal kan kediaman kusuma menuju mansion sang papa sultan
tak butuh waktu lama mereka pun sampai dan di sambut ramah serta hangat oleh mereka terutama marisa dan herry yang senang menantu kesayangan nya akan tinggal bersama nya.
dengan sopan cici dan brave pun menyalami marisa dan herry.
"mama senang kau tinggal disini"ucap marisa mencium kening menantu kesayangan nya.
"sekarang rumah ini tambah rame.dan cici sayang kau jangan pernah bosan ya tinggal di sini.dan cici juga boleh melakukan apapun di sini karena cici juga adalah sultan"canda herry membuat mereka tertawa.
"ada juga papa dan anak papa yang sultan.kita mah apa atuh"ucap cici memeluk marisa yang tertawa.
"sudah jangan membuat mama tertawa.kalian masuk lah dan istirahat kekamar kalian"ucap marisa.
brave dan cici pun berlalu pergi ke kamar brave yang super mewah.