CICI & CICA

CICI & CICA
bab 8



sore hari tiba mereka meninggalkan kedai untuk pulang.setelah mengantarkan della dan putri.twins pun melanjutkan perjalanan nya untuk pulang.


sesampai di rumah twins sudah di hadang di depan pintu oleh sang ibu negara yang menatap nya bagai elang yang ingin mencengkram mangsanya.


"ohhh shittt"umpat twins sudah dapat menebak bagaimana murka nya ibu negara saat mengetahui dirinya bolos sekolah.


"dari mana kalian!kalian bolos lagi kan!"tanya risma dengan menyilangkan tangannya dan berdiri di depan pintu dengan tatapan mengintrogasi


tepat tebakan batin twins kalimat itu lah yang mereka sudah dapat menebaknya yang akan ibu negara pertanyakan


"siap" itulah yang selalu twins ucapkan dalam hatinya untuk menerima apapun hukuman atas kesalahan nya


"kita dari kedai ma"jawab cici dagdigdug sambil berdoa dalam hati untuk tidak di beri hukuman yang membuat nya sangat tersiksa yaitu membersihkan selokan belakang rumah yang baunya nauzubillah


"kenapa kalian bolos?!"tanya risma dengan tegas dan dingin bagai sang papa dinanto yang marah saat twins berebut meminjam laptop hingga terbelah dua.


"anu ma-"ucap twins tak dapat berkata


"sekarang masuk! ganti baju setelah itu temui mama di belakang rumah"ucap risma tak ada senyum senyum nya


belakang rumah?bagaimana twins menanggapinya?mereka hanya bisa berpasrah dan menurut pada sang mama tercinta.jika menolak juga itu tidak mungkin,malah bakal tambah hukuman nya


"cepat lima menitt ganti baju"tegas risma membuat twins langsung berlari untuk segera mengganti pakaian nya


tak butuh waktu lama hanya empat menit saja twins sudah berganti pakaian santainya dan segera menemui sang mama yang menunggu nya di belakang rumah tempat twins harus menanggung siksaan hidung yang menghirup baunya selokan belakang rumah yang sudah terbiasa mampet.


"ma"ucap twins ngosngosan


"ini bersihkan selokan ini dengan bersih!!jika mama lihat belum bersih mama akan mensita kunci mobil kalian"tegas risma seraya memberi alat kebersihan


risma pun berlalu pergi meninggalkan twins yang sedang menjalankan hukuman nya.


"sumpah gue udah pake masker tiga lapis tapi baunya masih aja nembus ke idung gue"kesal cica seraya membersihkan selokan bagiian kiri


"ca ini semua gara gara lo gue jadi kena hukuman!"seru cici seraya membersihkan selokan bagian kanan


"lah kok gue sihh"ucap cica tak terima


"iya ini semua salah lo!karena lo ngajak gue bolos jadi gini nih kena hukuman"ketus cici seraya dengan jijik nya memasukkan pempers bayi yang ntah milik siapa ada di selokan. cici pun memasukan pempers itu ke tong sampah


"iyah deh gue salah"pasrah cica malas berdebat.


dengan keheningan twins membersihkan selokan belakang rumah nya dengan telaten dan bersih.hingga tak lama ada si ali anak pak somad tetangga sebelah datang dengan senyum jahil nya sambil ngunyem memakan ciki dan meminum es


"hemm hemm tumben kak twins rajin banget"ucap si ali anak pak somad berumur 9 thn anak yang super menyebalkan bagi twins


"pergi sono lu gausah ganggu kita"ketus cica


"kalo bersih bersih senyum jangan cemberut nanti di sangka nya gak iklas"ucap si ali dengan enteng nya membuang sampah plastik ciki nya sembarangan


"heyy kampret lu buang sampah jangan sembarang!"kata cici dengan marah seperti emak marahin anak nya


"aliiiii!!!!! kamprettt!!!!! gue telen lu tau rasa!!!"teriak twins murka


sementara ali berlari terbirit birit masuk kerumah nya hingga tak sengaja menabrak pak somad.


"hahaha"tawa twins saat melihat si ali terjatuh


"pak somad si ali harus tanggung jawab dia sudah mengotori dan mengacak acak selokan yang sudah cici dan cica bersihkan"ucap cici mengadu pada pak somad


"alii apa bener kata kaka twins?"tanya pak somad menatap tajam ali


"iy-a pak"ucap ali cengengesan


"sekarang kamu bantu kakak twins membersihkan selokan!"tegas pak somad membuat ali langsung menurut dan membantu twins membersihkan kembali selokan


"cepat bereskan yang lu berantakin tadi"ujar cici serasa bos yang tengah memerintah


"masa ali sendiri sih yang kerjain!kaka juga harus bantu lah"ucap ali sambil menyedot es nya


"kan lu yang berantakin jadi lu lah yang beresin"ucap cica mengambil alih es si ali dan menyedotnya


"eyy itu es ali kenapa diminum"ucap ali tak terima


"yaelah bagi dikit doang"ucap cica memberikan kembali es si ali namun ali menolaknya


"ogah sedotan nya bau bekas kak cica"ketus ali membuat cica gemas langsung mencubit pipinya


"sudah sudah ca biarkan si ali kampret ini membersihkan selokan ini"ujar cici


ali pun dengan jijik jijik membersihkan selokan itu sambil terus mengoceh tak henti karena bau selokan yang sangat menyengat ke hidungnya


"ini selokan apa got sihh bau banget"ucap ali menutup idung nya dengan bajunya


"hahaha udah kerjain aja gausah banyak omong"ucap cici mengambil alih es si ali yang tengah di minum cica


"li emak lo ngidam apaan si?sampe punya anak kaya lo yang nakal nya gak ketulungan"tanya cica


"jambu monyet"ucap ali asal namun membuat twins tertawa


"pantes aja lu nakal nyaa kaya monyet punya si udin"tawa cica


"untung lu nakal nya yang sama kaya monyet si udin, coba kalo muka lunya yang kaya monyet si udin hahahaa"ucap cici tertawa terbahak bahak begitupun dengan cica juga.


"kampret kalian"ucap ali ketus dan berlalu pergi pulang setelah beres membersihkan selokan


"hahahaha"tawa twins


karena hukuman nya telah beres twins pun berlalu memasuki rumah nya dengan tawa yang masih membekas di bibirnya