CICI & CICA

CICI & CICA
bab 2



usai bersiap cica tak lupa berpamitan dengan sang mama.ia menaiki motor nya menuju tempat tongkrongan sang kekasih di kedai milenial.sambil menyetir cica dengan kecepatan sedikit kecang tak sengaja menabrak seorang pria.


citttttt


brukkk


"aduh gue pake nabrak orang lagi"ucap cica cemas cica menghampiri orang yang ia tabrak


"mass maaf saya tidak sengaja"ucap cica membantu mas itu bangun


"lain kali bawa motor jangan kencang kencang kamu pikir jalan ini milik nenek moyang kamu!"ucap mas itu marah marah dan berlalu pergi


"dasar kampret di omongin baik baik malah marah marah"kesal cica melanjutkan perjalanan nya dengan perasaan kesal


sesampai di kedai milenial dengan wajah cemberut ia menghampiri genta yang tengah bersama rifki dan rendy.


"hallo bebep cici"ucap rendy dan rifky langsung riuh mempersilahkan cica duduk


"woyy ogeb gua cica bukan cici"ucap cica membuat mereka kecewa karena menyangkanya cica adalah cici gadis yang sangat di cintai mereka berdua


"soryy gue kira lo bebeb cici gue"ucap rendy


"lo sih mukanya nyama nyamain bebeb cici gue"ucap rifky mendapat jitakan


"lo tanya aja sono sama emak gue"ucap cica ketus


"yank muka kamu kenapa cemberut gitu"tanya genta


"gue kesel sama mas mas tadi padahal gue udah minta maaf tapi malah gue dimarahin"ucap cica sambil menyeruput minuman genta


"sudahlah mungkin mas nya sedang pms"ucap genta asal mendapat sentilan cica


"moc kita jalan jalan yu"ucap cica manja


"kemana?"tanya genta


"ya kemana aja,bagaimana kalo kerumah gue moc soalnya mama nanyain mulu kapan gue bawa lo kerumah"ucap cica dengan manja


"kapan kapan aja ya"tolak halus genta


"ayolah moc sekali saja"pinta cica namun genta lagi lagi menolaknya


"yasudah jika tidak mau"ucap cica cemberut


"jangan cemberut gitu dong yank nanti ilang cantik nya"gombal genta seraya mengelus pipi cica


"receh"ketus cica berlalu pergi meninggalkan genta


"yank kamu mau kemana"teriak genta mengejar cica


"mau balik males gue ketemu lo"ketus cica menjalankan motornya berlalu pergi dari kedai


genta pun kembali bergabung dengan teman temannya


"rasain lo si cicak kalo udah marah bakal susah lo bujuk"ejek rifky


"kampret lo"kesal genta


keesokan harinya twins berangkat bersama kesekolah menggunakan mobil nya yang di belikan oleh sang papah bernama dinanto kusuma.


sesampai di sekolah bina bangsa mereka selalu membuat para kaum adam terpesona dengan kecantikkan nya yang begitu sempurna sehingga tak ada yang menandingi


mereka terus berjalan menuju kelas 3 AP namun tiba tiba langkah nya terhenti dengan kehadiran genta


"ca aku mau bicara denganmu"ucap genta yang tiba tiba datang menarik tangan cici


"woyy kamprett gua cici bukan si cicakk"ucap cici menyingkirkan tangan genta yang memegang tanganya


"ah iya sory gue bingung mana yang cici dan cica"ucap genta cengengesan


"halah dasar si mochi medok"ucap cici berlalu pergi meninggalkan cica dan genta berdua


"ca aku minta maaf"ucap genta seraya terus memegangi tangan cica


"males gue denger lo minta maaf terus"ketus cica malas meladeni sang kekasih


"ca ayolah maafkan aku aku janji sepulang sekolah aku akan kerumahmu dan bertemu dengan mama dan papa mertua"ucap genta


"mertua?lo aja belum nikahin gue mochi"ucap cica ketus


"yakan nanti aku nikahin kamu kalau aku sudah lulus kuliah dan memiliki pekerjaan dan sukses aku akan nikahi kamu"ucap genta


"halah kamu sukses juga seleranya udah bukan gue"ucap cica ketus


"ya enggalah yank aku mah tetap cinta sama ayang selamanya"ucap genta membuat cica sedikit tersenyum


"nah gitu dong senyum kan enak liatnya adem"ucap genta membuat cica tertawa


"lo pikir apaan senyum gue bikin adem"tawa cica


"kamu mah gada romantis romantisnya aku kan cuma gombal cicakkkk"kesal genta tak habis pikir pada kekasihnya selama pacaran tak ada romantis romantisnya bahkan sampai sekarang cica jarang sekali memanggilnya sayang ataupun yank malah justru sebaliknya ia selalu berbicara lo gue seakan mereka hanya teman biasa.


"ca sekali kali dong kamu berbicara aku kamu jangan lo gue,aku merasa kita kaya bukan pasangan kekasih tapi seperti teman biasa"ucap genta


"lebay banget sih mochii! gue udah terbiasa bicara seperti ini"kesal cica berlalu pergi diiikuti genta


lainhalnya dikelas kedatangan cici di sambut ramah oleh dua pria yang selama ini mengejar ngejar cici siapalagi kalau bukan di rifky dan rendy


"ya itu sudah pasti"ucap cici malas meladeni mereka


"ci dimana si cicakk kecil"tanya putri


"masih diluar lagi ngobrol sama si mochii"ucap cici dengan datar seraya duduk


taklama della pun datang dengan tergesa gesa menghampiri cici dan putri


"ci gue punya kabar buat penting buat lo"ucap della ngosngosan


"apa?"tanya cici datar


"gua tadi lihat di kelas bawah si dave kampret nembak stefani dan yang lebih menyakitkan stefani menerima si kampret"ucap della merasa iba pada cici


ya,dave memang berbeda kelas dengan cici karena berbeda jurusan


"lo yang sabar ya ci lo pasti kuat"ucap della seraya mengelus badan cici bagian belakang


"lo apaan sihh bagi gue gak penting mau si kampret pacaran dengan siapapun itu gue gak peduli"ucap cici penuh penekanan


"nahh itu namanya kakak gue,bisa move on dari dave"ucap cica yang baru saja datang bersama mochii eh maksud nya genta


"cari ci lelaki lain buat dave menyesal"ucap genta enteng


"lo pikir gampang apa cari cowo baik baik"ucap cici seraya menyenderkan tubuhnya di tembok karena ia dan cica duduk di pojok belakang,ya karena mereka suka molor.


"lah bebeb anggap aku apa"ucap rendy


"ayang cici mending jadi pacarku saja aku cowo baik baikko"ucap rifky


"ogah gue sama kalian yang fuckboy nya gak ketulungan"ketus cici


selang beberap menit pelajaran pun dimulai dengan tenang tanpa ada keberisikan twins yang bandel itu.ya karena mereka molor.


"cici!!cica!!!"bangun kalian"tegas bu ayu membangun kan mereka yang molor


"apaan sih ma ini masih subuh"ucap cica masih memejamkan matanya.


sementara yang lain menahan tawanya


"cici!!!cica bangun!!"ucap bu ayu dengan keras sehingga membuat twins seketika langsung terbangun


"eh ibu"ucap twins cengengesan


"sekali lagi tidur dikelas kalian keluar"tegas bu ayu kembali duduk di depan


"ci kenapa lo ga bangunin gue"kata cica menyenggol cici


"lah gue juga tidur ogeb"ucap cici


pelajaran pun di lanjutkan kembali dengan ketenangan bu ayu menjelaskan tentang mata pelajaran kearsipan hingga tak lama bel istirahat pun berbunyi dan bu ayu pun mengakhiri pelajaran nya.


"kuylah gaess kekantin gue udah laper banget"ajak cici pada teman temannya.


mereka pun kekantin bersama dengan wajah yang tadinya lesu kini kembali sumrigh.sampai dikantin cici n the geng tak sengaja berpapasan dengan dave dan stefani yang tengah asik bercanda sambil berjalan.


"haii cici"sapa stefani mengumbar kemesraan nya bersma dave karena ia tahu jika dave adalah mantan cici sebelumnya


cici pun mengacuhkan nya tak ingin meladeni


"ci sabar pasangan kampret itu pengen buat lo cemburu doang lo harus buktiin kalo lo bisa move on dari si dave ***** itu"ucap cica mensuport sang kakak untuk move on dari dave karena ia sangat tahu kelakuan dave yang sering mempermainkan wanita bahkan dave juga pernah bermain di ranjang dengan seorang pelacur


"heyy stefani lo pikir cici akan cemburu?!itu tidak akan justru cici bersyukur karena putus dari si kampret ini"ketus della menunjuk dave dengan jari telunjuknya


"della"ucap cici mengkode untuk diam dan segera pergi


"ayo"ucap cici berlalu pergi diikuti cica,putri,della


mereka pun duduk di warung seblak sambil bercanda mereka menunggu pesanan nya datang.


namun lain halnya dengan cica dan genta mereka tengah asik bermesraan di kursi yang berbeda


"yank aku punya sesuatu"ucap genta mengeluatkan sesuatu di sakunya


"ini"ucap genta memberi sebuah kalung


"wahh ini buat gue?"tanya cica terpukau melihat kalung itu dengan pemata berwarna biru.


"iya ini untuk mu"ucap genta seraya memakaikanya


"tumben moc lo kasih gue hadiah kalung biasanya baju"ucap cica seraya menatap kalung itu


"aku sengaja membeli membeli kan kalung untukmu karena aku sering keliru mana kau mana cici curut"ucap genta membuat mereka yang mendengarnya tertawa termasuk juga cici


"mangkanya lo perhatiin kita berdua cari perbedaan dari kita"ucap cici tertawa


"ca ini mah parah masa pacar lo sendiri ga bisa bedaan mana lu mana cici"ucap rendy


"diam lu kampret jangan memperkeruh suasana"ketus genta


"wahhh emang parah sihh ca,si mochi gak bisa bedaan lu padahal yang lain aja bisa membedakan lu ama gue dari tinggi badan"ucap cici sengaja memanasi cica agar genta terkena marah


"sayang jangan dengerin si cicurut"ucap genta takut membuat cica marah lagi padanya


taklama pesanan seblak mereka pun datang.mereka pun langsung menyantap nya dengan nikmat dan tenang