CICI & CICA

CICI & CICA
bab 11



"andai lo tau moc,gue sangat rindu lo"batin cica menatap genta pada pantulan kaca.


"gaes malam ini kita di undang kepesta ultah si huli"ucap della memberitahu


"serius malam ini?"tanya cici memastikan


"iya"ucap della


"kenapa mendadak sihh gue kan belum beli gaun"kesal cici


"sebenar nya tadi kemarin tuh gue mau kasih tau kalian cuma gue nya lupa"ucap della cengengesan


"kampret"ucap putri menjitak della


di kediaman kusuma . . . . . .


risma begitu heboh setelah menemui sahabatnya yang akan menjadi besan nya.ia melakukan pertemuan guna membicarakan tentang tanggal pernikahan sang anak yang di jodohkan.dan mereka sepakat jika mereka akan menikah kan mereka setelah anak mereka lulus sekolah.


"papa mama punya kabar baik"ucap risma heboh menghampiri dinanto yang baru saja pulang dari kantor nya.


"ada ma?kelihatan nya mama bahagia sekali"tanya dinanto menatap heran.


"pa,mama dan sahabat mama sudah putuskan jika kita akan menikahkan anak kita setelah lulus nanti"ucap risma yang sangat begitu mengingin kan sahabatnya menjadi besan nya dan juga sangat menginginkan seorang cucu.


"ma kita harus bicarakan ini pada cica bagaimana pun yang menjalankan pernikahan ini adalah cica"ucap dinanto


"iya pa,mama akan katakan hal ini pada cica saat cica pulang dari sekolahnya"ucap risma.


"mama sudah gak sabar pah ngebayangin kalau mama punya cucu"ucap risma membuat dinanto menggelengkan kepalanya.


"haduhh mama di nikahkan saja belum mama sudah berhayal duluan"ucap dinanto tertawa kecil


sepulang sekolah twins dan kawan kawan tak langsung pulang mereka terlebih dahulu pergi ke sebuah butik membeli gaun untuk pesta malam ini.tak butuh waktu lama mereka pun telah sampai di sebuah butik.


"silahkan masuk nona"sapa ramah penjaga butik


"ada yang bisa saya bantu nona"tanya ramah pemilik butik


"ah iya, mba tolong tolong pilihkan gaun untuk kita"pinta della


pemilik butik pun langsung mengambil empat gaun yang menurut nya cocol untuk twins dan kawan kawan


"ini nona"ucap pemilik butik menyerahkan gaun yang ia pilih


"wahh bagus banget"ucap mereka terpukau.


"mba kita mau yang ini ya"ucap cici


"baik nona,mari kekasir"mereka pun berlalu kekasir hingga beberapa lama mereka usai dan kembali kemobilnya untuk segera pulang


setelah mengantarkan della dan putri twins pun segera dengan cepat mereka pulang karena takut sang mama tercinta akan marah karena pulang telat dari jam nya.


sesampai dikediaman kusuma terlihatlah sang mama dan papa tengah menunggunya di ruang tamu sambil menonnton televisi


"twins kemari sayang"ucap risma dengan senyum bahagia nya


"ada apa ma?"tanya twins seraya duduk


"mama dan sahabat mama sudah putuskan kalau cica akan menikah setelah lulus sekolah"ucap risma membuat cica terkejut


"hah! ma itu terlalu cepat ma,aku kan ingin kuliah dulu dan bekerja dulu cari duit yang banyak baru aku menikah"ucap cica kesal


"kau tak usah bekerja sayang calon suami mu itu adalah orang kaya dan untuk kuliah juga pun di izinkan asal kau tak lupa dengan kewajibanmu"ucap risma


"baiklah cica mah nurut mama saja"ucap cica datar berlalu pergi kekamar nya


sementara cici ia hanya terdiam melamun menatap sang mama


"ada apa?"tanya risma membuyarkan lamunan cici


"ah tidak ada apa apa ma,mama cantik hari ini"ucap cici cengengesan


"sudah sono mandi"ucap dinanto


"gak ah males"ucap cici malah menyenderkan kepalanya pada sang papa


"gak nurut mama jodohin kamu dengan si udin yang punya monyet itu"ucap risma langsung membuat cici berlari becir


risma dan dinanto pun sontak tertawa melihat cici yang takut akan di jodohkan.


malam hari tiba twins begitu terlihat sangat cantik natural namun mempesona mereka mengenakan gaun yang sama hanya berbeda warna saja


"twins kalian mau kemana?"tanya sang mama risma


"kita mau izin ke pesta ma,boleh kan"ucap cici


"baiklah tapi jangan sampai pulang larut malam oke"ucap risma kembali membaca majalah nya


"oke ma"ucap twins


tak lama papa dinanto pun datang,seraya menatap dua putri kembarnya bergantian


"kalian cantik sekali mau kemana sayang"tanya dinanto


"kita mau kepesta pa,papa izinkan kan"tanya cica


"baiklah hati hati dijalan"ucap dinanto mencium kening kedua putrinya


setelah berpamit twins pun berlalu pergi meninggalkan kediaman kusuma bersama mobilnya untuk menjemput kedua temannya.


selang beberapa menit mereka pun sampai di pesta ulang tahun temannya setelah menjemput kedua temannya.mereka pun memberi selamat pada temannya.dan mencari duduk untuk menikmati pesta itu.


"ca ada genta"ucap cici berbisik saat melihat genta dan rifky rendy


"abaikan saja"ucap cica datar seraya menyeruput minumannya


sampai di kursi empat cecans genta dkk ikut bergabung tanpa meminta uzin mereka langsung duduk


saat menatap cica,genta begitu sangat terpesona dengan kecantikan cica yang membuat nya tak berkedip


begitupun dengan dua fuckboy juga mereka begitu sangat terpesona dengan bebep nya siapalagi kalau bukan cici yang cantiknya parrriiiiipurrrna.


"haii"ucap genta sedikit kikuk sambil menatap cica yang begitu sangat cantik


"haii"ucap della tak enak hati karena tak ada yang meyapa genta


"ci gue kesana mau ambil minum"ujar cica datar dan berlalu pergi mengambil minuman karena tadi habis


setelah kepergian cica,genta pun memulai pembicaraan


"ci tolong bantu gue, buat gue dan cica bersatu lagi"ucap genta menatap cici memohon


"ngapain lo minta tolong ama gue,udah jelas jelas lo yang salah selingkuh ama tuh sisik ikan"ucap cici ketus


"ci gue punya buktinya kalau gue gak selingkuh"ucap genta menunjukkan pesan itu yang dikira cica


"lo liatkan,nomor ini yang mengaku cica menyuruh gue menemui cica di caffe"ucap genta


"tapi cica tidak pernah mengganti nomornya,cica masih memakai nomor yang lama"ucap cici tak percaya


"ini semua sudah rencana stefani dan sisi menjebak gue supaya hubungan gue dan cica berakhir.dan stefani bilang ke gue kalau dia ingin balas dendam soal gue dan lo menamparnya"jelas genta


"jadi lo gak salah moc,gue minta maaf udah salah sangka ama lo"ucap cici


"gue udah maapin lo tapi gue minta ama lo tolong bujuk cica untuk memberi waktu untuk gue jelasin semuanya atau tidak gue minta tolong ama lo buat jelasin kesalahpahaman ini"ucap genta


"ya jangan gue lah yang ngomong ke cicakk kan lu yang punya masalah masa gue yang jelasin kecicak ntar di sangka gue ngedukung lu lagi"ucap cici


"moc lebih baik lo temui tuh si cicakkk di sana"ujar rendy


"iya moc sono lo temui cicak keburu tu si cicak di rebut tuh cowok"ujar putri menatap cica yang tengah mengobrol dengan seorang pria ntah itu siapa


genta pun langsung berlalu pergi menghampiri cica yang tengah mengobrol.sampai di belakang cica,genta melihat cica yang begitu akrab sambil tertawa dengan pria itu dan yang membuat seketika genta cemburu adalah pria itu memegang pundak,dan lengan cica


"cica ikut aku"ucap genta dingin menarik cica keluar dari tempat pesta itu menuju mobilnya.sampai di mobil genta dengan memaksa cica masuk dalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya dengan kencang


"berhenti genta!!!lo mau bawa gue kemana!!"marah cica memukuli genta


namun genta tak bergeming sedikit pun ia masih fokus menyetir


"berhetiii!!!!gentaa gue mau turunn!!!"teriak cica menangis


citttttt


genta pun memberhentikan mobilnya di jalan dekat perkampungan yang sepi.


"maafkan aku"ucap genta memeluk cica namun dengan kasar cica mendorong nya


"ca kamu salah paham dengan ku aku tidak pernah selingkuh ca,sisi dan stefani telah menjebakku"ucap genta menatap lekat cica.


"stefani?"ucap cica menyeka air matanya


"iya ca dua wanita brengsek itu menjebakku lewat nomor yang mengaku dirimu"ucap genta menunjukkan pesan itu dan membuat cica terkejut dan ia juga menunjukkan pesan yang mengaku simochi nya eh maksudnya genta


"sudah jelaskan ca kalau aku tidak selingkuh,stefani menjebak ku lewat sisi karena dia ingin balas dendam padaku karena sudah menamparnya"jelas genta membuat cica langsung memeluknya


"maafin gue udah salah paham ama lo,dan gak kasih lo waktu buat jelasin"ucap cica menangis dalam pelukan genta


"gakpapa aku udah maafin kamu"ucap genta langsung menyosor bibir mungil cica


seketika cica mendorong nya"jangan mentang mentang kita udah baikkan lo maen nyosor aja"ucap cica kesal namun genta cengengesan


"aku kangen bibir manis kamu yank"ucap genta kembali memanggil cica yank


"pake yank yank segala ingat kita udah gada hubungan lagi kita hanya teman"kesal cica


"kitq balikan lagi oke mulai hari ini"ucap genta menyosor lagi mencium bibir cica dengan durasi lama sehingga membuat cica membalasnya


"heyyyy keluar kalian!!"teriak seotang paruh baya mengetuk kaca mobil genta


"keluar kalian!!kalian telah berbuat mesum di kampung ini!"ucap pria paruh baya itu


genta dan cica pun langsung keluar dari mobil dan menatap tiga bapak bapak yang melihat aksinya berciuman.


"kalian telah melanggar berbuat mesum di kampung kami"ucap pria paruh baya


"saya tidak berbuat mesum pak tapi cowo ini yang maen nyosor ama saya"ucap cica menunjuk genta


"sama aja cicakk kan kamu juga menikmatinya"ucap genta


"sekarang kalian ikut saya,saya akan bawa kalian ke rumah pak rt"ucap bapak bapak menarik cica dan genta


"kita mau di apakan pakk"tanya cica dengan wajah cemas


"kalian akan di nikah kan di rumah pak rt"ucap bapak itu membuat cica terkejut sementara genta ia malah senang akan di nikahkan


"yasudah pak ayo kita kerumah pak rt"ucap genta tanpa dosa


"ey mochi kok lo mau,kita ini mau dinikahin harus nya lo nolak"ucap cica menjitak genta


"gak ca, aku gak mau nolak kesempatan ini biar kamu dan aku akan terus bersama selamanya"ucap genta membuat bapak bapak geleng geleng kepalanya


"kamprett lo mochi"kesal cica


"ayo pak bawa kita kerumah pak rt"ucap genta dengan senang hati


bapak bapak pun membawa mereka kerumah pak rt.sampai di di rumah pak rt genta dan cica menelpon kedua orang tuanya.hingga beberapa menit kedua orang tua cica datang.


"ca ada masalah apa kamu?kenapa kamu di bawa kesini oleh warga"tanya risma dengan khawatir


"cica ama si mochi-"ucap cica ragu mengatakan


"mereka telah berbuat mesum"ucap bapak itu membuat risma dan dinanto terkejut


seketika dinanto pun menatap tajam genta yang cengengesan tanpa dosa


"maaf om"ucap genta menampakkan deretan gigi putih nya


selang beberapa menit cici dan kawan kawan datang karena mereka melihat mobil genta yang berada di pinggir jalan.


"lahh ko kenapa pada tau gue ama si mochi di sini"tanya cica


"tadi gue gak sengaja liat mobil si mochi,gue kira kalian di culik jadinya kita cari lo yang taunya di sini"ucap cici tak menyadari keberadaan sang mama dan papa


"cici"panggil sang papa lembut


"eh papa mama kenapa kalian juga di sini?"tanya cici


"nih adik kamu berbuat mesum dengan si mochi dan sekarang mereka akan dinikah kan setelah kedua orang tua mochi datang"ucap risma


"berarti kalau cicak nikah terus cici dong yang terima perjodohan itu"ucap cici menepuk jidatnya


"yaahh aku patah hati dong kalau bebep cici di jodohin"ucap rendy


"akupun sama"ucap rifky


selang beberapa menit kedua orang tua genta pun datang dan alangkah terkejut nya ternyata oh ternyata risma dan dinanto sangat mengenal kedua orangtua genta


"lah ami deni?"ucap risma tak percaya


"kalian juga disini"ucap ami tak percaya


"apa jangan jangan genta ini anakmu?"tanya risma


"memang iya dia putraku apa gadis ini putrimu juga?"tanya ami membuat mereka bingung dan risma pun mengangguk


"mama kenal dengan orangtua mochi"ucap cica


"mochi?"ucap ami


"maksud cica genta"ucap cica cengengesan


"tante ami ini adalah sahabat mama yang akan menjodohkan kamu dengan putra nya dan yang ternyata putra nya adalah si mochi"ucap risma membuat mereka terkejut


"kenapa mama tidak bilang pada cica kalau yang akan si jodohkan itu mochi"ucap cica


"mama juga tidak tahu,kalau genta itu anak nya ami"ucap risma


sementara cici ia bernafas lega"untung saja gue gak jadi di jodohin ama si mochi"batin cici


"ternyata anak nakal ini putra mu deni"ucap dinanto menepuk pundak deni


"ya begitulah"tawa deni


"yasudah kalau gitu kita nikah kan saja pak rt"ucap mama ami


"kita tunggu pak penghulu dulu bu"ucap pak rt


"mama tante tapikan cica masih sekolah masa sudah menikah"ucap cica merengek


"sudah kamu terima saja lagi pula kamu dan mochi juga salah"ucap risma


"mama papa"rengek cica dengan cepat genta mencium bibir cica di depan semua orang sontak membuat mereka terkejut


pletakk


deni memukul jidat dan menjambak rambut sang putra nya yang maen menyosor saja.


"mochi kau belum sah menjadi suami nya"ucap deni yang ikut memanggil anak nya dengan sebutan mochi


"maaf pa lagian aku gemas dengan cica yang ingin menolak pernikahan ini"ucap genta tanpa dosa


"si mochi mah memang mesum om selalu saja menyosor pada cica"celetuk della membuat dinanto menatap tajam genta


"jangan dengerin om diamah kampret"ucap genta cengengesan