CICI & CICA

CICI & CICA
bab 55



usai memeriksa kandungan yang menyatakan usia kandungan Cici adalah dua Minggu.mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju kediaman Kusuma.


sesampai di kediaman kedatangan Cici membuat sang adik begitu sangat senang karena memang sudah lama tak bertemu.


"Cici gue rindu banget Ama lo"ucap cica memeluk sang kakak.


"gue juga rindu banget Ama lo,bagaimana kabar Lo dan ponakan gue.dan apa mochi membuat Lo lelah"tanya Cici.


"sangat baik,mochi juga tidak buat gue kelelahan kok.cuma di malam saja mochi membuat gue sedikit kelelahan"ucap cica membuat Genta cengengesan.


"maksud nya?"tanya Cici.


"biasalah ci masalah kesejahteraan si jeck"ucap Genta membuat brave tertawa kecil.


"sekali lagi Lo bikin adik gue kelelahan gue pites Lo kayak kutu"ucap Cici menjitak adik ipar nya.


"hehe iya kakak ipar ku tersayang"ucap Genta tertawa kecil.


"ah iya dimana mama"tanya Cici.


"mama disini sayang"ucap Risma menghampiri putrinya dan memeluk nya.


"Cici rindu mama"ucap Cici mencium kedua pipi sang mama.


"mama juga sangat rindu cici"ucap Risma mencium kening putrinya.


"ma aku punya kabar gembira untuk mama"ucap Cici


"apa itu?"tanya Risma


"ma sekarnag Cici sedang hamil usia kandungan Cici sudah dua Minggu"ucap Cici membuat Risma Cica Genta tersenyum senang.


"benarkah?selamat ya sayang.kau harus banyak banyak istirahat dan tidak boleh kelelahan"ucap Risma begitu sangat senang.


"Cici selamat ya atas kehamilan lo.gue ikut senang"ucap cica memeluk sang kaka.


"curut selamat ya atas kehamilan lo."ucap Genta


"mochi kampret -_-"jengah Cici pada adik ipar yang sering memanggil nya curut.


"kak brave ingat jangan membuat kakak ku kelelahan"ucap cica seperti Cici yang memperingati Genta.


"iya tenang saja,aku tidak akan membuat kakak mu kelelahan"ucap brave.


"ayo sayang sayang nya mama.kita masuk"ucap Risma.


hendak melangkah masuk namun seketika cica meringis kesakitan pada perut nya.


"aduh perut ku sakit!!"ucap cica membuat mereka mode on panik.


"sakit?apa mau melahirkan?"tanya Genta dengan penuh khawatir


"gak tahu mas,yang pasti perutku sangat sakit"ucap cica


seketika celana cica pun basah karena air ketuban


"Cica mau melahirkan!"ucap Risma melihat celana cica yang basah


"melahirkan ayo melahirkan!!!dimana dokter nya"ucap Genta dengan panik malah mondar mandir.


pletak


"ya enggak ada lah dokter nya.karena Lo gak bawa istri Lo kerumah sakit bloon"ucap Cici kesal.


"ah iya gue lupa"ucap Genta langsung menggendong sang istri dan membawa nya kemobil


brave pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi


"mas sakit....hikss....hiksss"tangis cica


"sabar ya sayang kita akan segera sampai rumah sakit"ucap Genta seraya mengelap air mata sang istri.


sesampai di rumah sakit cica pun langsung di bawa keruang bersalin.


"mas sakit hiks...hikss"tangis Cica menggenggam tangan sang suami.


"nona ini sudah pembukaan terakhir.ayo nona sekarang nona mulai mengejen"ucap bu dokter.


"ayo sayang kau pasti bisa"ucap Genta menyemangati sang istri.


"emmmm.....huhuhu....emmmm"cica mengejen


"santai saja nona jangan terburu buru.atur nafas nona"ucap budok.


"ayo sayang kamu bisa,aku akan bantu kamu mengejen"ucap Genta


"kan aku yang melahirkan bukan kamu"ucap cica di sela sela kesakitan.


"ah iya ya yasudah lah gapapa aku juga sakit jika kamu sakit"ucap Genta.


sementara budok dan suster lainnya menahan tawa nya.


"ayo nona mengejen lagi"ucap budok


"emmmmmm....emmmmm...emmmm"cica terus mengejen


"ayo nona semangat baby nya sudah terlihat akan keluar"ucap budok


"benarkah?anakku akan keluar"ucap Genta dengan langsung melihat nya


"sayang semangat anak kita sudah mau keluar."ucap Genta


Cicila pun kembali mengejen


"emmmm"Cica mengejen


"emmmm"Genta mengejen


"ayo sayang kau bisa emmmm"ucap Genta yang ikutan mengejen


cica pun terus mengejen hingga keluarlah si kecil


oekkkk!!!oekkkkk!!!


tangis Baby terdengar membuat yang mendengarnya tersenyum bahagia.


suster pun membawa Baby untuk di bersihkan.


"terimakasih sayang sudah melahirkan anak kita"ucap Genta meneteskan air mata bahagia nya sambil mencium seluruh wajah sang istri.


cica pun hanya tersenyum dengan keringat sekujur tubuh.


dengan penuh kelembutan Genta mengelapi keringat sang istri.


"sayang aku sangat bahagia.aku sangat berterima kasih pada mu karena sudah melahirkan anak kita.aku janji akan menjadi ayah yang terbaik untuknya"ucap Genta kembali mencium sang istri.


"aku percaya padamu.kau adalah ayah terbaik dan bertanggung jawab"ucap cica tersenyum