CICI & CICA

CICI & CICA
bab 20



malam hari tiba kini mereka sudah bersiap hanya tinggal menunggu cica dan genta saja yang belum juga nongol.


dengan rasa kesal karena menunggu lama cici pun berteriak teriak yak henti.


"cicaakkkk!!!! mochiiii!!!!!bisa cepat tidakkkk lama sekali"teriak cici namun tak ada sautan dari pasutri itu


"wahh emang kampret tuh orang di tunggu malah nunggu"kesal cici


"cicakkk!!! mochiiiii!!!!!gue itung sampai tiga kalo belum nongol gue tinggal"teriak cici


belum sempat menghitung cica dan genta pun langsung keluar sari kamarnya dengan genta senyum tanpa dosa.sementara cica cemberut dengan wajah datar.


"yank senyum jangan cemberut"bisik genta seraya mengunci kamar.


bukan nya tersenyum cica malah terus cemberut"nasib gue punya suami mesum kaya si mochii"ketus cica langsung menuruni tangga diikuti genta yang rasanya ingin tertawa saat mendengar perkataan istri tercinta nya.


"cicak muka lo kenapa cemberut gitu"tanya cici merasa heran karena biasanya jika ingin pergi sang adik begitu heboh.


"lo tanya ada tuh ama si mochi"ketus cica berlalu pergi langsung kemobil menyusul sang mama dan papa yang sudah di mobil menunggunya


tak lama cici dan genta pun datang da langsung memasuki mobil


ci lo di tengah,males gue liat si mochi"ucap cica tanpa menatap


cici pun hanya menurut saja dan duduk di tengah menjadi penghalang cica dan genta


setelah semuanya masuk dinanto pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"ci tuker tempat napa,gue penhen duduk deket istri gue"ucap genta memohon


"jangan ci lo tetap di tengah aja"ketus cica


"tuh mochi,gue bakal pindah kalau cica yang nyuruh gue"ucap cici tersenyum senang melihat genta melas


"rasain lu cica marah"ejek cici menjulurkan lidah nya


"curut lu kampret"ketus genta menjitak sang kakak ipar


"yank kamu kok gitu sih sama aku yank"ucap genta terus menoel noel lengan cica


"bodoamat"ketus cica.


tak lama mereka pun sampai di sebuah restoran ternama xxxxx.mereka pun memasuki restoran dan di sambut hangat oleh pelayan.


"ma kita duduk disini aja"ujar genta seraya duduk begitu pun dengan yang lainnya.mereka pun memesan makanan dan minuman dengan sanagt banyak.


taklama brave beserta kedua orang tua nya pun terlihat dari kejauhan yang akan menghampiri ke meja keluarga kusuma


"duhh gue gugup banget ya ada camer"batin cici berusaha tenang


tak lama brave dan orangrtuannya pun sampai di hadapan keluarga kusuma dan dengan hangat mereka di persilahkan duduk.


"apa kabar tuan dinanto dan nyonya risma"ucap herry papa dari brave


"kabar baik lalu bagaimana kabar tuan herry dan nyonya marisa?"tanya dinanton ramah


"kabar kami baik"ucap herry


sementara brave mengetahui jika.calon istri nya sangat gugup.brave pun menggenggam tangannya supaya tidak gugup.


"jangan gugup mama dan papa ku baik kok"bisik brave yang duduk disamping cici


"ah iya yang mana cici"tanya marisa menatap cici dan cica


"yang cocot nya gak ketulungan tante"celetuk genta adik ipar durhaka


"kampret lu awas aja balik gue bales"ucap cici tanpa sadar emosional dan beranjak bangun dari duduknya


seketika cici pun tersadar dan kembali duduk dengan wajah blushing


"haduhh gue kepancing lagi ama si mochi,malu banget gue gada sopan santun nya di depan camer sultan"batin cici


"aku tant, cici"ucap cici dengan sopan dan masih blushing.


"cantik sekali,pantas saja brave sangat mencintaimu"puji marisa membuat calon mantunya seraya ingin terbang


"dan tentunya sangat baik hatinya"ucap brave mengecup sekilas bibir cici dan membuat cici dan mereka terkejut serta menatap tajam brave


" njir brave gak inget tempat apa! maen nyosor aja"batin cici


"brave ingat belum halal"tegas dinanto


lama sudah mengobrol kini mereka pun menyantap makan malam bersama dengan tenang sementara.ya karena ada saka tingkah keluarga kusuma yang membuat riuh.


"yank suapin"ucap genta dengan manja


"ogah makan aja sendiri"ketus cica


"gitu amat ama suami"cemberut genta kembali makan.


sementara risma dengan sibuk ia memasukkan makanan nya namun tak kunjung juga masuk dalam milut nya dikarena kan risma memakan nya menggunakan sumpit.


"ca ini gimana sih makan pake sumpit susah banget"ucap risma masih berusaha


"haduuhh mama ku tercinta kalo gabisa makan pake sumpit pake sendok aja mam"ucap cica menepuk jidatnya.


"kan mama mau belajar ca.masa sudah lama langganan restoran ini mama gabisa bisa makan pake sumpit"ucap risma membuat herry dan marisa tertawa kecil


sementara dinanto hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.


"huhh mama mertua nora banget sihh masa pake aumpit aja kaga bisa"ucap menantu durhaka


"aihhh mam.mama di katain nora parah bat dah"ucap cica ingin melihat sang suami di marahi.itung itung menghilang kan rasa kesalnya pada sang suami.


"emang menantu durhaka kau mochi.mama hukum kamu besok bersihin selokan belakang rumah"ucap risma menjewer telinga genta


"ampun ma"ucap genta kesakitan.


risma pun melepas nya dan kembali makan menggunakan sendok


"rasain kau menantu duhaka"ejek cica.


"awas kau yank malam ini ga akan aku ampuni hingga subuh"ucap genta membuat cica membelalakan matanya


"gapeduli"ketus cica


melihat sang istri yang melawan genta pun dengan gemas langsung menggendong nya


"ma pa om tant genta pamit pulang duluan"ucap genta masih menggendong cica


"mochi kampret turunin aku mochiiii"ronta cica tak mau diem


"diem kamu!.malam ini kamu harus mendapat hukuman"ucap genta membuat mereka menahan tawanya


"mochii aku malu tuh diliatin banyak orang"kesal cica


"bodoamat"ucap genta berlalu pergi karena supir yang ia telpon sudah menunggu


"keluarga yang humoris membuat siapa saja tertawa"batin marisa


"ah iya di maklumin aja ya om tant keluarga cici memang keluarga somplak semua apa lagi yang dua tadi mereka adik kampret cici yang bar bar nya gak ketulungan dan cuma papa dan cici saja yang masih kalem nya terjaga"ucap anak durhaka sontak membuat marisa dan herry tertawa lepas yang sedari tadi menahan tawanya


"hahaha tidak apa tante happy lihat nya mereka begitu pada humoris membuat siapa saja tertawa"tawa marisa renyah membuat brave dan herry merasa senang melihat marisa yang happy


"halah cici kalem??kalem dari hongkong mama aja gapernah liat kamu kalem malah selalu liat kamu yang egreg nya minta ampun"ucap mama risma membuat mereka tertawa


"-_-"cici


"hahaha cici kalau tidak bisa bersikap kalem mending biasa aja cici yang egreg"ucap herry membuat tertawa


"kenapa om herry ngomong nya sekarang.harus nya sedari tadi awal.kan cici tadi gak perlu makan dengan kalem harus dikit dikit."ucap cici cengengesan langsung memakan makanan nya tanpa ada kalem kalem nya


"nahh ini lah wujud cici yang sebenarnya"tawa risma melihat sang anak makan dengan rakus bak lelaki


"wajar ma cici kan gabisa tuh makan dikit dikit dengan kalem"celetuk cici


selang beberapa menit mereka oun usai makan malam dan kini mereka membicarakan tanggal pernikahan.


"cici gimana brave aja tetapi cici mau nya di hadiri keluarga saja"ucap cici


"brave kamu mau tanggal?"tanya herry


"besok pa"ucap brave membuat cici terkejut


"busettt cepet bener dahh"ucap cici terkejut


"iya aku maunya besok menikah dan aku yang akan atur semuanya"ucap brave


"baiklah tak masalah berhubung cici anak baik dan tidak sombong jadi cici nurut saja"ucap cici membuat brave terkekeh