CICI & CICA

CICI & CICA
bab 42



"kau harus bertanggung jawab brave!!!!"teriak risa.setelah itu ia berlalu pergi dari kantor brave.


"aku akan kembali membawa bukti"gumam risa menaiki taksi.


tak terasa jam pulang sekolah pun tiba dan brave pun sudah standbay di depan sekolah cici.


tak lama cici pun datang mengetuk kaca mobil sehingga membuat brave tersadar dari lamunan nya.


ya,ucapan risa yang memfitnah nya mrmbuat brave begitu sangat memikir kan nya.ia takut rumah tangga nya hancur karena fitnah itu.


dengan cepat brave pun keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk sang istri tercinta.


cici pun mencium tangan sang suami dan sang suami pun tak lupa mencium kening sang istri.


brave pun melaju kan mobil nya menuju pulang.


"brave sayang seperti nya ada yang sangat berbeda pada mu"ucap cici sambil mengemil.


"benarkah?memang apa yang beda dari ku"tanya brave sambil fokus menyetir


"kau tidak biasa nya terdiam saat setelah menjemput ku.kau biasa nya selalu tak henti mengoceh sambil menyetir".ucap cici menyuapi sang suami dengan cemilan nya


"aku hanya tidak enak badan saja sayang"ucap brave berbohong.


tak butuh waktu lama mereka pun sampai di kediaman kusuma.


"assalamualaikum"ucap pasutri.


"waalaikumsalam"ucap risma tersenyum.


pasutri pun mencium tangan sang mama dengan sopan.


mereka pun berlalu ke kamar nya.


sampai di kamar cici membantu sang suami membuka jas dan juga dasi.


usai.cici pun membuka kerudung nya dan seragam nya kini ia hanya menyisah kan pakaian seperti biasa nya jika di kamar ia memakai tanktop dan celana pendek sepaha.


cici pun melangkah ke kamar mandi diikuti brave yang sudah tak mengenakan sehelai benang pun.


"kenapa kau mengikuti ke sini"tanya cici polos


"kita mandi bareng"ucap brave tersenyum mesum.


"janji ya hanya mandi dan gak lebih"ucap cici karena jika brave mengajak nya mandi bareng selalu saja ada plus plus nya.readers pasti mengerti lahh :).


"iya sayang"ucap brave melucuti pakaian sang istri hingga polos.


"wow aku sangat tergoda sayang"ucap brave dengan nada sensual menatap dua gund*kan dan bawah cici.


"-_-inget dengan janji mu brave sayang"ucap cici jengah.


"iya sayang"ucap brave langsung menyala kan shower air dan kini mereka mandi bersama dengan brave menyabuni tubuh sang istri.


sementara di lantai bawah cica begitu marah pada genta karena tak mau menuruti keinginan nya untuk menjitak kepala orang yang botak tapi genta lah harus menjitak nya


"yank aku bukan gak mau tapi itu orang tua.aku tidak sopan jika menjitak nya"ucap genta.


"bodo amat"ketus cica berlalu ke kamar di ikuti genta.


sampai di kamar cica langsung duduk menonton televisi sambil mengemil.


"yank maafkan aku"ucap genta menghampiri sang istri dan menciumi nya.


"jangan mencium ku mochi! mulut mu bau"ucap cica asal membuat genta tertawa kecil.


"jangan begitu sayang.apa kamu lupa tiap malam kamu selalu meminta ku untuk terus menciumi wajah mu"goda genta membuat cica blushing merah merona.


"aku tidak pernah meminta!kau saja yang selalu menyosor seperti soang pada ku"ketus cica


"ah masa sih jangan seperti itu sayang nanti kalau aku tidak mau mencium mu lagi bagaimana"goda genta


"terserah kau"ketus cica.


"baiklah aku akan tidur di kamar tamu malam ini dan kau tidak dapat mendapat ciuman ku di malam hari"ucap genta beranjak bangun hendak pergi namun cica menahan nya.


"tidur di sini aja"manja cica memelas.


"baiklah tapi kau harus memaafkan ku"ucap genta


"iya aku sudah memaafkan mu sayang ku cinta ku"ucap cica menciumi seluruh wajah sang suami tercinta.


"nah gitu dong"ucap genta memeluk sang istri.


mereka pun menonton bersama.


"yank"ucap genta dengan manja.


"ya?"tanya cica


"jeck ingin keluar kata nya butuh kesejahteraan"ucap genta mulai terangsang karena cica duduk di pangkuan nya hingga tersentuh si jeck oleh bokong cica.


"emang jeck udah bisa bicara?"tanya cica polos mrmbuat genta tertawa kecil.


"iya tadi jeck bilang ke aku katanya butuh kesejahteraan"ucap genta menahan tawa nya.


cica pun hanya ber oh ria dan kembali melanjut kan nonton nya.


"yank ayo"rengek genta memeluk sang istri


"gak ah males"tolak cica


"yank janji deh nanti aku beliin skincare"ucap genta seraya meremas py cica.


"ahh"desah lolos dari mulut cica sehingga membuah genta terus melakukan nya.


"baiklah aku mau"ucap cica tersenyum


mereka pun beranjak bangun dan melucuti pakaian nya hingga polos.


tanpa berkata genta pun langsung menyosor mencium bibir cica dan ******* nya dengan penuh kelembutan sehingga membuat cica memalas nya.


usai berciuman genta pun menggendong sang istri dan merebahkan nya di ranjang.


"aku mulai ya sayang"ucap genta perlahan memasukan si jeck yang sudah merengek.


"ettt tunggu bentar dulu"ucap cica membuat si jeck keluar lagi.


"aku mau jeck nya pakai sarung"pinta cica.


"yaelah yank kamu kan udah hamil jadi ga perlu lah si jeck si sarungin"jengah genta.


"yaudah aku gak mau mending aku tidur"ucap cica karena tahu hasrat genta tak semudah itu hilang.


"iya yaudah iya"pasrah genta langsung memakai kan si jeck sarung dan kembali memasukkan


si jeck.dengan perlahan genta pun melancar kan aksi maju mundur nya.


sehingga membuat kedua nya terus mendesah tak henti.


lain hal nya di kamar atas brave dengan mesra memeluk sang istri dan tak henti menciumi nya.


"sayang aku ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap brave.


"katakan lah brave sayang"ucap cici


"tadi di kantor risa datang dan membuat keributan dan dia memfitnahku"ucap brave berhenti sejenak.


"fitnah?"ucap cici


"iya,risa memfitnah ku jika aku adalah ayah dari anak yang dia kandung"ucap brave membuat cici terkejut.


"terus apa yang kau lakukan"tanya cici


"ya aku tidak mau tanggung jawab karena aku bukan ayah dari anak itu.kau kan tahu aku hanya ingin memiliki anak dari kau saja sayang.dan untuk berhubungan intim selera ku hanya dirimu"ucap brave membuat cici blusshing seketika


"aku takut jika risa menghancur kan rumah tangga kita brave hingga membuat kita harus berpisah"ucap cici


"kita tidak akan berpisah sayang jika kita saling percaya.apa kau percay jika aku tidak seperti itu"ucap brave menatap lekat sang istri


"aku percaya suami ku tidak pernah menghamili seseorang.dan aku sangat tahu bagaimana suami ku yaitu tidak tersentuh"ucap cici tersenyum


ya,selain bersikap dingin,tegas,dan dermawan.brave juga termasuk pria yang tidak tersentuh.dalam arti brave memang orang yang sangat tidak mau tersentuh dengan wanita.kecuali kelurga dan orang tersayang nya saja yang dapat menyentuh sekedar nya.


"aku mencintai mu"ucap brave mengerat kan pelukan nya.


"aku tidak mencintaimu"ucap cici membuat sang suami mengernyit kan dahi nya.


"aku hanya mencintai brave ranendra dan bukan kau"ucap cici membuat brave tertawa.


"yang pasti brave aku"ucap brave


"nama brave banyak bukan kau saja"ucap cici melapas pelukan brave dan kembali memgambili pakaian kotor nya dan pakaian kotor brave yang berserakan di mana mana karena mandi tadi.


"sayang kau hanya boleh mencintai ku saja"rengek brave yang kini tengah berbaring di kasur.


"bosen ah cinta kau mulu"canda cici tertawa kecil


"jangan seperti itu sayang.kau hanya boleh mencinta ku saja.janji deh aku beli kan mobil baru"ucap brave tersenyum.


cici pun menghampiri sang suami"hahah aku hanya bercanda sayang,sampai kapan pun aku selalu mencintai mu"ucap cici mengecup bibir brave dan dengan cepat brave pun menahan tengkuk cici.ia pun mulai ******* sehingga membuat cici membalas nya.


selang berapa menit brave pun melepas nya.


"bibir mu sangat manis sayang.kau sudah seperti candu bagi diriku"ucap brave.


pukul empat sore cica pun terbangun dari tidur nya begitu pun juga dengan sang suami.mereka pun beranjak bangun dan melangkah ke kamar mandi untuk mandi bersama.


usai mandi mereka pun tak lupa dengan kewajiban nya pada tuhan untuk melaksanakan solat.


skip


usai solat cica pun menatap sang suami.


"mas aku ingun sesuatu"ucap cica.


"apa?"tanya genta.


"panggilin si ali dong.suruh dia kesini"pinta cica


"kamu mau apakan si ali"tqnyq genta


"aku lagi mengidam ingin mencubit pipi ali"ucap cica


"baiklah aku akan membawa nya kemari"ucap genta berlalu pergi.


sampai di rumah pas somad sangat terlihat sepi seperti tidak ada orang.namun genta tak henti mengucap kan salam.


"kemana nihh para penghuni rumah ini"ucap genta


"orang nya tidak ada.mereka sedang sibuk "ucap seseorang yang tak lain adalah ali yang tengah di pohon rambutan.


"haish si kampret ternyata di atas.kenapa gak bilang dari tadi"jengah genta karena memang sudah lama sedari tadi mengucap kan salam namun si ali baru menyaut.


"ali lagi asik makan rambutan kak"ucap ali cengengesan.


ali pun turun dari pohon rambutan"ada apa kak.apa kakak mencari bapak?"tanya ali


"gue cari lu"ucap genta.


"istri gue lagi ngidam pengen ketemu lu"uca genta.


"ah nggak lah nanti kak cica makeup in lagi wajah ali"tolak ali karena ia pernah terkena korban ngidam nya cica.


"ini mah beda lagi li.mau yaa"ucap genta memohon karena jika gagal mengajak ali ke istri nya bisa bisa sang istri marah lagi.


"nggak"tolak ali


"gue kasih dua ribu"ucap genta


"dua ribu doang?kurang"ucap ali


"kan buat lu hiasa beli es seribu ama ciki seribu"ucap genta.


"lima puluh ribu ali mau nya"ucap ali karena memang sangat membutuh kan uang lima puluh ribu untuk membeli buku paket nanti saat kenaikan kelas.supaya ia tak meminta lagi pada ibu nya.


"busettt lu minta bayaran udeh kayak malak orang"ucap genta


"mau ga?kalau ga mau yaudah"ucap ali


"yaudah lah.ayo"ucap genta berlalu pergi diikuti ali