CICI & CICA

CICI & CICA
bab 19



"brave!!!"teriak cici berlari keruang utama


"pa dimana brave"tanya cici


"brave baru saja pamit pulang"ucap dinanto.


tanpa menjawab cici pun langsung berlari keluar.


"yahhh brave sudah pergi"ucap cici tak bersemangat dan kembalu masuk kedalam


"ada apa ci?"tanya sang mama risma


"ma tadi saat di kamar brave bilang-"ucap cici berhenti sejenak.


"bilang apa???"tanya risma,dinanto cica,genta bersamaan dengan penuh penasaran


"diehhhh kepooo"ucap cici malah bercanda


pletak!


"katakan kak brave tadi bilang apa?"tanya cica


"brave bilang akan menikahi ku secepat nya"ucap cici dengan girang


"kamu serius ci??"tanya risma


"lo sakit ci?"tanya genta


"lo gak lagi halu kan ci?"tanya cica


"kamu sehat ci?"tanya dinanto


"-_-"datar cici


"kampret bener dahh kalian gue di katain gitu"kesal cici


"ci jawab memang sianak sultan mau nikahin kamu ci?"tanya risma dengan antusias


"iya ma,tadi di kamar brave sendiri yang bilang ke cici"ucap cici membuat mereka heboh


"aahh akhir nya mama mo dapet menantu tampan lagi dan anak sultan pula"heboh risma


"ma kita gabisa diem saja ma kita harus rayain"heboh cica


"iya ma kita rayain dan cici yang teraktirkita ma"ucap genta heboh membuat cici membelalakan matanya


"eh kampret lu aja sono rayain sendiri ogah gue traktir traktir"ketus cici


"sudah biar mama saja yang akan teraktir.malam ini kita makan makan di restoran dan sekalian cici ajak brave"ucap risma dengan sangat senang


"yaudahlah gimana mama aja,cici mah ikut aja"ucap cici dengan datar dan kembali ke kamarnya.


"yank kamar yu"ajak genta dengan manja


"masih siang mas"jengah cica sangat peka jika sang suami sudah mengajaknya kekamar.


"mam kalo istri ga nurut sama suami gimana tuh mam"tanya genta


"istri akan dosa"ucap risma


"tuh kan yank nanti dosa loh kalo gak nurut sama suami"ucap genta selalu saja berkata seperti itu jika lagi menginginkan


"-_-baiklah"ucap cica berlalu pergi kekamarnya diikuti sang suami.


sementara dinanto dan risma hanya menggelengkan kepalanya melihat menantu nya yang pandai membuat putri kedua nya tak dapat berkutik.


sampai dikamar cica langsung membaringkan tubuhnya berpura tidur.tak lama genta pun datang dan melongo.


"jangan berpura tidur sayang"ucap genta langsung menindihi sang istri dan menciumi nya


cica tak bergeming


"sayang bangunnn"ucap genta mengoyangkan tubuh cica supaya bangun


"apa sih mas aku ngantuk"ucap cica berbohong


"jangan berbohong atau aku akan memintamu melakukan yang seperti waktu itu"ucap genta ntahlah itu apa tetapi membuat cica langsung terbangun dan tersenyum.


"jangan"ucap cica manja


"mangkanya kamu harus memanjakan si jeck"ucap genta mencium sekilas bibir cica seraya melucuti pakaian nya dan pakaian cica


kini mereka pun tak memakai sehelai benang pun


"mas ini masih siang loh"ucap cica berharap genta tak melakukannya karena ia begitu sangat lelah meladeni genta semalam.


"kalau malam kan kita pergi jadi ganti nya siang sampe sore oke"ucap genta dengan hasrat yang tak dapat di tahan ia pun langsung memulai aksinya memasukan ai jeck kedalam bersemayamnya dengan maju mundur dan dengan penuh gairah saat mendengar sang istri mendesah tak henti.


sementara di kamar sebelah cici begitu sangat jengah yang setiap harinya lagi dan lagi mendengar si cicakk mendesah begitun dengan si mochi.


"gak bosen apa mereka mendesah mulu tiap harinya!gak malam! gak pagi!gak siang!yang gue denger desahan mulu"kesal cici setiap harinya


cici pun keluar dari kamar nya menuju kamar sebelah untuk menegur nya.


tokk


tok


tok


"siapa sih ganggu aja"kesal genta di sela kenikmatannya.ia pun langsung memakai boksernya kembali


ceklek


"ada apa?ganggu aja!"ketus genta setelah membuka pintu


"lo pada bisa gak kecilin suaranya!ganggu gue tau yang lagi dikamar!!"kesal cici


"bodoamat gue gak peduli wlee"ucap genta langsung menjulurkan lidahnya dan menutup kembali pintunya dan langsung menguncinya


"ayo yank lanjut lagi"ucap genta membuka kembali bxsr nya.


sementara di dalam kamar pasutri tertawa sambil melakukan itu.


"kalo cici pake toak nanti aku sekalian pake mix biar geber"ucap genta membuat cica tertawa


"nanti aku juga sekalian pake sound biar di sangka dangdutan"ucap cica tertawa.


"udahalah yank jangan ketawa aja mending kita fokus manjakan si jeck"ucap genta terus memaju mundurkan denga cepat sehingga membuat cica spontan mendesah.


"ahhhhhh nikmat"ucap cica membuat genta terkekeh dan kembali bergirah.


dikamar cici terus saja mangut mangut kesal pada sang adik nya.


"ahhh pusing guee si kamprett bikin gue iri ajaa"kesal cici menutup telinganya dengan bantal


tak lama ponsel nya pun berbunyi


dretttttt


drettttt


dretttt


"siapa sih ganggu aja"kesal cici mengambil ponselnya dan melihat nomor tak di kenal


cici pun langsung mengangkatnya dan menyerocos dulu


"siapa lo?apa mau lo?gue tau lo itu penipu yang sering menelponi orang otang dengan mendapatkan hadiah atau apalah!!!!heyy ingat gue gak gampang di bodohii!!sudahlah gue pusing lo jangan gangu gue lo ganggu aja sono orang lain"cerocos cici tak membiarkan si penelpon untuk bicara.cici pun langsung mengakhirnya dan menyimpan kembali ponselnya


"huh si kampret bikin kesel aja"ucap cici kembali membaringkan tubuhnya.


tak lama ponselnya pun berbunyi lagi dan masih sama seperti tadi nomor itu menelpon dan ingin melakukan vidiocall


"emang rese ni orang"kesal cici langsung mengangkatnya


"gue bilang jangan ganggu gue"kesal cici menatap layar ponselnya tak ada siapa siapa


"mana orang nya nihh"kesal cici


seketika wajah seorang pria pun muncul di layar ponsel dan membuat cici terkejut dan cengengesan


"eh brave"ucap cici cengengesan


"apa aku mengganggumu"tanya brave


"tidak brave,tapi kenapa kau tak mengatakan padaku kalau tadi itu kau"ucap cici.


"gimana aku mau mengatakan nya kau saja terus menyerocos tak henti dan tak membiarkanku bicara"ucap brave mengelengkan kepala


"heheh maaf habisnya aku lagi kesal tadi"ucap cici cengengesan


"kesal kenapa bilang sama aku"ucap brave


"nihh kamu denger baik baik suara apa tuh"ucap cici mendekatkan ponselnya pada dinding kamar sebelah


seketika brave pun tertawa terbahak bahak


"kamu dengarkan brave auaranya begitu kencang.aku saja kesal yang dengarnya"kesal cici


"hahaha wajar lah mereka kan sudah suami istri"ucap brave sambil tertawa


"tapi aku dengarnya setiap hari brave.telingaku sangat terganggu mereka membuat ku iri saja"celetuk cici tanpa sadar membuat brave menyipitkan matanya dan tersenyum mesum


"ma-ksud bukan seperti itu brave"ucap cici merasa malu


"kalau kau iri maka lakukan saja padaku"goda brave membuat cici membelalakan matanya


"jangan mesum brave"kesal cici


hahahhaha aku hanya bercanda"tawa brave


"ah iya brave yang kau katakan ingin menikahi kuitu kau bercandakan"tanya cici dengan pelan


"aku tak bercanda aku serius cici aku akan menikahimu secepatnya dan mama dan papaku sudah menyetujuinya"ucap brave membuat cici tersenyum namun hanya sebentara


"tapi aku tidak mau menikah dengan pria yang tak mencintaiku"ucap cixi dengan sedih


"ci aku mencintaimu aejak aku pertaama melihatmu aku mulai jatuh cinta"ucap brave dengan tulus dan serius


"baiklah aku mau menikah denganmu"ucap cici tersenyum


"lalu apa kau mencintaiku"tanya brave


"aku mencintaimu sebelum kau mencintaiku"ucap cici


"sejak?"tanya brave


"sejak storymu muncul di beranda instagramku"ucap cici membuat brave tertawa


"bahkan aku menjadi pengikutmu di instagram tapi sayang kau tak mem follback ku"ucap cici berpura sedih


"hahaha tenang saja aku akan follback dan hanya kau saja yang pertama ku follback"ucap brave sambil tertawa.


"bagaimana aku tak mencintaimu, kau begitu cantik menggemaskan dan sangat lucu humoris"batin brave tersenyum


"nah gitu dong"ucap cici tersenyum


"ah iya brave mama mengajakmu ikut untuk makan malam bersama di restoran xxxx apakah kau mau ikut"ucap cici


"pasti"ucap brave


"baiklah sudah dulu ya aku sdang ada pekerjaan.dan kau jangan menghalu lagi karena sudah menjadi kenyataan halu ku itu"ejek brave membuat cici blushing


"halah dasar anak sultan kampret"ketus cici langsung mengakhiri.


sementara brave yang berada di kediaman nya tepat nya di ruang kerjanya. ia tertawa terbahak bahak sehingga membuat andrian okut bahagia


"terima kasih nona cici.kau telah membuat kutub es tak sedingin dulu"batin andrian merasa sangat bahagia karena melihat sikap brave yang sekarang sangatlah hangat dan tidak seperti dulu lagi yqng begitu dingin dan selalu marah.