
harap bijak dalam membaca:) karena di episode ini terdapat unsur dewasa.mohon di skip jika yang masih di bawah umur wkwkwkwk
......................
......................
"yank"panggil genta dengan lembut seraya ikut membaringkan tubuh nya di samping cica.
"apa moc?"tanya cica yang sibuk memainkan ponselnya
"yank"panggil genta lagi membuat cica kesal langsung menyimpan ponselnya di nakas
"apa moc?"tanya cica kesal
"yank aku mau kamu sekarang"bisik genta memeluk sementara cica ia bergidik ngeri tapi berusaha tenang
"apa lo lupa sama mama papa bilang?kita gak boleh ngelakuin itu sebelum kita lulus sekolah sayang"ucap cica dengan lembut
"tapi jika aku melihatmu berpakaian seksi seperti ini bisa membuat jeck ingin keluar dari persembunyian nya yank"ucap genta berusaha menahan hasrat nya
"jeck?"ucap cica mengernyitkan dahinya
genta pun dengan jahil memegang tangan cica dan menyimpannya di si jeck sontak membuat cica langsung menyingkirkan tangan nya
"njirr si jeck udah mengeras"batin cica berusaha meneguk salivanya
"yank"rengek genta
"tidak bisa mochi,nanti kalau gue punya anak bagaimana kan kita masih sekolah"ucap cica berusaha menjelaskan
"baiklah tapi kalo ini ini bolehkan"ucap genta menunjuk seluruh tubuh cica kecuali bagian intim tidak.
"hmm baiklah"ucap cica lembut
"yank aku boleh minta sesuatu"ucap genta seraya mencium kepala sang istri
"apa?"tanya cica
"aku mau kamu tidak berbicara 'lo gue' dengan aku.aku gak suka yank kita ini kan udah jadi pasutri.aku mau kamu panggil aku sayang atau mas atau apalah"ucap genta
"baiklah mulai sekarang gue gak lagi bicara'lo gue'ama suami gue dan gue eh maksud nya aku akan panggil suamiku dengan sebutan mas mochi kecuali di sekolah tidak"ucap cica memang sangat menyukai memanggil mas
"masa mas mochi sih yank,kesan nya kayak aku penjual mochi"ucap genta yang mulai nakal menciumi wajah istrinya dan dengan tangan yang menggerayang m*r*m*s p*y*d*r* cica sehingga membuat cica sontak mendesah
"ahhh"desah cica tanpa sadar
"mas mochi jangan buat aku mendesah"ucap cica menyingkirkan tangan genta yang masih setia berada di mainan barunya
"yank masa mas mochi sih"ucap genta
"udah gak papa lebih cocok"ucap cica cengengesan
genta pun beranjak bangun dan langsung menindihi cica dna menyosor b*b*r mungil cica hingga m*l*m*t nya dengan nafsu saat cica membalasnya.selang beberapa menit genta pun melepasnya dan berpindah ke leher jenjang mulus cica.ia m*l*m*t nya hingga meninggalkan jejak kepemilikan nya dan dengan tangan yang setia bermain di tempat yang kini menjadi favoritnya
"ahh"desah cica yang kini tak hanya memakai celana pendek saja,ntah kemana kaos tanktop dan bra nya
setelah memainkan area fav nya ia kini mulai m*l*m*t put*ng kecil itu dengan nafsu sehingga membuat cica terus mendesah tak henti.
namun di sela sela kenikmatan ada saja komplenan sang suami yang membuat sang istri jengah
"yank punya kamu kecil banget"ucap genta masih setia bermain di area fav nya
"udah ah aku ngantuk"ucap cica mendorong genta yang menindihinya
cica pun langsung menarik selimutnya dengan tidur yang tak memakai pakain.
genta pun yang masih bergairah kini hanya bisa pasrah dan ikut membaringkan tubuhnya tidur memeluk sang istri.
keesokan harinya tepat nya hari libur sekolah.pagi ini cici terbangun dari tidur nya menatap samping tempat tidur nya yang tak terdapat sang adik.seketika ia pun teringat jika ia tengah tidur di kamar tamu.
"ah iya gue lupa sicicak kan udah nikah sama si mochi"ucap cici menepuk jidatnya.
cici pun beranjak bangun dari tempat tidur nya.menuju kamar nya yang kini sudah digantikan oleh genta.
tok
tok
tok
"cicakkk buka pintu nya"teriak cici terus mengetuk pintu
ceklek
"ada apa ci"tanya cica yang kini sudah memakai pakiannya
"gue mau ambil baju dan barang barang gue"ucap cici menyelonong masuk dan terkejut melihat genta yang tidur bertelanjang dada.
"ci lo abis ngapain ama si mochi"tanya cici membuat sang adik tahu jika akan ada kesalah pahaman
"jangan fiktor gue ama mochi gak ngapa ngapain"ucap cica menutupi seluruh tubuh sang suami dengan selimut
"oh gue kira lo abis bikin ponakan buat gue"canda cici seraya mengambil kopernya.
"lah ci lo mau pindah kemana?lo jangan pergi dari rumah ini ci,jangan tinggalin gue"ucap cica seketika menjadi sedih
pletakk
cici menyentil jidat sang adik
"eh kampret gue gak pergi kemana mana gue mau pindah kekamar sebelah"ucap cici membuat cica bernafas lega
"gue kira lo mau ninggalin rumah ini karena lo udah gak tidur ama gue lagi"ucap cica seraya membantu sang kakak mengemasi pakaian dan barang barangnya
"ya enggak lah cicak kalo gue pergi dari rumah ini gue makan dari mana"ucap cici yang kini selesai mengemasi barangnya
tak lama genta pun terbangun dari tidur nya dan menatap dua orang kembar dengan pakaian yang sama tanktop hitam celana pendek merah
"yank kamu yang mana"tanya genta tak hapal mana istri nya
"yang pendek kampret"ucap cica jengah
"ah iya aku lupa,habisnya kamu gqk pake sih kalung pemberian aku"ucap genta tertawa kecil
"lah cicurut mau kemana pake baea koper segala,lo mau minggat dari rumah ini ci jadi tkw"ucap genta asal, membuat cici memukulnya dengan bantal
"gue mau pindah kekamar sebelah mochi medokk"ketus cici
"oh gue kira lo mau minggat jadi tkw"ucap genta
"udah ah males gue di sini bawaan nya panas mulu"ketus cici berlalu pergi membawa koper dan barang barang nya.