CICI & CICA

CICI & CICA
bab 32



selang beberapa menit pelajaran pun dimulai dengan sangat fokus cici memperhatikan penjelasan guru di depan sementara.cica ia begitu sangat tak fokus karena merasa kan pusing.bahkan melihat arah depan pun saja begitu seperti blur.


pelajaran pun berganti hingga beberapa jam.pelajaran pun di akhiri karena jam istirahat telah berbunyi.


genta yang melihat sang istri semakin pucat sontak membuat diri nya semakin khawatir dan menghampiri nya lalu mengajak nya untuk izin pulang dan kedokter namun lagi lagi cica menolak nya.dan selalu saja mengancam kesejahteraan jeck sehingga membuat genta tak dapat berkutik lagi.


"yasudah jika tidak mau tidak apa.sekarnag ayo kita ke kantin"ucap genta lembut


"tidak ah aku males.aku pingin di kelas saja"tolak cica dengan bermalas ia tidur di meja.


"baiklah aku akan di sini bersama mu"ucap genta duduk di sebelah sang istri


sementara cici n the genk mereka sudah pergi ke kantin.


sambil mengelus kepala sang istri.sesekali genta mencium kening sang istri dengan lembut.


"yank muka kamu tambah pucat tidak biassa nya,kamu pulang aja yaa"ucap genta lembut


"nggak mau,aku mau di sini"ucap cica tiba tiba mewek dan menitir kan air mata nya sehingga membuat genta terkejut padahal ia berbicara lembut dan tak membentak nya.


"yank kamu kok nangis,aku kan bicara lembut"ucap genta mengelap air mata sang istri.


"kamu jahat dari tadi menyuruhku untuk pulang saja,padahal aku kan tidak mau pulang"ucap cica terisak menangis.


"maaf kan aku,aku hanya khawatir sayang aku takut terjadi sesuatu padamu"ucap genta menciumi tangan cica yang sedari tadi ia genggam


"sudahlah kammu pergi saja jangan mengganggu ku tinggalkan aku sendiri".usir cica


"aku akan disini menemani kamu"ucap genta.


sementara di perusahaan ranendra.


brave tengah sedang bersantai karena pekerjaan nya sudah selesai dengan cepat.


"permisi tuan"ucap andrian


"ada apa?"tanya brave dingin.


"ini foto yang tuan ingin kan"ucap andrian menyerah kan


brave pun menatap foto itu dengan sorot mata tak dapat di arti kan.


"katakan apa informasi yang kau dapat tentang pria ini?"tanya brave dingin


"tuan dave adalah seorang anak konglomerat dari pasangan tuan dery dan nyonya fina.dan tuan dave sendiri sering berganti wanita setelah ia merebut kesucian nya bahkan ada banyak wanita hamil karena nya dan tuan dave juga sering bermain dengan banyak seorang pelacur."ucap andrian panjang lebar


"apa dia tanggung jawab dengan banyak wanita yang dia hamili?"tanya brave


"tidak tuan,tuan dave tidak pernah mau tanggung jawab dan rata rata wanita yang di hamili tuan dave,mereka lebih memilih bunuh diri dari pada berurusan dengan dave karena status nya"ucap andrian


"baiklah terima kasih,kau boleh pergi.dan ingat saat jam pulang sekolah istriku kau bangun kan aku karena aku ingin menjemput nya"ucap brave


"baik tuan"ucap andrian berlalu pergi


brave pun memasuki kamar khusus nya yang berada di ruangan nya untuk sejenak beristirahat.


tak terasa bel masuk kembali pun berbunyi semua murid yang berada di kantin kembali kekelas nya masing masing begitu pun dengan cici n the genk nya


"woy mochi pindah lo dari bangku gue"usir cici


"lo duduk aja dulu di tempat gue,gue mau nememin cica disini"ucap genta


"hmmm"ucap cici tak mau mencari keributan dengan adik ipar nya.ia pun duduk bangku genta bersama rendy.


"haii cici,makin cantik aja"ucap rendy yang duduk di samping cici


"dari dulu juga gue cantik!bahkan dari gue masih di dalam perut"ketus cici duduk memunggungi rendy


sementara genta tak henti menatap sang istri yang sibuk bermain game di ponsel nya.


seketika cica pun menyimpan ponsel nya dan memegangi kepala nya.sehingga membuat genta langsung mode panik


"yank kamu kenapa?"tanya genta dengan khawatir


"kepala ku pusing yank"ucap cica terus memegangi kepala nya


"kita kedokter yaa sayang"ucap genta dan akhir nya cica pun menurut dan beranjak bangun dari duduk nya namun seketika kesadaran nya hilang.cica terjatuh pingsan


cici yang melihat nya pun langsung berlari menghampiri


"yank bangun yank ini gak lucu,jangan prank aku yank"ucap genta dengan penuh khawatir


"mochii adik gue beneran pingsan"khawatir cici


"ci lo yang bawa"ucap genta melempar kunci mobil nya.


"cepat ci kerumah sakit"ucap genta tanpa sadar meneteskan air mata nya.


cici pun dengan begitu sangat khawatir ia membawa mobil genta dengan ngebut.


"yank bangun dong jangan buat aku khawatir"ucap genta mengoyang kan tubuh cica sambip menangis


"mochi dari pada lu nangis mending lu telpon mama dan papa"ujar cici sambil fokus menyetir.dengan cepat genta pun langsung menelpon risma dan dinanto bahkan kedua orang tua nya juga.


selang beberapa menit mereka pun telah sampai di rumah sakit dan sudah ada dokter yang menunggu nya karena risma dan dinanto sudah dulu sampai.begitu pun dengan ami dan deni


dengan cepat dokter pun langsung membawa cica


"genta apa yang terjadi dengan menantu mama"tanya ami dengan khawatir


"tadi di kelas cica tiba tiba pingsan saat genta akan mengajak nya ke dokter"jawab genta sambil menatap sang istri dari jendela


tak lama dokter pun keluar.


"dok bagaimana dengan istri saya?"tanya genta dengan khawatir


"istri anda baik baik saja.dan apa anda sudah tahu jika istri anda sedang mengandung?"tanya dokter seketika membuat genta dan lain nya tercengang namun bahagia.


"dokter gak boong kan ama saya"ucap genta dengan ssnyum mengembang di bibir nya.


"saya tidak bohong pada anda,saya berkata jujur jika istri anda sedang mengandung dan usia nya dua minggu"ucap dokter yang ikut bahagia.


"yeyyy akhir nya gue jadi aunty"heboh cici dengan girang


"kita akan jadi nenek"ucap ami dan risma bersamaan dan berpelukan bahagia.


dinanto dan deni juga pun bahagia karena akan menjadi seorang kakek.


"dok apa saya boleh masuk?"tanya genta


"silahkan"ucap dokter berlalu pergi


genta dengan yang lain nya pun langsung masuk dengan senyum yang masih belum pudar.


"sayang"ucap genta menatas sang istri yang sudah sadar.


"yank terimakasih""ucap genta menciumi seluruh wajah cica


"untuk?"tanya cica


"karena telah mengandung anakku"ucap genta mengelus perut cica. sementara cica terkejut


"gak lucu bercanda mu mas.mana bisa aku hamil.kamu kan selalu menggunakan pengaman kalo berhubungan intim"ucap cica membuat mereka tertawakecil


"tapi waktu di hotel aku gak pake yank,aku lupa"ucap genta cengengesan.


"kita rawat sama sama ya baby nya.aku janji bakal jadi ayah yang baik dan bertanggung jawab"kesungguhan genta


"tapi kan aku masih sekolah masa sudah hamil mas"ucap cica


"yank ini titipan allah gak boleh nolak harus nya kamu bersyukur kita akan di beri momongan


dan untuk sekolah kan sebentar lai kita kan lulus"ucap genta dengan lembut


"baiklah aku senang dan aku akan menjaga anankku"ucap cica tersenyum membuat mereka ikut senang


"ca pokok nya lo gak boleh capek capek,kalau butuh sesuatu bilang ama gue.gue selalu siap sedia untuk lo dan ponakan gue"ucap cici yang kini menjadi aunty overprotektif


"yank kalau mau apa apa bilang sama aku aja jangan sama cicurut ya"ucap genta menciumi tangan sang istri


"paansihh"ketus cici mendorong pelan genta untuk minggir karena ia ingin mrndeti sang adik tercinta nya.


"ca terimaksihh yaa lo udeh buat ponakan buat gue dan gue akan jadi aunty"aenang cici menciumi pipi sang adik tanpa henti


"heyy jangan mencium istri gue ntar iler lu pada nempel"ucap genta asal mendapat timpukan tas cici


"ya allah semoga anak yang cica kandung tidak seperti bapak nya yang kampret somplak itu,dan semoga saja seperti aunty nya yang cantik ini.amin"doa cici membuat mereka tertawa.namun tidak dengan genta yang tak terima


"enak aja,gue yang cape cape bikin masa anak gue mirip lo yang bar bar,nakal nya gak ketulungan.ya gue gak setuju lah yang pasti akan mirip gue"ucap genta menyingkirkan cici yang beeada di dekat sang istri.


"bodo amat yang pasti gue akan terus berdoa supaya ponakan gue kagak kayak bapak nya"ketus cici seraya mengabari sang suami untuk segera datang.


"lo emang kampret yaa,doa in nya gitu amat"ucap genta greget dan menjitak cici. membuat mereka yang menyaksi kan nya tertawa


"bodoamat wlee"ketus cici menjulurkan lidah nya