
sampai di kamar cici langsung merebah kan tubuh nya yang lelah sementara brave tengah memasukan pakaian nya dan pakaian sang istri kelemari besar nya.
"sayang sudah biar kan aku saja yang membereskan"ucap cici masih setia berbaring.
"tidak apa biar kan aku saja.kau istirahat lah karena nanti malam kita tempur"ucap brave yang ternyata ada mau nya.
"tempur apaan?"tanya cici mengernyitkan dahi nya
"apa kau melupakan janji mu sayang"ucap brave seraya memasukan pakaian nya ke lemari.
"janji?"ucap cici kembali mengingat ingat.
"memang apa janji ku?"tanya cici.
"janji ingin memberikan aku anak setelah kau lulus sayang"ucap brave membuat cici menepuk jidatnya.
"ah iya"ucap cici cengengesan.
"apa kamu siap sayang nanti mmenjadi seorang ibu?jika beum siap aku tidak akan memaksa"tanya brave
"aku sangat siap sayang,justru aku tak sabar ingin memiliki anak dari mu"ucap cici tersenyum manis.
"apa mau kita mulai sekarang sayang?"goda brave yang kini telah usai dan ikut berbaring memeluk sang istri.
"hmm nanti saja malam,tidak enak jika terdengar di luar"ucap cici
"kamar ku kedap suara sayang"ucap brave dengan nakal tangan nya menyeludup masuk ke dalam pakaian cici dan memainkan py cici.
"tidak brave nanti saja"ucap cici mengecup sekilas bibir brave.
tak lama suara ketukan pintu pun terdengar.dengan cepat cici menyingkir kan tangan brave yang asik memain kan py nya.
cici pun beranjak bangun dan langsung membuka kan pintu.
"eh mama"ucap cici tersenyum.
"ini makanan untuk mu dan brave"ucap marisa meyerah kan nampan berisi makanan.
"terimakasih ma,maaf jadi merepot kan mama"ucap cici sopan.
"tidak kok sayang"ucap marisa.setelah itu ia berlalu pergi.
cici pun kembali menutup pintu nya dan duduk bersama brave saling menyuapi.
selang beberapa menit makanan pun habis kini mereka sedang melaksanakan salat duhur.
"suami idaman"ucap cici mencium tangan sang suami.
"istri idaman"balas brave mengecup kening sang istri yang tengah tertawa kecil.
setelah melaksanakan salat duhur tak lupa mereka melipat kembali sajadah dan mukena setelah itu mereka kembali berbaring untuk tidur siang.
"tak sabar aku menunggu malam"ucap brave membuat cici tertawa kecil
"lebay kamu sayang.memang nya nanti malam kita melakukan yang pertama kali,kita kan sudah berkali kali melakukan nya"ucap cici tertawa.
"tapi kan berbeda sayang,aku kan sering menggunakan pengaman.tapi malam nanti kan tidak,jadi aku memang tak sabar sayang.dan aku juga tak sabar ingin memiliki anak dari mu.jika allah berkehendak aku sangat ingin memiliki anak kembar"ucap brave mengerat kan pelukan nya pada sang istri.
selang beberapa menit mereka pun tertidur pulas saling berpelukan.
sementara di tempat lain risa tersenyum bahagia setelah mendapat cctv dari hotel dan akan memberikan bukti itu pada brave.
"kau harus menikahi ku brave"ucap risa tersenyum menyeringai.
lain hal nya di kediaman kusuma.
genta dan ali tengah menjadi korban ngidam nya cica yang meminta genta dan ali membersihkan selokan belakang tumah yang memang bau nya nauzubillah.
"ini sih seperti bukan ngidam.tetapi memang menyuruh karena selokan nya sudah banyak sampah"kesal ali menatap selokan kotor..
"udah kerjain aja nanti istri gue marah lagi"ucap genta langsung gasskeun membersih kan selokan
"hey kampret lo kok diem aja,cepat bersihin juga"ucap genta yang baru menyadari
gak ah bau"tolak ali.
"namanya juga selokan,kalau lo pengen wangi lo kasih aja minyak wangi"ucap genta asal.
"ogah ali gak mau"tolak ali
"gue kasih duit deh"ucap genta memang sangat peka jika ali harus lebih dulu di sogok
"gocap"ucap ali dengan semangat.
"buset"ucap genta
"goceng lah buat beli es"ucap genta.
"yasudah ali gak mau"ucap ali
"yaudah yaudah"kesal genta.
ali pun dengan semangat langsung membantu membersihkan sampah.
tak terasa selokan pun bersih dengan cepat ali pun menodong kan tangan nya meminta bayaran sesuai permintaan nya.
genta pun kembali masuk dan langsung ke kamar untuk membersihkan diri.
udai membersih kan diri genta pun menghampiri sang istri dan tak genti mengelus dan menciumi perut sang istri.
"anak ayah cepat besar dan sehat selalu"ucap genta menciumi perut
"mas aku lagi ingin"ucap cica menatap tubuh atletis genta yang hanya menggunakan bokser.
genta yang peka pun langsung menggendong sang istri keranjang dan terjadilah yang seharus nya memang terjadi pada pasutri halal.sehingga membuat genta kembali mandi kedua kali nya.
sementara di mansion herry.cici bersama marisa tengah asik membuat kue didapur dan selalu di ganggu oleh suami nya masing masing yang terus memeluk nya dari belakang.
brave dan herry benar benar sangat kompak mereka tak henti memeluk istri nya masing masing dan terus menciumi nya.
"heyy kalian ini bisa diam tidak"kesal marisa karena sulit beralih untuk mengambil sesuatu begitu pun dengan cici yang hanya pasrah sang suami memeluk nya dari belakang bahkan tangan brave yang bersembunyi di balik hijab tengah asik bermain dengan maianan favorite nya.
"mama sangat wangi,papa gak bisa lepas dari mama"ucap herry mengerat kan pelukan nya dan terus menciumi pipi sang istri.
"sayang juga sangat wangi sehingga membuat ku klepek klepek tak mau lepas"ucap brave membuat cici tertawa kecil.
marisa dan cici pun saling menatap dan tersenyum.
"malam ini gak ada jatah"ucap marisa dan cici bersamaaan
sontak membuat herry dan brave langsung melepas pelukan nya masing masing pada sang istri.
"kita tunggu di ruang utama"ucap herry menarik brave pergi.
marisa dan cici pun tertawa terbahak bahak ternyata ancaman jatah memang sangat ampuh membuat sang suami yang bandel menjadi menurut.
tak terasa kue pun sudah matang dan langsung di bawa ke ruang utama untuk di makan bersama.
"ayo dimakan"ucap marisa langsung di tarik herry untuk duduk di pangkuan nya.
begitu pun dengan brave yang juga menarik sang istri untuk duduk dipangkuan nya.
"suapin"manja brave bak anak kecil.
cici pun langsung menyuapi nya begitu pun dengan marisa yang juga menyuapi sang suami manja nya.
"sanagat enak"puji herry
"iya sangat enak"ucap brave sambil mengunyem tak henti.
usai memakan kue,tak terasa azan maghrib pun terdengar dan mereka pun melaksana kan salat bersama di ruang utama begitu pun juga dengan para pembantu dan penjaga mereka juga ikut bergabung salat berjamaah dengan pak lelo (satpam)sebagai imam nya.walau disini tuan nya adalah herry namun herry selalu menghargai yang lebih tua dari nya.