CICI & CICA

CICI & CICA
bab 64



"sayang aku mau bermain film"ucap Cici merengek.


"film azab ya?"tawa brave membuat Cici menatap nya datar.


"iya tidak apa apa tetapi kau ya, yang terkena sambat petir nya"ketus Cici.


tak terasa malam hari tiba di mansion / kediaman genta.


Genta bersama cica tengah asik mengobrol,sementara Kayla tidur di kamar ditemani pembantu.


"yank apa setelah nanti Kayla besar kamu ingin kuliah?"tanya Genta.


"setelah aku pikir pikir aku tidak mau kuliah mas"ucap cica.


"kenapa?bukan kah kamu sangat ingin kuliah?aku akan mengizinkan kok sayang"ucap Genta.


"aku hanya ingin menjadi ibu rumah tangga saja mas,aku ingin menjadi istri yang jika suami pulang aku ada di rumah untuk melayani dan mengurus anak"ucap cica membuat Genta tersenyum.


"kamu serius"tanya Genta.


"aku serius"ucap cica.


"baiklah aku tidak bisa memaksa"ucap Genta langsung menggendong sang istri untuk ke kamar.


sampai di kamar mereka langsung tercengang melihat ranjang bayi yang tak ada Kayla.


seketika mereka jadi panik melihat balkon terbuka lebar.


"mas anak kita dimana?...hiks...hiks"tangis cica.


"sun!!!!"teriak Genta.


namun sun tak kunjung datang.


"mas apa sun yang membawa anak kita"ucap cica sambil terisak menangis.


Genta pun langsung menelpon keluarga nya termasuk menelpon brave juga untuk meminta bantuan.


"kamu kerumah mama ya aku ingin melapor ke polisi atas penculikan"ucap Genta langsung berlalu pergi dengan penuh rasa khawatir pada Putri nya.


sementara di mansion herry.seluruh penghuni begitu sangat terkejut tak menyangka Kayla di culik.


"brave aku mohon temukan keponakan ku"tangis Cici.


"aku akan membantu Genta menemukan Kayla.sekarang ayo kita ke mansion genta"ucap brave.


mereka pun segera berangkat begitu pun juga dengan kedua orang tua Genta yang langsung otw untuk mencari Kayla.


skip


kini mereka sudah berkumpul di kediaman Kusuma.para wanita berusaha menang kan cica yang terus menangis sementara para pria tengah berusaha mencari keberadaan Kayla.


"apa mansion mu ada cctv"tanya brave.


"ada kak aku sudah memberi bukti cctv itu pada polisi bahwa pembantu ku sendiri yang menculik anakku dengan bantuan orang lain yang sengaja masuk melalui pintu balkon menggunakan tangga". ucap Genta terlihat jelas kekhawatiran terpancar di wajah nya.


sementara di sebuah apartement zenika begitu sangat bahagia tak sia sia ia menyuruh pembantu gadungan itu untuk menculik putri cica dan Genta.


"hahaha kalian kerja dengan bagus"tawa zenika seraya memberi uang pada sun dan pria yang juga membantu sun untuk menculik Kayla.


"Zen jangan lakukan ini,jika semua nya tahu kau yang menculik putri nya Genta maka kau akan menyesal.kau jangan main main dengan keluarga Kusuma,keluarga prawira,keluarga herry.apalagi jika kau sudah berurusan dengan tuan brave suami dari Cici kau akan menyesal seumur hidup"ucap stefani panjang lebar.


"tuan brave suami cici?bukan kah istri Genta itu bernama cica"heran zenika.


"haduh!!apakau tak tahu apa! kalau cici dan cica itu kembar mereka memiliki wajah yang sama"ucap stefani.


"berarti yang aku foto itu bukan istri genta"batin zenika merasa bodoh.


"Zen kembali bayi ini pada kedua orang tua nya"pinta Stefani.


"aku tidak mau! bayi ini untuk ku jadikan ancaman supaya Genta mau menjadi suamiku"ucap zenika dingin.


"aku akan menuduh mu juga jika aku tertangkap"lantang zenika masih terdengar telinga Stefani.


Stefani pun terus melangkah pergi tak ingin meladeni zenika.


"gawat nih kalau zenika membawa bawaku.aku harus segera memberi tahu Genta ini supaya aku tak kena dalam masalah ini"ucap stefani berlalu mengendarai mobil nya.


kediaman Kusuma.


cica terus saja menangis tak henti sehingga membuat mereka yang berusaha menenangkan juga ikut menangis tak tega.


"ma aku takut terjadi sesuatu pada anakku...hikss...hikss"tangis cica.


"tenang ya sayang,Kayla akan baik baik saja.genta,brave,papa mertua deni,om Herry dan polisi juga sedang mencari Kayla kita berdoa supaya Kayla cepat di temukan dan pelakunya cepat di tangkap"ucap mama Ami sambil terus menyeka air mata nya.


"Kayla sayang kau dimana nak....hikss....hikss....bunda sangat mengkhawatirkan mu sayang"lirih cica terus meneteskan air matanya.


tok


tok


tok


terdengar suara ketukan pintu dengan cepat cica langsung membuka nya karena ia pikir itu adalah suami nya.


"mas-"ucap cica langsung terdiam karena yang datang bukanlah Genta melainkan Stefani.


"cica gue tahu dimana anak lo"ucap stefani.


"dimana?? gue mohon beritahu gue"ucap cica.


"anak lo bersama zenika teman kampus Genta yang menyukai genta"ucap stefani.


"kurangajar! wanita pelakor itu!"amarah Cici.


"ini alamat apartment zenika.anak lo ada di alamat ini"ucap stefani memberi selembar kertas berisi alamat apartment.


"terimakasih"ucap cica langsung mengirim kan alat itu pada sang suami.


"apa Lo tadi melihat Kayla di apartement zenika?"tanya Cici.


"ya gue sehabis dari apartement zenika.gue lihat anak cica anteng anteng saja"ucap stefani membuat cica dan lain nya bernafas lega.


sementara Genta bersama lain nya termasuk juga polisi langsung putar arah menuju apartement zenika.


sesampai nya di apartement zenika.para polisi langsung berusaha mendobrak pintu yang sulit di buka.


didalam zenika begitu cemas karena Genta mengetahui lokasi apartement nya.dan pikirnya Stefani yang memberitahu ini semua.


pintu pun terbuka para polisi langsung menodong kan pistol sehingga sun pria yang membantu nya pun langsung mengangkat tangan.


jangan mendekat atau anak ini aku bunuh"ucap zenika mengarah kan pisau pada Kayla.


"Kayla aku mohon jangan lakukan itu,dia putri ku yang tak berdosa. jika kau tak suka dengan ku maka berurusan lah denganku jangan dengan putriku"ucap Genta memohon sambil terisak menangis takut akan terjadi yang tak diinginkan pada Putri mungil nya.


"apa mau katakan!"ucap brave dingin.


"aku mau Genta menikahi ku"ucap zenika.


"aku tidak akan mau menikah dengan mu aku sudah memiliki istri dan anak yang sangat aku cintai"ucap Genta.


"baiklah aku akan membunuh bayi mungil ini"ucap zenika.


"zenika aku mohon jangan"Genta semakin terisak menangis.


dengan cepat tanpa aba aba polisi pun langsung menembak lengan zenika sehingga pisau yang di genggam zenika jatuh.


dengan sigap brave langsung mengambil pisau itu.


melihat zenika yang tak memegang benda tajam.genta pun langsung merebut putri nya dan tak lupa menampar keras zenika.