CICI & CICA

CICI & CICA
bab 51



setelah kepergian brave Cici pun langsung mengunci pintu dan terisak terduduk di lantai sambil menyender di ranjang.walau pun ia percaya pada sang suami tetapi ia juga sangat hancur hati nya suaminya di tuduh menghamili Risa.


"kenapa harus ada Risa!!!!dalam rumah tangga ku....hikss....hikss"tangis Cici membenam kan wajah nya pada lutut nya.


tak terasa malam hari tiba Cici masih setia di kamar dan makanan yang di bawakan Marisa pun tak ia makan.ia terus saja melamun di balkon.


"sayang ayolah di makan,nanti kau bisa sakit"ucap Marisa dengan lembut membujuknya


"Cici tidak lapar ma"tolak Cici.


Marisa pun pasrah dan melangkah keluar bersamaan dengan sang suami


tak lama brave pun datang,dan menatap makanan yang belum Cici makan sama sekali


"sayang"ucap brave lembut memeluk Cici dari belakang.


"ada apa?"tanya Cici.


"kok makan nya belum di makan"ucap brave


"aku tidak lapar brave"ucap Cici.


"sedari siang kau belum makan sayang"ucap brave menuntun Cici untuk duduk.


"aku suapi ya sayang,sekarang buka mulutnya"ucap brave


"aku tidak lapar brave"tolak Cici


"kau harus makan sayang nanti kau sakit"ucap brave


"aku bilang tidak lapar!!!ya tidak lapar!!! jangan memaksa ku untuk makan!!!!!"ucap Cici lantang sehingga membuat brave terdiam seketika.


"maaf"lirih Cici langsung berlalu pergi keluar kamar.


brave pun langsung mengejar sang istri yang berlari hendak keluar


"sayang kau mau kemana"tanya brave mencekal tangan Cici


"untuk sementara aku ingin tinggal bersama mama,sampai kau membukti kan jika kau tak bersalah"ucap Cici menyingkirkan tangan brave.


"kau bilang kau percaya padaku tapi kenapa kau pergi meninggalkan ku"ucap brave terisak menangis.


"aku memang percaya padamu brave,tapi aku juga butuh waktu untuk sendiri menenangkan hatiku"ucap Cici terisak menangis.


"brave biar kan Cici,dia butuh waktu menenangkan hati nya"ucap Marisa memang sangat pengertian.


"aku antar ya sayang"ucap brave.


"tidak usah,aku sendiri saja"ucap Cici mencium tangan brave dan kedua mertua nya


ia pun berlalu pergi dari kediaman Herry.


sambil menangis Cici terus melaju kan mobil nya.


"maaf kan aku brave,aku butuh untuk sendiri"ucap Cici terisak menangis.


sementara di kamar brave juga sama hal nya menangis seperti cici.ia begitu tak bisa tak ada Cici di samping nya.


tak butuh waktu lama Cici pun sampai di kediaman Kusuma,dengan perlahan Cici mengelap air mata dan berusaha tersenyum.setelah tenang Cici memasuki rumah dan terlihat lah sang mama dan sang adik,dan juga adik ipar nya.


"mama"ucap Cici tersenyum langsung berhambur memeluk Risma


"Cici rindu mama"ucap Cici manja.


Cici pun beralih memeluk cica "bagaimana kabar Lo dan ponakan gue"ucap tanya Cici mengelus perut cica yang sudah membulat.


"sangat baik"ucap cica.


"apa mochi menjaga mu sangat baik?"tanya Cici


"tentu"ucap Genta


"gue gak nanya lo"ketus Cici.


"apa Genta menjagamu dengan baik dan menuruti mu"tanya Cici pada sang adik


"mas mochi menjaga ku sangat baik tapi mas mochi jarang menuruti keinginan ku saat sedang mengidam"ucap Cica


Cici pun menatap tajam adik ipar nya.


"kenapa Lo gak turutin adik gue lagi ngidam,dan di perut nya ada anak Lo!"ucap Cici dengan galak nya.


"gimana gak nurutin ci,masa gue di suruh menjitak kepala orang botak"ucap Genta membuat Cici membelalakkan matanya.


"Halah dasar saja kau tidak berani!"ketus cica pada sang suami.


"dia orang tua,mana aku berani"ucap Genta.


"tapi kan aku hanya meminta seperti itu hanya sekali,coba di jeck hampir setiap hari aku turuti"ketus cica membuat sang suami cengengesan


"sudah sudah jangan ribut lebih baik kalian istirahat lah ini sudah larut malam"ujar Risma.


"iya ma"ucap pasutri langsung berlalu pergi


"ah iya ci,dimana suamimu??"tanya Risma.


"brave tidak ikut ma,karena besok brave ada meeting penting di kantor nya"ucap Cici berbohong.


"ohh,yasudah kau istirahat lah"ucap Risma


"aku mau tidur sama mama boleh kan"tanya Cici manja.


"hmm baiklah"ucap Risma mencubit gemas pipi cici.


sementara di kamar Cica langsung membaring kan tubuh nya di kasur dan memejam kan mata nya karena ia tahu jika Genta akan meminta nya untuk memanja kan jeck karena kemarin hari libur jeck.


tak lama Genta pun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan boxser saja.ia pun ikut berbaring memeluk sang istri


"sayang jangan tidur dulu,kita manjain jeck dulu"ucap Genta dengan manja.


"nasib gue punya laki mesum, si mochi"batin cica


"sayang"ucap Genta mulai merengek


"apaan sih mas,aku ngantuk"ketus cica.


"ayolah sayang"rengek Genta.


cica pun membuka matanya dan menatap tajam sang suami.


"mau aku potong si jeck"ucap cica dengan garang nya.


"yaudah tidurlah"ucap Genta langsung menutupi tubuh nya dengan selimut.