
keesokan hari nya cici terbangun dari tidur nya dan menatap sang suami yang masih setia tidur memeluk nya.cici pun tersenyum sambil mengelus pipi dan memainkan hidung sang suami.dan sesekali cici mencium bibir brave.
"saat tidur saja kau masih terlihat sangat tampan"ucap cici tak henti zmenatap wajah tampan sang suami.
"sudah puas memuji ku?"ucap brave membuka mata nya membuat cici blusshing.
sayang aku mau lagi"ucap brave manja dan mengerat kan pelukannya.
"sayang aku masih lelah,tubuh ku seperti remuk"ucap cici
"hanya sebentar sayang,supaya sikecil cepat tumbuh di perut mu"ucap brave seraya mengelus perut datar cica.
"hmm baiklah sayang"ucap cici tersenyum manis.
brave pun langsung menindihi cici dan terjadi lah sesuatu yang nikmat pada pasangan suami istri.
sementara di kediaman kusuma ccica tak henti tertawa melihat sang suami yang memegangi si jeck yang kesakitan.
"sayang bercanda mu tidak lucu,bagaimana jika jeck masuk rumah sakit"ketus genta meringis kesakitan karena si jeck di pukul oleh cica menggunakan botol karena salah genta yang tak mau kunjung bangun dari tidur nya.
"hahaha maaf kan aku suamiku"ucap cica sambil tertawa.
"kau harus tanggungjawab sayang"ucap genta.
"caranya?"tanya cica.
"kau harus manjakan si jeck"ucap genta terasenyum manis.
"halah itumah mau kamu"ucap cica memukul genta dengan bantal nya dan berlalu pergi keluar kamar.
"sayang kau harus tanggungjawab"teriak genta
cica pun tak memperduli kan nya dan melangkah menghampiri sang mama yang tengah memasak.
"ma cica bantu ya"ucap cica hendak memegang pisau namun sudah dulu di cegah risma.
"tidak sayang kau duduk saja nanti kau kecapean,lagian juga sudah ada pembantu yang memasak"ucap risma menuntun putri nya untuk duduk.
"kau sedang hamil jadi fokus lah pada kesehatan"ucap risma melanjutkan masak nya.
taklama genta pun datang menghampiri sang istri yang tengah mengemil.
"kau saja yang minum,aku tidak mau"ucap cica
"kau harus minum susu sayang supaya kau dan anak kita sehat selalu"ucap genta seraya mengelus perut buncit sang istri.
"aku tidak mau,kau saja"ucap cica
kalau aku kan sudah sering meminum susu"ucap genta menatap dua dada cica yang semakin berisi karena ulah genta.
plakk!
cica memukul lengan genta
"jaga ucapan mu,lihatpah ada mama dan pembantu"kesal cica.sementara genta tertawa.
"sayang aku lapar"ucap cici manja.
"baiklah aku akan mengambil kan makan untuk kita"ucap berave seraya memakai kembali pakaian nya dan berlaku keluar kamar.sementara cici masih setia di kasur dengan tubuh polos nya hanya berbalut selimut.bagaimana tidak brave yang melarang nya untuk tak mengenakan apa apa walau sehabis mandi.
brave kau membuat badan ku remuk"ucap cici meregangkan otot nya.
sampai di bawah masrisa dan herry pun menatap heran putra nya yang datang tak bersama menantu kesayangan nya.
"dimana cici?brave"tanya marisa.
"cici ada di kamar ma,brave tak mengizinkan nya keluar kamar sehari"ucap brave membuat marisa dan hery saling menatap.
"kenapa?"tanya marisa.
"mama kepo"ucap brave berlalu pergi setelah mengambil makan.
"pa jangn jangan brave dan cici akan kasih kita cucu"ucap marisa
"mungkin saja ma karena tidak biaasa nya brave mengurung cici dikamar"ucap herry.
semoga saja cucu kita cepat hadir"ucap marisa.
"iya ma semoga saja"ucap herry