
tak terasa tepatnya hari senin adalah hari twins dan genta ujian kelulusan.di setiap malam mereka begitu antuasias belajar untukmendapat kan nilai terbaik di ujian kelulusan nya.
pukul 10.00 merek sudah pulang sekolah.yahh taulah waktu ujian sangat lah cepat.
hari pertama ujian membuat sudah membuat twins fan genta mumet,bagaimana tidak awal ujian sudah di beri soal mtk.apalagi mereka bertiga memang bodoh.hanya genta sajalah yang lumayan sedikit pintar.
usai berganti pakaian nya dengan lelah cica pun membaring kan tubuh nya di atas sofa panjang sambil menonton tv.
"mas"panggil cica
"hmm"saut genta hanya berdehem saja dan fokus pada ponsel nya memain kan game
"mas"panggil cica lagi
"hm"saut genta masih berdehem.padahal ia tahu kalai sang istri tidak suka jika di panggil hanya berdehem saja
"mas"panggil cica lagi dengan perasaan kesal
"hmm"
"kamu bisu atau apa hah?!!dari tadi aku panggil hanya beedehem saja!!!apa kau tidak bisa bicara hah!"ngegas cica yang kini sudah berdiri menatap marah genta.
genta pun langsung menyimpan ponsel nya
"ada apa sayang"tanya genta dengan lembut sambil cengengesan
"tidak jadi!"ketus cica tadi nya ia ingiin meminta genta untuk membeli kan sate karena dirinya tengah mengidam.
cica pun duduk dan fokus menonton dan genta langsung menghampiri sang istri yang marah pada nya.
"yank maaf kan mas"ucap genta manja memeluk sang istri dan tak henti menciumi wajah sang istri
"apaan sih udah sono main game aja gausah meladeni aku yang lagi mengidam"ketus cica menyingkirkan genta yang memeluk nya
"kamu ngidam apa sayang katakan pada mas"ucap genta lembut
"tadi iya sekarang udah nggak! udah gak mood!! apalagi liat kamu!!!"ketus cica kesal dan berlalu pergi mengambil kunci mobil nya.
"yank kamu mau kemana"tanya genta menahan tangan cica
"gausah kepo"ketus cica menyingkir kan tangan genta dan berlalu pergi.
huh!
genta pun kembali berbaring dan melanjut kan main game nya.
keluar dari kamar cica pun melewati ruang utama yang terdapat keluarga nya tengah aaik mengobrol.
"ca kamu mau kemana?"tanya risma
"korea"ucap cica asal seraya menyalami kedua orang tuanya
"ngaco kamu ini"ucap dinanto tak percaya
"ma pa kalau mochi cari aku bilang aja aku di culik ama bang minho di bawa k korea"ucap cica berlalu pergi setelah mengucap kan salam.
"hadehh pasti tuh mochi bikin adik gue kesal"ucap cici menggelengkan kepala nya.
sampai di bagasi cica memasuki mobil nya dan menunggu dua menit berharap genta datang mencegah nya untuk tidak pergi namun nihil genta tak kunjung datang,justru genta tengah asik dengan game nya.kan ogeb buka?
"dasar gak peka banget sihh!gue kan cuma pura pura ingin pergi dan ingin di cegah,tapi ini mah boro boro nyegah mengejar gue aja nggak"kesal cica melaju kan mobil nya menuju tempat tujuan nya yaitu rumah mama dan papa mertua.
sepanjang perjalanan cica tak henti mengoceh unfaedah dirinya begitu sangat kesal pada suami nya yang beberapa hari ini selalu tak memperhati kan nya selalu aja fokus pada game nya.
"awas aja lu mochi,gue gak mau kasih kesejahteraan si jeck"ucap cica kesal sambil memukul setir nya.
seketika ada seekor kucing melintas di tengah jalan dan sontak membuat cica berhenti seketika.
"haduhh tuh kucing pengen banget ya bikin gue dosa nabrak lu"kesal cica keluar menghampiri kucing yang tadinya berjalan malah berhenti di tengah jalan.
"wow kucing anggora"ucap cica terpukau melihat kucing depan nya yang begitu sangat menggemas kan dan lebat bulu nya.
"kucing siapa ini"ucap cica menatap kanan kiri yang sepi
"ah sudahlah lebih baik aku bawa dan pelihara nih kucing"ucap cica menggendong kucing abu abu itu dan membawa nya ke mobil
"baiklah sayang kau duduk baik baik disini"ucap cica menyimpan kucing itu duduk di sebelah nya.
cica pun kembali melaju kan mobil nya menuju rumah mertua nya.
"sayang"panggil genta
tak ada sautan dari cica
"kemana istriku"ucap genta beranjak bangun dan melangkah keluar dari kamar nya menuju ruang utama dan mendapat tatapan sini sang kakak ipar tercinta.
"idih si mochi baru nongol"ketus cici sinis
"diem lu"ketus genta menghampiri mertua nya.
"ma cica dimana?"tanya genta serius
"cica di culik sama bang minho di bawa ke korea"ucap dinanto membuat genta seketika tercengang
"pa ini gak lucu"ucap genta tak percaya.dan genta pun tak tahu tuh siapa bang minho
"terserah kau saja"ucap dinanto santai
"siapa yang minho itu pa katakan pada genta kenapa dia berani sekali culik istriku"genta mode panik sementara yang lain nya menahan tawa nya.
"dimana tanggung jawabmu genta.istrimu di culik kau tidak tahu"ucap brave menahan tawa nya.
"jika terjadi sesuatu ama adik gue dan ponakan gur lo harus tanggung jawab mochi!"ucap cici berpura sedih.
"ma pa ayo kita cari cica kalau perlu ke korea"cemas genta tanpa sadar ia menangis.
"ciahh nangis hahahaa"batin cici tertawa
"bodoamat mama dan papa gak mau tahu kamu cari sendiri dan harus temui cica"ucap risma menahan tawa nya.
tanpa berkata genta pun mengambil kunci mobil nya yang menggantung di ruang utama.
"eitss apa kau melupakan sesuatu"ucap risma mencegah menantu nya pergi
"aku tak melupakan sesuatu ma.aku ingin mencari cica"ucap genta berusaha untuk pergi namun tangan nya di cekal mama mertua tercinta
"apa kau ingin mencari cica seperti ini hanya menggunakan bokser?"tanya risma
"ah iya aku lupa.ah bodo amat yang terpenting cica ma"ucap genta langsung berlari menuju mobil nya.
sesampai di kediaman prawira.kedatangan cica di sambut ramah oleh para pelayan
"dimana mama dan papa?"tanya cica seraya duduk dikursi
"nyonya dan tuan akan segera datang"ucap kepala pelayan dengan ramah
tak lama ami dan deni pun datang dan dengan mewek cica pun berhambur memeluk mama mertua.
"sayang kau kenapa"tanya mama ami dengan lembut
"mochi ma"tangis cica
"kenapa genta? apa dia menyakiti mu"tanya mama ami
"beberapa hari ini mochi tak pernah memperhati kan cica.bahkan saat cica tengah mengidam mochi tak pernah peka dengan keinginan cica.seperti tadi aku ingin memakan sate tapi saat aku panggil mochi untuk menyuruh nya tapi mochi selalu fokus bermain game terus"ucap cica mengadu, terisak menangis.
"emang tuh anak bikin marah mama aja.udah tau istri nya sedang hamil dan mengidam dia malah tak memperhati kan nya"kesal mama ami pada putra nya.
"sekarang cica mau apa,papa akan beli kan"ucap deni dengan lembut
"cica lagi ingin makan sate ayam pa"ucap cica masih terisak menangis di pelukan mama mertua yang sangat menyayangi nya
"baiklah papa akan belikan yang banyak buat cica"ucap deni berlalu pergi untuk membeli sate.
ami pun menuntun cica untuk duduk.
"apa genta tahu kamu kesini?"tanya mama ami
"tidak ma"jawab cica
"baiklah sekarang cica minum dulu biar tenang"ucap mama ami memberikan cica minum.
dengan haus cica pun meneguk nya tanpa sisa.
"ah iya ini kucing siapa?"tanya mama ami mengendong kucing gemas itu
"ntah lah ma,cica menemukan nya di jalan dan cica membawa nya dan akan mengurus nya"ucap cica