
dengan penuh amarah dave pun langsung menelpon andrian untuk menjemput nya.
tak butuh waktu lama andrian pun audah datang dan menunggu nya di luar.
dengan tatapan sorot mata marah brave pun melewati mertua dan adik ipar nya yang tengah di ruang utama.dan tak memperduli kan sang mama mertua bertanya.
"cepat antar kan aku dimana putra tuan dery berada"ucap brave dengan dingin
"baik tuan"ucap andrian
sementara di kediaman kusuma meresa heran dan merasa ada yang tidak beres.
"ma kalau gitu cica temui cici"ucap cica berlalu ke kamar sang kakak yang berada di lantai atas.
tok tok tok
"ci ini gue cica"ucap cica mengetuk pintu.
tak lama cici pun membuka pintu nya dan alangkah terkejut nya melihat mata cici yang lembam dan dengan isi kamar yang berantakan.
"ci lo kenapa?"tanya cica dengan khawatir.dan memasuki kamar cici.
tanpa berkata cici pun langsung memeluk cica dan terisak menangis.
"bilang ama gue lo kenapa?"tanya cica lembut.
"gue takut ca gue takut hikssss hiksss"tangis cici
"takut dengan siapa ci"
"dave ingin memperkosa ku lagi,hikss!!!hikss"
"dave?"
"iya ca"ucap cici langsung menceritakan kejadian tadi yang dia alami.dan alangkah terkejut dan marah nya saat mendengar nya.
"kurangajar! memang si mesum itu"kesal cica
"ca,apa brave ada di luar"tanya cici yang merasa bersalah karena mengusir nya dari kamar
"kak brave tadi pergi dengan andrian dan saat mama tanya kan brave tak menjawab nya dan langsung berlalu pergi dengan tatapan seperti marah"ucap cica
"aku harus mencegah nya sebelum terlambat"ucap cici dengan cemas berlari keluar dari kamar nya menuju ruang utama
"mochi tolong lacak keberadaan brave dari ponsel gue dan lo okut gue sekarang"ucap cici
"gue ikut ci"ucap cica
"tidak usah lo di sini aja"ucap cici berlalu pergi diikuti genta.
"gue yang bawa mobil nya dan lo fokus lacak keberadaan brave"ucap cici langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi sehingga membuat genta terkejutt dan ketakutan karena cici menyelip diantara mobil besar.
"curuttt jangan ngebuttt!!!!!!lo kalo mau mati jangan ngajak ngajak gue!!!!"teriak genta
"tenang aja gue mantan pembalap"ucap cici berbohong
"heyy curuttt turunin kecepatan nyaa!!!!jangan buat nyawa gue melayang!!!!gue akan punya anak.kasian anak dan bini gue kalo gue tinggalin!!!!!!turunin kecepatan nya curutttt"teriak genta.
sesampai di club brave langsung memasuki club diikuti andrian.
dengan tatapan penuh amarah brave pun mencari keberadaan dave.
"itu tuan"ujar andrian menujuk keberadaan dave yang tengah menikmati minuman mabuk nya di temani banyak wanita seksi.
brave pun langsung menghampiri dave menari kerah dave dan mengahar nya dengan penuh amarah
BUGHHHH!!!BUGHHH!!BUGHHH
semua orang yang menyaksi kan pun tak berani mendekat
"brengsekkk! siapa kauu! berani sekali menghajarku!!"marah dave yang terkapar di lantai dengan darah yang keluar dari bibir nya
"aku brave suami dari cici.kau sudah kurangajar ingin memperkosa istriku!!!!"dingin brave dengan amarah memuncak kembali mengahajar dave
"akan ku lenyap kqn brengsekkk!"amarah brave ingin menembak pistol nya pada dave
"aku tidak mau mempunyai suami seorang pembunuh"ucap cici dingin yang baru saja tiba
seketika brave pun langsung menyerah kan pistol nya pada andrian untuk menyimpan nya.
"sayang"lirih brave menatap sendu cici
"jangan pernah membunuh siapapun walau dia salah,aku tidak mau kau menjadi pembunuh"ucap cici dengan lembut
"andrian penjarakan pria ini dan pastikan membekam di penjara selamanya"ucap brave
"baik tuan"ucap andrian langsung membawa dave yang tak berdaya.
cici pun keluar dari club itu diikuti brave.
mereka pun meninggal kan club itu menuju pulang.
tak butuh waktu lama mereka pun sampai di kediaman kusuma.cici pun berlalu kekamar nya diikuti brave.sementara genta tengah menceritakan kejadian itu pada mertua dan istri nya.
"bersihkan diri kamu dulu"ucap cici.
brave pun berlalu ke kamar mandi untuk membersih kan diri sementara cici ia merapih kan kamar nya yang berantakan.
selang beberapa menit usai brave yang hanya mengena kan handuk ia pun mengahampiri sang istri yang tengah berdiri di balkon.
dengan lembut brave pun memeluk nya dari belakang.
"maaf kan aku sayang"ucap brave dengan lembut
"aku sudah memaaf kan mu"ucap cici berbalik menatap brave lalu memeluk nya.
"aku janji tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi"ucap brave menciumi seluruh wajah sang istri tercinta.
"baiklah sekarang ajari lah aku"ucap cici membuat brave mengernyit kan dahi nya
"aku minta padamu ajari aku pelajaran ipa karena besok adalah mata pelajaran ipa dan aku tidak pernah mengerti pelajaran nya"ucap cici dengan melas sehingga membuat brave gemas dan mencium bibir nya sekilas.
"baiklah ayo aku akan membimbingmu hingga bisa"ucap brave