CICI & CICA

CICI & CICA
bab 29



dengan sangat dingin brave langsung bertanya"ada apa??jika tidak penting keluar!"to the point


"saya ingin memberikan tuan kopi"ucap risa dengan sopan


"oh.simpan saja di meja dan lain kali tidak usah membawakanku kopi lagi karena aku hanya meminum kopi buatan andrian"ucap brave sederhana namun sesak di dada wk


"baik tuan"ucap risa seraya menyimpan kopi dan dengan sengaja memperlihatkan belahan dadanya.namun jangan kan mengucapkan terima kasih.melirik pun tidak.brave hanya fokus pada berkasnya


"cepat keluar saya sedang sibuk!"tegas brave


risa pun keluar dari ruangan brave dengan perasaan yang sangat kesal dan marah bercampur aduk.


setelah selesaii dengan berkas nya brave pun mengambil sesuatu di laci meja nya yaitu sebuah bingkai dengan foto ssang istri tercinta yang ia cetak tadi pagi saat sang istri sudah mulai berhijab


"aku merindukanmu"ucap ucap brave mengelus foto itu


tak terasa waktu terus bergulir kini jam pulang sekolah pun tiba.sambil menunggu jemputan cici pun duduk di sebuah halte depan sekolah.tak lama mobil genta pun datang menghampiri cici


"ci bareng kita saja jika kak brave lama"ujar cica


"gue lagi nunggu jemputan andrian karena gue ingin kekantor brave"ucap cici membuat cica langsung keluar dari mobil


"gue ikut yaa.gue pengen tau kantor kak brave"ucap cica dengan antusias.


"gue sihh sok aja"ucap cici santai


"yank aku gimana"tanya genta yang di mobil


"sono kamu pulang duluan saja aku ingin ikut cici kekantor kak brave"ucap cica


"baiklah"pasrah genta berlalu pergi


tak lama andrian pun datang twins pun memasuki mobil mewah brave.dan dengan kecepatan sedang andrian melajukan mobil brave.


tak butuh waktu lama mereka pun telah sampai di kantor brave.twins yang melihat kantor brave pun begitu terpukau besar,mewah dan bagunya perusahaan/kantor milik brave


"ci laki lo emang bener bener sultan"puji cica


"siapa dulu laki gue gituloh"ucap cici dengan sombongnya.


" nona cici nona cica kalau gitu nona masuk saja duluan saya di suruh tuan brave untuk membeli makanan di kantin sebelah"ucap andrian


"baiklah"ucap cici.andrian pun berlalu pergi


"ayo ci masuk"ucap cica dengan semangat


"cusss"ucap cici


mereka pun memasuki kantor brave dan menanyakan ruangan brave pada resepsionist.


"apa sebelum nya ada janji nona?"tanya wiwi ramah


"hmm saya tidak ada janji sih tapi brave sudah tahu kalau saya akan berkunjung"ucap cici membuat wiwi langsung peka jika cici bagian dari tuan nya karena hanya orang terdekat dan keluarganya saja yang boleh memanggil brave tanpa ada kata tuan


"baiklah non kalau gitu nona duduk di kursi tunggu.saya akan memberi tahu tuan brave"ucap wiwi dengan ramah


"hmm baiklah"ucap cici seraya duduk bersama cica


tak lama seorang wanita seksi bak gitar spanyol pun melangkah menghampiri twins dengan gaya elegannya


"busett itu ** gamuat apa sampe keliatan gitu"gumam cici memperhatikan pakaian seksi risa yang sangat jelas memperlihatkan setengah dadanya.


sampai di hadapan twins risa pun menatap twins dar baeah hingga atas


"ada perlu apa kalian keperusahaan besar tuan brave?"tanya risa dengan sinis nya


"saya ingin bertemu brave"ucap cici


"lancang sekali kau memanggil tuan brave tanpa ada kata tuan"ucap risa dengan sorot mata marah


"lah emang kenapa brave nya saja tidak masalah kok anda yang repot"ucap cici dengan santainya


"pergi kalian dari sini saya tahu pasti kalian mau menjual diri pada tuan brave"ucap risa tanpa dosa


"beuhh tuh mulut minta di gampar.enak banget ngomong kita menjual diri.ada juga situ yang sengaja memakai pakaian seksi untuk menggoda brave!!"ucap cici dengan amarah


"wahhh lo bener ci,gue sudah mulai mencium aroma aroma pelakor nihh"ucap cica asal


"gak lucu kampret lo pikir lo roy kiyoshi"ucap cici menjitak sang adik


"heyy mba sampai kapanpun mba menggoda brave.brave tidak akan tertarik dengan tubuh mba"ucap cici dengan sinisnya


"kurangajar!"marah risa ingin menampar cici dan menarik kerudung cici hingga berantakan di bagian luarnya saja


plakkkk


cica menampar keras risa hingga membuat para karyawan bertepuk tangan.ya karena memang semua kariayawan di kantor tidak ada yang menyukai risa yang selalu bersikap sombong


"berani sekali kau menamparku brengsek!!"marah risa hendak membalas namun sudah dulu tangannya di singkirkan oleh wiwi


"tidak bisa kah kau bersikap ramah dan sopan pada tamu!"ucap wiwi marah


"kau jangan ikut campur dengan urusanku!"seru risa


"kau begitu sangat tidak tahu diri ya,kau disini hanya karyawan biasa jadi bekerjalah dengan tenang dan jangan mengganggu tamu tamu tuan brave!"ucap wiwi menatap tajam risa


tak lama brave pun datang dan melihat sang istri dengan kerudung yang berantakkan dan luka goresan kecil di wajah karena kuku risa sehingga membuat sedikit berdarah.


dengan perasaan khawatir brave langsung berlari menghampiri cici dan langsung memeluknya dan membuat para karyawan melongi seketika


"sayang kenapa kau bisa seperti ini dan luka ini siapa yang berani melukaimu katakan padaku"ucap brave memeluk erat cici dengan wajah khawatir


tak lama andrian pun datang membawa bingkisan makanan


"dia sayang yang membuat ku seperti ini"ucap cici manja seraya menunjuk risa


"iya kak,si mba pelakor itu yang membuat kerudung cici berantakan dan juga mencakar wajah cici dengan kukunya"ucap cica dengan kesal


dengan sangat murka dan tak bisa menahan amarah brave pun dengan sangat keras langsung menampar risa hingga risa meringis kesakitan


"lancang sekali kau melukai istriku!"ucap brave dengan dingin sementara para karyawan begitu sangat terkjut brave susah memiliki istri yang masih sekolah smk.


"sa-ya tidak melukai nya tuan"ucap risa tak mengakui kesalahannya


"andrian!"teriak brave


"iya tuan?"ucap andrian


"pecat wanita ini dan pastikan di perusahaan lain tidak ada yang mau menerimanya!"ucap brave dingin


"dan usir wanita ini sekarang"ucap brave.satpam pun langsung mengusir risa dengan paksa dan kasar


"dengarkan baik baik dia adalah istri saya dan siapa saja yang mencegah istri saya datang kekantor ini ataupun menyakiti istri saya.saya pastikan orang itu akan bernasib seperti wanita tadi bahkan lebih dari itu"ucap brave dengan dingin dan tegas


brave pun membawa sang istri ke ruangannya diikuti cica yang mengintil


sampai di ruangan brave langsung mengobati dengan telaten luka cakaran di wajah sang istri.


"apa sudah membaik"tanya brave seraya merapikan kerudung sang istri


"sudah brave"ucap cici tersenyum manis.


"brave ruangan mu sangat bagus dan mewah bahkan ada kamar khusus"ucap cici terpukau menatap sekeliling


"sultan gitu loh"ucap cica msmbuat brave terkekeh


"kau boleh kok sayang setiap hari berkunjung ke sini"ucap brave seraya menciumi tangan cici


"benarkah? aku boleh datang kesini lagi?"ucap cici girang


"iya sayang.karena kantor ku kantor mu juga"ucap brave tersenyum


"terima kasih"ucap cici memeluk brave dan mencium sekilas bibir brave


"yaelah ci lo maen nyosor aje kayak soang"ucap cica bagai kambing conge


"irii bilang boss"ejek cici malah kembali mencium brave dan memperdalm nya saat brave membalasnya


"gue gak iri kampret.emang gue gak bisa apa kayak lo?!bisa kali nanti gue sama si mochi"ketus cica memalingkan wajah nya tak ingin melihat tontonan dewasa.


"sayang kita lanjut di kamar itu atau kita dirumah saja"tanya brave yang sama sama bergairah seperti cici


"kita lanjut di rumah saja ya brave sayang"ucap cici dengan manja.


"ayo kampret kita pulang"ucap cici pada sang adik


mereka pun melangkah keluar dari ruangan ceo menuju lift yang terhubung ke parkiran mobil khusus ceo


sampai di depan mobil nya brave pun langsung membukakan pintu untuk sang istri.


"kak cica nya dong di bukain pintunya"ucap cica


"gausah brave"saut cici yang berada di dalam mobil


"dasar kampret!"ketus cica langsung memasuki mobil brave begitu pun dengan brave.ia pun langsung melajukan mobilnya menuju pulang