CICI & CICA

CICI & CICA
bab 59



malam hari tiba di mansion Herry.


Cici terus merengek pada sang suami untuk meminta dirinya tidur bersama marisa.namun brave tidak mengizinkan nya karena brave sangat tidak bisa tidur tanpa istrinya.


"sayang aku ingin tidur bersama mama"rengek Cici


"aku tidak mengizinkan.aku tidak bisa tidur tanpamu sayang"ucap brave terus mencium seluruh wajah sang istri.


"tapi ini keinginan baby aku tidur bersama mama"ucap Cici.


"keinginan baby ya?baiklah kalau gitu tidak apa kau tidur dengan mama."ucap brave membuat Cici tersenyum senang.


"tapi esok-"ucap brave membisikkan sesuatu pada Cici supaya para pembaca tak mendengar nya.


"bagaimana"ucap brave setelah membisiki sesuatu pada Cici.


"kau ini ada ada saja"tawa Cici.


"mau ya"ucap brave yang juga tertawa.


"hmm baiklah suami ku tercinta apapun mau mu aku akan menuruti"ucap Cici mencium sekilas bibir sang suami dan berlalu melangkah pergi dari kamar menuju kamar mama mertua.


sampai di kamar Marisa dan herry.tanpa mengetuk pintu Cici langsung menerobos masuk sehingga membuat Marisa dan Herry tersentak kaget dan langsung melepas ciuman mereka.


"aih.maaf ma pa Cici lupa mengetuk pintu"ucap Cici cengengesan.


"tak apa sayang,memang nya ada apa Cici kemari apa Cici membutuh kan sesuatu"ucap Marisa.


"ma baby ingin Cici tidur bersama mama"ucap Cici.


"baiklah sini tidur bersama mama"ucap Marisa dengan senang.


"ma lalu yang tadi kan mau lanjut keranjang"ucap Herry barbar


"nanti saja"ucap Marisa membuat Cici tertawa kecil.


"lalu papa tidur dimana ma"tanya Herry.


"papa tidur saja di kamar lain"ucap Marisa berbaring bersama Cici.


"baiklah apapun keinginan cucu dan menantu ku aku lakukan"ucap Herry pasrah dan berlalu pergi.


"ah iya sayang lalu brave bagaimana kalau kau tidur bersama mama.kau kan tahu brave tidak bisa tidur tanpa mu"ucap Marisa sambil mengelus kepala menantunya.


"brave sudah mengizinkan Cici kok ma"ucap Cici mengeratkan pelukan nya pada mama mertuanya.


"pasti dengan syarat ya?"tanya Marisa.


"kenapa mama tahu"tanya Cici.


"karena brave memang seperti itu saat kecil kalau ada yang meminta sesuatu padanya pasti brave akan memberinya syarat"ucap Marisa.


"yahh walau pun syarat nya konyol"ucap Marisa lagi.


"memang apa ma?"tanya Cici.


"saat papa ingin keluar negeri mengurus bisnis.brave tidak mengizin kan papa pergi.namun akan mengizinkan nya kalau papa menerima syarat dari brave. syarat nya adalah brave meminta papa jika pulang dari luar negeri yaitu meminta di belikan banyak mainan,dan juga mengajak brave jalan jalan kemana saja brave ingin kan"ucap marisa membuat Cici tersenyum saat mengetahui suami nya penuh dengan syarat.


"ternyata aku tak sadar kalau selama ini brave selalu memberi ku syarat ternyata memang kebiasaan nya sejak kecil."tawa cici


"baiklah sekarang tidur lah"ucap Marisa.


keesokan hari nya cici kembali ke kamar nya menatap sang suami yang masih setia dengan tidur nyenyak nya.


"sayang bangun kau tidak solat subuh ya?"ucap Cici menepuk lengan brave


"aku sudah solat sayang.aku hanya tidur lagi"ucap brave menarik sang istri dalam pelukan nya.


"cepat mandi kau harus pergi ke kantor sayang"ucap Cici.


"nanti saja esok.aku lagi malas"ucap brave


seketika brave pun teringat akan syarat itu.dengan segera brave beranjak bangun duduk.


"sayang"ucap brave tersenyum penuh makna.


"aku mau menagih syarat semalam"ucap brave tersenyum mesum.


"kenapa kau selalu saja ingat"ucap Cici.


"ayolah sayang pijiti aku dengan plus plus"ucap brave tersenyum mesum.


"😐baiklah"pasrah Cici.


sementara di kediaman Kusuma cica tak henti tertawa melihat sang suami yang terjatuh saat tengah membersih selokan.


"gausah tertawa gak lucu"ketus genta.


"kamu tambah ganteng mas"tawa Cica yang melihat wajah sang suami kotor.


"mau aku cium kamu biar sama sama kotor"ucap Genta hendak mencium cica namun cica berlari kabur.


tak lama si Ali datang dan langsung tertawa melihat Genta yang kotor.


"hahaha ada badut ancol"tawa Ali yang ingin berangkat sekolah.


"sini Lo gue ceburin Lo keselokan biar Lo juga kotor"ucap Genta dengan kesal.


"ogah! wlee"ucap Ali menjulurkan lidah nya.


"semoga Kayla tidak seperti ayah nya yang ceroboh ini"canda Ali langsung berlalu pergi.


"awas Lo Ali gabakal gue kasih duit lagi"ucap Genta.


"bodoamat!"saut Ali.


"tuh bocah durhaka banget dah Ama gue."kesal Genta pada Ali.


Genta pun berlalu pergi masuk untuk segera membersihkan diri.


"lihat sayang ayah mu seperti monster"ucap cica pada Kayla.saat Genta datang.


"tampan gini di bilang monster."ketus Genta.


"Kayla sayang ayah tampan ya"ucap Genta


Kayla pun tersenyum


"udah Sono mandi kamu bau mas."usir cica menjauh kan Kayla dari Genta yang ingin mencium.


cup


Genta mencium sekilas bibir cica dan langsung berlari


"mochi!!!!"teriak cica kesal.


"cicakkkk!!!"teriak Genta membalas.