
tak terasa ba'da isya usai.brave pun memberi kan sebuah kotak pada cici yang tengah melipat mukena nya.
"apa ini brave?"tanya cici
"buka lah sayang"ucap brave memeluk cici dari belakang.
cici pun langsung membuka nya dan alangkah terkejut nya saat melihat lingrei bak jaring ikan.
"apa kau ingin aku memakai ini brave?"tanya cici.
"iya sayang"ucap brave mencium tengkuk cici.
"sayang apa boleh aku meminta sesuatu padamu"ucap brave.
"katakan"ucap cici.
"hingga esok di kamar memakai lingrei ini"ucap brave.
"apa aku tidak keluar kamar"tanya cici.
"tidak sayang selama sehari penuh kau harus berada di kamar dengan memakai lingrei itu"ucap brave dengan nakal tangan nya memainkan py cici.
"bagaimana sayang kau mau kan"tanya brave.
"aku tidak enak dengan mama.aku kan harus membantu mama di dapur"ucap cici
"trnang saja sayang mama juga akan mengerti dan lagi pula di sini banyak pembantu"ucap brave.
"tapi aku akan bosan jika di kamar terus"ucap cici
"hanya sehari sayang"ucap brave
"baiklah"ucap cici pasrah karena ia yakin selama seharian brave akan membuat nya sangat lelah.
"sekarang pakailah lingrei nya sayang"ucap brave melepas pelukan nya
cici pun berlalu pergi ke kamar mandi "cici harus jadi istri penurut"batin cici.
usai mengganti pakaian nya cici pun menatap seluruh tubuh nya dari atas hingga bawah yang membuat nya sangat geli sendiri.
"sumpah gue kayak cabe cabean"ucap cici tak henti memandang tubuh nya yang mengenakan lingrei seperti jaring ikan.
"suami gue lebay banget sihh udeh kayak pengantin baru aja pake pake lingrei"jengah cici pasrah.
ia pun keluar kamar mandi dan terlihatlah brave yang sudah hanya mengenakan bokser
"brave aku tidak suka dengan lingrei ini"ujar cici mendekati brave yang duduk di sisi ranjang.
"kau sanangat seksi sayang aku sangat menyukai nya,apalagi jika kau memakai nya setiap hari dikamar"ucap brave mulai merasakan sesuatu di bawah ingin keluar dari persembunyian nya.
"tapi lihat lah aku merasa seperti cabe cabean murahan"ucap cici asal membuat brave tertawa kecil.
"hahaha sayang tapi kan hanya untukku saja kau seperti ini.yang nama nya cabe cabean itu memamerkan tubuh nya pada semua orang"ucap brave.
"yasudah lupakan,lalu apa yang ingin kita lakukan?"tanya cici.
"ya buat baby lah sayang"ucap brave seraya membuka bokser nya.dan terlihat lah junior brave yang semakin membesar membuat cici bergidik ngeri namun berusaha tenang.
"wow"ucap cici tanpa sadar memandang junior brave.
"ini milik mu sayang"ucap brave mulai menindihi cici.
tanpa berkata lagi brave pun mencium dan mlmt bbr cici dengan penuh kelembutan sehingga membuat cici membalas nya .ciuman dan lmtn pun beralih leher jenjang dengan durasi lama setelah itu brave pun membuka lingrei dan tersenyum menatap dua gunung yang memang tak memakai bra dan menatap bawah yang tak memakai cd.
"sayang apa kau memang sengaja tak memakai apa apa"tanya brave dengan suara serak.
"iya sayang bukan kah kita akan membuat baby"ucap cici tersenyum
tanpa berkata lagi brave pun melahap dua gunung mainan favorite nya hingga meninggal kan stempel kepemilikan nya dan membuat cici terus mendesah tak henti henti.brave membuat nya benar benar menikmati sentuhan nya.
"sayang kita mulai yang lebih intim"ucap brave hasrat nya sudah tak dapat di tahan lagi.
"lakukan lah sayang"ucap cici dengan nada sensual
brave pun memulai aksi nya memasukan junior nya pada tempat kesukaan nya.
desahan pun kembali keluar dari mulut cici saat brave memaju mundur kan pinggang nya.
cici pun terus mendesah tak henti membuat brave terus bergairah menyalur kan hasrat nya.
hingga beberapa lama nya ntah berapa ronde akhir nya brave pun memgeluar kan benih nya pada rahim sang istri yang sudah tidur kelelahan karena nya.
"semoga si kecil cepat tumbuh di perut mommy"ucap brave mencium perus datar cici.
ia pun merebah kan tubuh nya dan memeluk sang istri.
"aku mencintai mu"ucap brave mencium kening dan bibir sang istri.
tak lama ia pun tertidur pulas dengan keringat yang masih setia tubuh polos nya.