
sesampai di kediaman kusuma . . .
brave memarkirkan mobilnya di samping mobil twins dan genta.usai memarkirkan ia pun membuka kan pintu dan mengulur kan tangan nya pada sang istri.
"yaelah kak,udeh kayak nyambut kedatangan ratu aje"jengah cica berlalu masuk duluan
dengan senyum manis nya cici pun membalas uluran tangan sang suami dan menggandeng nya dengan mesra dan melangkah bersama untuk masuk.
sampai di dalam mereka pun menyalami sang mama tercinta dengan sopan
"ci bawa apaan?"tanya risma menatap bingkisan yang di pegang cici
"ini martabak untuk mama"ucap cici menyerahkan dan dengan senang hati sang mama pun menerima nya
"ma kalo gitu cici dan brave ke kamar ya"ucap cici berlalu pergi dengan sang suami.
sementara di kamar cica sudah usai berganti pakaian ia pun langsung molor dengan nyenyak sehingga membuat genta yang baru saja keluar dari kamar mandi seketika melongo melihat sang istri begitu sangat cepat, tidur.padahal sang istri sudah menjanjikan untuk memanja kan si jeck hari ini.namun apalah daya genta hanya bisa pasrah dan untuk membangun kan nya juga merasa tak tega.
"ah sudahlah pasti istriku sedang lelah"ucap genta mencium kening sang istri dan ikut berbaring memeluk sang istri.
kamar sebelah
usai berganti pakaian nya dan membasuh muka.cici pun merebah kan tubuh nya di kasur empuk nya.
seketika brave pun langsung menindihi nya dan mengecup sekilas bibir sang istri tercinta.
"kita lanjut yang tadi di kantor ya"ucap brave tersenyum mesum.
"dengan senang hati suamiku"ucap cici seraya mengangguk
"apa istriku sudah mulai ketagihan?"goda brave
"ya mungkin 50% bisa di bilang seperti itu.tapi 50% nya lagi karena aku akan mendekat tanggal datang bulan"ucap cici cengengesan.
"yaahh,nanti aku puasa dong"ucap brave memanyun kan bibir nya
"tentu"ucap cici tersenyum manis.
"baiklah sekarang aku akan memuaskan mu sayang"ucap brave dengan nada sensual.seraya membuka pakaian cici hingga tubuh cici polos seperti nya.
"ayo sayang"ucap cici dengan nada sensual
dengan hasrat yang sudah memuncak.brave pun langsung melancar kan aksi nya dengan bergairah menyalur kan hasrat nya.
dan teejadi lah apa yang seharus nya terjadi pada pasangan yang sudah halal.
malam hari tiba twins bersama suami nya berpamit pada sang mama dan papa untuk pergi jalan jalan.dengan bersemangat mereka terlihat begitu cantik mengenakan pakaian syari yang sama.
"masya alllah yank kamu cantik pisan"ucap genta terpukau melihat sang istri
"iya dong kalau aku gak cantik mana mau kamu sama aku"ucap cica asal
"ya enggak gitu juga kali aku kan tulus mencintaimu yank"datar genta mengecup bibir sang istri.
tak lama cici dan brave pun datang menghampiri mereka yang sedang menunggu nya
"sory lama"ucap cici cemgengesan
mereka pun memasuki mobil bersama dengan brave yang menyetir nya.
sepanjqng perjalanan hanya twins lah yqng merasa paling heboh dengqn ocehan nya.sementara para suami hanya mendengar kan saja.
"omaygaattt ci ni orang ganteng bangett"heboh cica menatap foto boyband korea bernama jimin.sementara genta ia langsung menengok kebelakang saat mendengar perkataan sang istri
"yank jangan gitu ih"ucap genta tak mau sang istri memuji nya.
"apasih mas,ini hanya boyband korea saja"ucap cica
genta pun langsung kembali memposisi kan duduk nya menghadap depan
"cicakkk yang ini ganteng bangettttt"heboh cici saat melihat foto jungkook di ponsel nya.
"aaaahh semoga anak gue kelakk mirip dengan jimin"ucap cica membuat genta lagi lagi menengok
"iya ca semoga aja anak gue juga mirip ama tuh jungkook"ucap cici membuat brave langsung berhenti mendadak
"aku kan ayah nya"ucap brave dan genta bersamaan
"mana bisa mirip nya.sedang kan aku yang memproduksi nya"ucap genta udeh kayak barang aje di produksi
"iya mana mungkin mirip.yang jelas mirip aku yang jelas jelas ayah nya.yang buat"ucap brave.
"bodoamat"ucap twins
selang beberapa menit mereka pun telah sampai di sebuah taman kota.dengan bergandeng tangan mereka pun duduk sambil menikmati keindahan taman kota yang begitu ramai dan banyak sekali penjual berbagai macam
sementara genta dan cica mereka duduk di tempatt yang berbeda namun dekat dengan mereka.
"sayang kenapa kita kesini sihh"ujar brave yang memang tak suka keramaian yang berisik
"aku suka tempat ini brave tempat nya sangat indah dan ramai"ujar cici.
tak lama pesanan siomay mereka pun datang.dengan sangat lahap cici pun memakan nya.namun lainhal nya dengan brave yang hanya menatap siomay itu.
"brave sayang,kenapa gak di makan?"tanya cicii
"selama hidup kamu kemana aja sayang??! masa kamu gak tahu ini makanan apa"ucap cici menepuk jidat nya.sementara brave menggeleng kan kepala karena memang tak tahu makanan apa yang di hadapan nya.
"ini itu siomay sayang"ucap cici
"ayo makan,aku suapin"ucap cici menyuapi brave.dengan perlahan brave pun meneriman nya.
"enak"batin brave seraya merebut sendok yang di pegang cici dan langsung melahap nya.
"tuhkan ketagihan"ucap cici menggelengkan kepala.dan melanjut kan makan nya.
lainhal nya dengan genta yang begitu sangat kesal karena sang istri trus fokus pada ponsel nya melihat lihat jimin yang kini menjadi idola nya.
"yank udah dong jangan main hp terus"rengek genta namun cica tak memperduli kan nya.
"yank gantengan juga aku di banding dia"ucap genta,cica pun masih tak meladeni nya.
dengan perasaan yang kesal gentq pun menelfon supir nya untuk segera menjemputnya
tqk butuh waktu lama supir pun sudah sampai menunggu di depan taman.
"ayo ikut aku"ucap genta menggandeng tangan sang istri
tanpa berkata cica pun menurut saja.sebelum pergi genta pun mengatakan terlebuh dahulu pada brave dan cici
"ayo masuk"ucap genta dengan datar.
cica pun masuk ke mobil begitu pun dengan genta.
"pak kita ke hotel xxxx ya"ucap genta
"baik tuan"ucap pak supir
sementara cica yang masih fokus pada ponsel nya seketika mengernyitkan dahi nya
"hotel??ah bodo amat"batin cica terus fokus pada ponsel nya yang menampakkan banyak gambar jimin yang ia like.
sesampai di sebuah hotel genta pun langsung memesan kamar dengan nomor 225.mereka pun memasuki kamar itu.
tanpa berkata cica pun langsung merebahkan tubuhnya dikasur.sementara genta ia tengah di kamar mandi.
selang beberapa menit genta pun keluar tanpa sehelai benang pun melangkah menghampiri sang istri dan merebut langsung ponsel sang istri lalu menyimpan nya di nakas
"ada apa"tanya cica
"aku gak suka kamu diemin aku terus.apalagi dengan memuji pria lain"ucap genta sedikit marah
"maaf"lirih cica
tanpa berkata genta langsung membuka pakaian sang istri hingga polos.dengan marah karena kesal dan dengan hasrat yang memuncak genta pun melancarkan aksi nya dengan begitu sangat gairah sehingga membuat sang istri begitu sangat menikmati dan terus mendesah dan lagi lagi mendesah tak henti.
sementara di taman kota usai berlama di sana mereka pun akhir nya pulang karena sudah larut malam dan taman kota juga sudah mulai sepi pengunjung nya.
selang beberapa menit mereka pun sampai dan langsung berlalu kekamar untuk istirahat.
usai mengganti pakaian nya cici pun mengambil poster yang ia beli di taman kota tadi.dan dengan sibuk ia memasang nya.
"sayang kau sedang apa"ucap brave seraya menutup laptop nya
tak menjawab
brave pun menghampiri sang istri dan alangkah terkejut nya melihat poster itu yang taknlain adalah ganbar jungkook
"astagfirullahaladzim"ucap brave langsung merebut poster yang ingin cici pasang di dinding
"sayang kamu ini apa apaan sih masang foto orang di kamar kita.aku gak suka sayang"ucap brave menyembunyikan poster itu di belakang badannya
"dia ganteng sayang"ucap cici yang sudah mulai mengidolakan jungkook
"gantengan juga aku sayang"ucap brave yang tak terima.
"sini brave sayang kembali kan"pinta cici namun brave tak memberi kan malah ia merobek nya
"sekarang layani aku"ucap brave menggendong sang istri dan membaringkan nya di kasur.
brave pun melucuti pakaian nya dan tak lupa memakai pengaman.setelah itu ia melucuti pakaian sang istri hingga terlihat polos.
"boleh aku minta sesuatu sayang"tanya brave
"apa?"tanya cici
"aku ingin kamu yang bermain di atas"ucap brave dengan senyum manis nya
"hmm baiklah aku juga ingin merasa kan"ucap cici tersenyum manis
tanpa berkata lagi cici pun dengan penuh gairah ia melancarkan aksi nya seperti yang brave lakukan pada nya
hingga beberapa lamanya mereka pun usai dengan olahraga panas nya dan cici pun membaringkan tubuh nya di samping sang suami.
"sayang ini sangat melelah kan"ucap cici mengatur nafas nya.
"permainan ranjang mu sangat hebat sayang hingga membuatku sangat puas"puji brave menarik lembut sang istri ke dalam pelukan nya
tak lama mereka pun terlelap tidur dengan berpelukan mesra menyusuri mimpi indah nya masing masing.