CICI & CICA

CICI & CICA
bab 10



keesokan harinya twins sudah fresh dan rapi untuk ke sekolah sebelum berangkat mereka pun terlebih dahulu untuk sarapan karena sang mama akan marah jika mereka tak sarapan terlebih dahulu katanya sihh nanti nya sakit jika tidak sarapan.


"cica apa kamu yakin menerima perjodohan ini?"tanya dinanto memastikan


"cica yakin pa"ucap cica di sela makannya


"lalu si mochi ganteng itu mau kau kemanakan ca?bukannya kalian masih berpacaran?"tanya risma yang tak mengetahui jika cica dan genta hubungan nya sudah putus kemarin


"cica dan mochi udah gak pacaran lagi ma"ucap cica yang kini telah menghabis kan makanan nya


"kenapa?apa mochi selingkuh?"tanya risma


"nggak ma,si mochi di jodohin sama orangtuanya"ucap cica berbohong


"owh mama kira dia selingkuh"ucap risma


"apa kamu sudah mengiklaskannya bukan kah kalian sudah berpacaran sudah tiga tahun"tanya dinanto


"cica lagi belajar mengiklaskan nya pa"ucap cica


selang beberapa menit twins pun berpamitan menyalami kedua orangtua nya.dan berlalu pergi menggunakan mobilnya.


namun saat hendak keluar dari kediaman nya mereka sudah dulu di hadang oleh bocah nakal yang kemarin.siapa lagi kalau bukan si ali anak nya pak somad


"stoppp"ucap ali merentangkan tangan nya di depan mobil twins


"haduhh si kampret lagi"jengah twins keluar dari mobil nya menghampiri si ali


"ada apaa"tanya cici malas


"ali numpang ya kak twins"ucap ali memohon


"lo mau kemana li pake numpang numpang segala"tanya cici malas


"kakak tidak lihat apa,ali sudah rapi dengan seragam dan juga wajah yang tampan.dan yang pasti ali ingin ke sekolah dong"ucap ali dengan percaya dirinya


"baiklah cepat masuk"ucap cici memasuki mobilnya begitupun dengan cica dan ali


tak butuh waktu lama mereka pun sampai di sekolah ali yang kebetulan searah.


"cepet li turun,nanti gue bisa telat kesekolah"ujar cici


"kak ali boleh minta sesuatu"ucap ali dengan serius


"apaan lagi aliansyah?"jengah cici


"ali minta uang kak"ucap ali nyengir tanpa dosa


"kaya gue emak lo aja! minta uang ke gue"ucap cici tak habis pikir dengan si ali


"ayolah kak,ali tadi lupa minta uang,masa ali nanti gak jajan sekolahnya"ucap ali memelas


"ca kasih ca"ucap cici pada sang adik


cica pun memberi dua lebar uang seribuan"dah sono sekolah yang pinter"ucap cica


"masa dua ribu kak mana cukup ali jajan segini"ucap ali tidak terima di kasih dua ribu


"itukan cukup buat beli es seribu sama ciki seribu"kesal cica


"lima ribu lah kak,biqsanya juga ali jajan lima ribu di kasih ibu"ucap ali menyamakan


"itukan emak lu!lah beda dong ama gue"ucap cica memberi uang lima ribu pada ali


"baiklah ali sekolah dulu terima kasih atas uang nya"ucap ali hendak keluar mobil


"eeitsss maen pergi aja,salaman dulu dong udah gue kasih duit juga"ucap cica


ali pun menyalami twins dan keluar dari mobilnya


"kak twins"panggil ali menunjukkan uang jajan nya yang di berikan sang ibu dan berlari pergi masuk kesekolahnya


"anjir si ali boongin kita ci"ucap cica menepuk jidatnya karena ketipu dengan si ali yang nakal nya nauzubillah gak ketulungan


"inisih sama saja kaya kita di palak si ali"ucap cici melanjutkan perjalanan nya menuju sekolah


tak butuh waktu lama sepuluh menit mereka telah sampai bina bangsa namun sayang nya mereka telat dan gerbang pun sudah di tutup rapat rapat bahkan di gembok.


sementara di dalam kelas teman teman rere begitu mempertanyakan pada dirinya sendiri tentang twins yang belum datang juga.


"dell kaya nya twins gak sekolah deh"ucap putri trus menatap bangku kosong twins


"apa jangan jangan mereka sakit"ucap della asal


"lu jangan asal ngomong"kesal putri


begitupun dengan genta dan rifky rendy mereka pun terus memandang bangku kosong twins


"cica kenapa ya kok belum datang?apa karena dia gak mau bertemu gue?atau dia sakit?atau dia telat?"batin genta terus bertanya tanya


"ci bagaimana ini kita sudah telat"ucap cica dengan wajah cemas


"ca bagaimana kalau kita panjat gerbang parkiran saja kan tuh gerbang lumayan pendek gak kaya gerbang ini"saran cici diangguki cica


twins pun dengan jalan mengendap endap mereka menuju gerbang parkiran yang untung nya tidak ada satpam yang berjaga.twins pun dengan cepat mereka memanjat hingga sampai lah atas mereka meloncat


"huh berhasil juga"ucap twins saat sudah berada di dalam


"ayo ca kita harus lari nanti keburu telat lagi"ucap cici mengenggam tangan sang adik dan berlari menuju kelas nya


brakkk


twins membuka kasar pintu sast sampai di depan kelas yang belum datang gurunya


"untung saja gurunya belum datang"ucap twins bernafas lega dan langsung masuk dengan nafas ter engah engah mereka duduk di bangkunya


"twins tumben kalian telat tidak biasanya kalian telat"tanya della


"ini semua gara gara si ali kampret yang ngerjaiin kita"ucap cica mengatur nafasnya


"nih minum"ucap genta yang tiba tiba datang menghampiri twind dan memberikan minuman pada cica


"gausah makasih gue udah punya"ucap cica cuek tanpa menatap


"baiklah"ucap genta kembali ke bangkunya lagi


selang beberapa menit guru mata pelajaran pun datang dan memulai mengajar dengan tenang hingga tak terasa jam istirahat tiba.


"baiklah pelajaran ibu akhiri dan ibu harap kalian mengerjakan tugas yang ibu berikan.besok harus di kumpulkan"ucap bu tini berlalu pergi


setelah kepergian bu tini mereka pun berhambur kekantin bersama.sesampai di kantin merek duduk menunggu pesanan dan tak lama tiga pria tampan pun datang bergabung namun dengan cepat cica berpindah tempat diiikuti sang kakak dan dua teman nya.


"ca kenapa pindah"tanya cici


"males gue liat si mochi"ucap cica memutar malas bolamatanya


"ca lo ada apa kenapa pindah tempat sih kenapa gak gabung aja sama mereka"tanya della


"gue muak liat si mochi"ucap cica santai


"kenapa?muak?jangan jangan"tanya della dan putri bebarengan menebak dalam fikirnya


"gue udah putus dengan si mochi"ucap cica membuat dua temannya terkejut


"kok bisa"tanya putri


"mochi selingkuh sama si sisik ikan kampret itu"ucap menunjuk sisi yang berada di kejauhan


"ga nyangka gue"ucap della


"emang kampret tuh si mochii gue pites kaya kutu lu mampus"kesal putri


"udahlah gausah bahas itu lagi"ucap cica malas


selang beberapa menit pesanan mereka pun datang namun bukan makanan tapi hanya minuman segar


"ca aku mau bicara dengan mu"ucap genta lembut menghampiri meja cecans


cica pun hanya diam tak bergeming bahkan menatap pun enggan


"ca aku mohon aku ingin menjelaskan kesalah pahaman kemarin"ucap genta memohon


cica pun masih diam memalingkan wajahnya


"heh mochi kampret cica gmau ngomong ama lu!lebih baik lu pergi dari pada cica tambah marah ama lu"ketus della merasa kesal tak terima sahabatnya di sakiti


"ca aku mohon"ucap genta tak meladeni ucapan della


"sampe mulut lo berbusa juga kalo cica gak mau ya gak mau jangan memaksa.lebih baik lo pergi"ucap cici marah


genta pun kembali duduk ketempatnya sambil memandang cica yang enggan menatap nya


"rasanya sakit kau mengabaikan ku cica"batin genta menatap sendu cica