
satu bulan berlalu kehidupan twins bersama suami nya terbilang sangat tenang dan setiap hari nya sang suami selalu memberikan kebahagiaan walau dengan cara sederhana.
pagi hari di meja makan mereka tengah sarapan bersama.
"twins,genta kapan ujian kelulusan kalian?"tanya mama risma
"seminggu lagi ma"ucap mereka serempak sambil menikmati sarapan nya.
"lalu dimana kalian akan kuliah saat lulus"tanya risma yang kini audah menghabis kan makanan nya begitu tun dengan yang lainnya.
"ntahlah ma aku belum terpikir kan"ucap mereka
"yasudah ayo yank kita berangkat"ujar genta pada sang istri.
"sebentar sebentar"ucap cica merasakan sesuatu sesuatu yang membuat nya ingin mengeluar kan makanan di di perut nya.
huekkk!!!!!!huekkkk!!!
dengan cepat cica pun berlari kekamar mandi memuntahkan semua makanan di perut nya.
"apa cica sakit?"tanya cici
"ntahlah"jawab genta menghampiri sang istri.
"yank kamu baik baik saja kan?"anya genta di balik pintu
seketika terdengar lagi
huekkkk!!huekkkkkkk
"sayang kalau kamu sakit jangan sekolah dulu ya"ucap genta
cica pun keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat dan dengan tubuh yang lemas.
"yank kamu gak papa kan?"tanya grnta dengan khawatir memegang kening sang istri yang tak panas
"yank kalo kamu sakit bilang sama aku,kita kedokter"ucap genta khawatir.
"aku gak apa apa mas,aku gak sakit kok"ucap cica berlalu melangkah kembali bergabung dengan mereka.
"ca muka lo pucet banget apa lo sakit"tanya cici dengan khawatir
"ca sebaiknya kamu jangan sekolah dulu ya.kamu kelihatan nya sedang lemah dan pucat.kamu istirahat saja ya di rumah"ucap risma yang juga khawatir
"ma,bentar lagi cica kan ujian.gabaik jika bolos sekolah nanti yang bisa nilai cica jelek"ucap cica
"baiklah.genta kamu jaga cica ya"ucap dinanto
"pasti pa"ucap genta
mereka pun berpamit dan tak lupa mencium tangan risma dan dinanto.
"kita pergi ma pa assalamualaikum"ucap cici
"waalaikumsalam"ucap mereka bersamaan
skip
sesampai di sekolah bina bangsa.dengan penuh kasih sayang genta dan cici menuntun cica yang lemas hingga sampai di kelas cs nya pun langsung bertanya tanya saat mwlihat wajah pucat cica
"cicakk muka lo kenapa pucat amat"tanya della
"iya cak muka lo kenapa udeh kayak mayat aja"ucap putri asal
"gue abis makeup setan!"ucap cica ketus dan langsung duduk di bangku nya bersama sang kaka.
sementara genta yang tengah duduk bersama rendy.ia tak henti terus menatap sang istri yang pucat.dengan penuh khawatir ia pun menghampiri sang istri
"yank kita ke dokter aja yu.aku khawatir liat kamu pucat kayak gitu"ajak genta menatap lekat sang istri.
"heyy aku baik baik saja sayang dan gak perlu kedokter"ucap cica.
"aku takut kamu kenapa napa yank tadi aja di rumah kamu muntah muntah setelah itu wajah mu sangat pucat.kita kedok ya nanti aku minta izin ke guru"ucap genta lembut
"gak!udah sono duduk ke bangku kamu"usir cica
"yank"ucap genta melas
"malam ini jeck tidak dapat jatah!"ucap cica mengancam
"baiklah"pasrah genta langsung duduk di bangku nya demi kesejahteraan si jeck.