CICI & CICA

CICI & CICA
bab 43



sesampai di kediaman kusuma.


dengan senang cica pun menghampiri ali yang baru saja tiba bersama genta.


"kakak mau apa panggil ali?"tanya ali


tanpa berkata lagi cica pun langsung mencubit gemas pipi gembul si ali sehingga membuat si ali kesakitan karena cubitan gemas cica


"aaaaa!!!sakittt kakkk!"ucap ali berusaha menghindar tapi cica terus menangkap nya dan mencubiti pipi ali.


selang beberapa menit berakhir kini pipi ali memerah"kenapa aku yang harus jadi korban nya!"kesal ali.


"hehee ini kan keinginan anak gue"ucap cica cengengesan


"udah ah mana bayaran nya"kesal ali


genta pun langsung memberi uang pada ali sesuai permintaan ali.


"ali balik"ucap ali hendak bangun namun cica menangkap nya lagi


"ada apa lagi kak"jengah ali


cup


cica mencium pipi ali sehingga membuat genta membelalakan mata nya.


"yank kamu kok cium ali sih"cemburu genta pada bocah.


"yaelah mas aku hanya gemas aja sama si ali"ucap cica.


"udah sono balik"ucap genta pada ali.


cup


ali mencium pipi cica dan langsung berlari keluar


"kampret lu!"teriak genta.


genta pun menghampiri sang istei nya mengelap pipi sang istri dengan baju nya.


"kamu apa apaan sih mas"ketus cica


"kau hanya boleh dicium oleh ku jadi tak ada yang boleh mencium mu.dan kau juga hanya boleh mencium ku"ucap genta menciumi seluruh wajah sang istri.


tak lama cici dan brave pun datang dengan senyum sumrih terlihat pada bibir cici dan brave.


"wahh seperti nya sehabis olahraga panas"celetuk genta.


"kepo"ucap cici berlalu pergi bersama brave meninggal kan kediaman kusuma.


tak lama risma bersama dinanto pun datang dengan membawa banyak barang sehingga membuat cica yang melihat nya pun langsung mendekat.


"itu apa ma?"tanya cica.


"ini buat cucu mama dan ini buat ibu nya"ucap risma memberikan 2 kantong plastik cica.


cica pun langsung membuka nya dan tersenyum senang"aaaa cocweettt deh mama cucu nya belum lahir tapi udah beliin pakaian bayi"ucap cica senang.


cica pun membuka plastik kedua dan terlihat lah susu bumil dan membuat cica terdiam.ya karena cica menag tak suka dengan susu semenjak ia mengandung dan terkadang jika cica tak mau meminum nya jadi genta lah yang meminum nya.dengan beralasan mubazir.


"aaaa cocwettt di beliin susu bumil.gitu dong yank"ucap genta mengejek


"ma truss buat genta mana masa cica doang"iri genta


"ini buat kamu"ucap dinanto memberikan bingkisan pada genta.


dengan senang genta pun menerima nya dan membuka nya terlihat lah sebuah bokser anime.


"terima kasih ma pa.aku jadi makin cinta"ucap genta senang walau di beri bokser baru.


ya,karena saat menjemur bokser genta.saat ada angin tiba tiba terbang dan tersangkut ke kawat hingga bolong.dan kejadian itu terus terulang bahkan boxser milik brave pun pernah terbang karena angin hingga robek bolong karena kawat tetangga.hehehe


"udah bangkotan masih aja pakai bokser anime"ejek cica.


"bodoamat!.lebih baik bokser ku bergambar anime dari pada gambar idolamu yang jelas jelas tampanan aku"ejek genta langsung berlalu pergi kekamar nya.


"ini untuk brave cici dan juga daster mama dengan pakaian punya papa"ucap risma


cica pun hanya berohria.


tak terasa hari kelulusan sudah tiba dengan anggun dan tampan twins dan genta brave berjalan beriringan untuk menuju mobil.


sampai di mobil mereka pun masuk bersama dengan brave yang menyetir melaju meninggal kan sekolah twins dan genta menuju pulang.


dan untuk para media televisi maupun internet kini mereka sudah mengetahui jika cici adalah istri dari pengusaha muda terkaya nomor satu.sehingga membuat cici selalu di sorot oleh media.


tak butuh waktu lama mereka pun sampai dengan lelah karena acara kelulusan tadi mereka pun duduk di sofa.


tak lama risma pun datang membawakan makanan dan minuman untuk kedua putri dan menantu nya.


"bagaimana apa seru acara nya"tanya risma


"sangat seru ma.tapi kenapa mama dan papa tak datang?"tanya cici.


"maaf ya sayang mama dan papa tidak datang karena papa sedang sakit"ucap risma membuat twins terkejut


"sejak kapan papa sakit ma?"tanya cica


"kemarin lalu"ucap risma dengan sendu


tanpa berkata lagi twins pun berlati kecil ke kamar sang papa.sampai di kamar terlihat lah sang papa yang tengah berbaring di kasur dengan wajah pucat.


"papa"ucap twins berhambur memeluk dinanto.


dinanto pun tersenyum.


"kenapa papa tak bilang pada cici dan cica jika papa sedang sakit"ucap cici menangis.


"papa hanya sakit biasa sayang"ucap dinanto dengan lemah.


"pa,papa kerumah sakit yaa biar papa cepat sembuh"ucap cica terisak menangis.


"tidak usah sayang papa tidak apa apa ini hanya sakit biasa saja"tolak dinanto halus.


tak lama risma genta dan brave pun datang.


"ma memang papa sakit apa"tanya genta


"papa sakit jantung.dan kemarin mama sudah membawa nya ke rumah sakit dan dokter bilang papa harus di rawat tapi papa tidak mau"ucap risma meneteskan air mata nya menatap sang suami yang terbaring lemah.


"papa mau ya dirawat di rumah sakit supaya papa cepat sembuh"bujuk cici.


"tidak usah sayang papa ingin di rumah saja bersama kalian itu sudsh cukup"ucap dinanto seketika dinanto pun merasakan sesak pada dada nya dan dengan nafas terengah membuat mereka langsung mode panik dan menangis.


"papa kenapa"ucap cici panik.


"cepat bawa papa kerumah sakit"ucap cica


genta dan brave pun langsung menggendong dinanto dan membawa nya ke mobil.setelah semuanya sudah berada di mobil genta pun langsung melaju ke rumah sakit.


sepanjang perjalanan risma dan twins tak henti menangis.begitu pun juga dengan genta dan brave yang terus meneteskan air mata nya.


"papa bertahan lah"ucap risma terisak menangis menatap sang suami yang sudah tak sadar kan diri.


"papa pasti kuat papa bertahan lah sebentar lagi kita sampai rumah sakit"ucap cica tak henti menangis


selang beberapa menit mereka pun sampai dan para dokter pun langsung membawa dinanto untuk segera di tangani


sampai di ruangan serba putih para suster langsung memasang kan alat alat pada tubuh dinanto.


"stop"ucap dokter


"kenapa dok?"tanya suster


"pasien sudah tiada"ucap dokter setelah memeriksa denyut nadi ternyata dinanto sudah tiada.saat di perjalanan.


suster pun kembali mencabut alat yang sudah di pasamg kan pads tubuh dinanto


dokter pun berlalu pergi keluar untuk memberi tahu keluarga pasien