
beberapa bulan berlalu tak terasa usia kandungan cica sudah sembilan bulan dan hanya tinggal menunggu lahir nya si kecil kedunia.
Genta yang tak mau melewati kesempatan menyambut nanti lahir nya sikecil,ia pun rela untuk mengambil cuti kuliah untuk terus menjaga istrinya.
dan selalu satu bulan penuh Genta begitu sangat menjadi suami super overprotektif.
"sayang stop kau tidak boleh merapihkan kamar kita,kau duduk saja dan biarkan aku yang merapihkan"ucap Genta langsung merapihkan kasur mereka yang berantakan.setelah itu ia menyapu dan membersihkan sampah sampah cemilan sang istri.
cica yang melihat pun tersenyum.karena ini baru pertama kalinya melihat Genta yang sangat memperhatikan kerapian dan kebersihan.karena biasanya yang ia selalu lihat Genta adalah orang yang malas merapikan kasur bahkan menyapu pun tidak pernah.namun saat hadirnya sikecil di perut membuat Genta menjadi suami dan ayah super overprotektif.
guys kedua orang tua Dave sudah mendekam di penjara ya:)
lainhal nya di kediaman herry.cici begitu sangat bahagia melihat tespek milik nya memperlihatkan dua garis yang menyatakan bahwa dirinya tengah hamil.
Cici tak henti meneteskan air mata bahagia nya sambil mengucapkan rasa syukur dalam hati nya.
"brave mama papa pasti senang mendengar nya"ucap Cici melangkah keluar dari kamar mandi.
brave yang tengah asik berbaring pun langsung menghampiri sang istri.
"kau sehabis menangis ya"tanya brave
"brave aku punya kabar bahagia untukmu"ucap cici tersenyum
"kabar bahagia apa sayang?"tanya brave penasaran.
Cici pun memperlihatkan respek nya.seketika brave pun tercengang dan tanpa sadar air mata bahagia keluar jatuh di pipi nya
"kau hamil sayang"ucap brave memeluk erat dan menciumi seluruh wajah sang istri.
"iya sayang aku hamil"ucap Cici tersenyum manis.
"terimakasih sayang kau memberiku kabar yang sangat bahagia"ucap brave terisak menangis.
"sayang mulai sekarang kuliah mu cuti Kau harus fokus pada kandungan mu"ucap brave mulai menjadi suami overprotektif
"mama papa harus tau kabar ini pasti mereka sangat bahagia kau hamil"ucap brave langsung berlari meninggalkan sang istri.
Cici pun menggeleng kan kepala sambil tersenyum melihat sang suami yang begitu sangat bahagia.
"mama!!!!papa!!! ada kabar bahagia"teriak brave menggepar seisi rumah.
"brave kau ini kenapa berteriak teriak"ucap Marisa.
"kabar apa brave?"tanya Marisa.
"ma pa sekarnag Cici sedang hamil.cici sedang mengandung anakku"ucap brave langsung membuat Marisa dan Herry tersenyum senang.
"kau serius brave"ucap Marisa.
"iya ma kau sedang hamil"ucap Cici menghampiri.
Marisa pun langsung memeluk sang menantu kesayangan."selamat ya sayang atas kehamilanmu"ucap Marisa mencium kedua pipi cici.
"selamat ya sayang"ucap Herry mengelus kepala Cici.
"brave sekarnag kau ajak lah istrimu ke dokter supaya kita tahu berapa usia kandungan nya"ujar Marisa.
"iya ma"ucap brave langsung menggendong sang istri dan membawanya ke mobil.
"brave setelah periksa kandungan,kita kerumah papa ya,aku ingin memberi tahu kabar bahagia ini pada mama dan adik ku"ucap Cici
"iya sayang"ucap brave sambil menyetir ia tak henti mengelus perut datar sang istri.
lainhal nya di kediaman Kusuma,Genta begitu sangat dingin melihat tamu yang datang mencari nya.
"ada apa kau kemari?"tanya genta.l dingin
"aku hanya ingin bertemu mu karena aku kira kau cuti karena sakit"ucap zenika
"pergi kau dari sini dan jangan pernah kemari lagi!"usir Genta langsung menutup pintu.
"mas tadi itu siapa"tanya cica.
"itu wanita gila yang selalu mengejar ngejar ku"ucap Genta
"mungkin wanita itu mencintai mu"ucap cica
"dia memang mencintaiku dan terobsesi padaku.tetapi aku tidak mencintainya.aku hanya mencintaimu saja"ucap Genta mencium sekilas bibir sang istri
"aku pegang kata katamu,awas saja jika sampai kau berselingkuh dengan nya di belakangku.maka bagiku tidak akan ada kesempatan kedua.dan aku akan meninggal kan mu dan jangan harap kau dapat bertemu anakmu"ucap cica mengancam.
"untuk mendapat kan mu sangat sulit dan butuh perjuangan,jadi aku tidak mau menyia-nyiakan mu.aku sangat mencintai mu sayang"ucap Genta membuat cica tersenyum.