CICI & CICA

CICI & CICA
bab 37



sepanjang perjalanan genta tak henti terisak menangis karena ia begitu sangat mengkawatir kan sang istri dan kandungan nya.


"sayang dimana kamu"cemas genta tak henti mencari sang istri


"maaf kan aku,aku janji tidak akan mengabaikan mu lagi"ucap genta penuh ke khawatiran.


karena lama mencari genta pun berhenti sejenak menatap sekeliling tempat berharap ada sang istri


"aaaaa! sayang kamu di mana"teriak genta memukul setir nya dengan prustasi.ingin mencari keluar mobil tapi itu tak mungkin karena ia hanya mengenakan bokser.


"sayangg jangan membuat ku prustasi dan khawatir.kamu dimana sayang,maafkan aku"ucap genta melanjut kan perjalanan nya mencari istri nya.


"istriku tidak mungkin di culik mana ada yang mau menculik istriku.jika ada maka penculik itu akan merasa rugi bukan untung karena porsi makan istriku itu sangat banyak"ucap suami gada ogeb hada akhlak


"sebaik nya aku mencari istriku di rumah papa pasti dia ada di sana"ucap genta melajukan dengan kecepatan kencang


tak lama deni pun datang dan membawa kan banyak sate untuk nya,sang istri dan sang menantu.


dengan semangat cica pun melahap nya dengan nikmat.


"pa ini sangat enak,terimakasih udah beliin sate buat cica"ucap cica di sela makan nya


"samasama apapun papa lakukan buat menantu dan calon cucu papa"ucap deni dengan senang.


"makan lah yang banyak sayang"ucap mama ami dengan lembut


"ululu gue beruntung banget punya mama mertua dan papa mertua yang baik dan sayang ama gue"batin cica merasa bersyukur.


tak lama terdengar lah suara mobil genta


"tuh si genta dateng pasti cari menantu kesayangan mama"ujar deni.


tak lama genta pun datang membuat mereka membelalakan mata nya tak percaya melihat genta hanya mengenakan bokser


sementara genta yang melihat keberadaan aang istri langsung berlari ingin memeluk nya namun sudah dulu cica menghindar dan memeluk mama ami


"sayang kamu udah buat ku sangat khawatir"ucap genta melas seraya merentangkan tangan nya berharap sang istri memeluk nya.


"aku tidak mau memeluk ataupun di pelukmu"ketus cica mengeratkan pelukan nya pada mama ami.


"yank maafkan aku salah.dan aku janji akan selalu memprioritas kan kamu yank"ucap genta memohon dengan melas.


"bosen aku percaya sama kamu yang selalu boongin aku"ketus cica.


"baiklah tapi pikir kan tentang jeck.dia gak bisa jauh dari kamu yank"ucap suami kampret masih bisa bisa nya membawa bawa si jeck yang bersembunyi di bokser nya.


"woyy jangan bawa bawa gue.gue hanya di kendaliin ama lu"andai saja jeck bisa bicara seperti itu pada genta si mochi medok


"yank pikirkan jeck yang butuh kesejahteraan dari mu"ucap genta ingin mendekati sang istri justru sang istri malah menghindar di balik mama ami.


"bodoamat gada kesejahteraan untuk jeck!"ketus cica


sementara deni dan ami mereka terus tertawa kecil walau pun mereka tak tahu siapa jeck itu.


"ayolah yank kita berdamai ya.aku janji akan selalu mengutama kan kamu"ucap genta namun cica tak meladeni


"ma antar kan aku ke kamar untukku tapi jangan di kamar mochi.aku ingin menginap disini"ucap cica.mama ami pun langsung mengantar kan cica.


sementara genta mengacak kasar rambut nya.ia begitu prustasi jika sang istri marah pada nya.


"sayang"ucap genta menatap sang istri yang berlalu kekamar


"jangan memanggil ku sayang.karena hanya bang minho yang boleh memanggil ku sayang"saut cica membuat genta membelalakan matanya.


"siapa minho?"ucap genta


"suami keduaku"saut cica lagi lagi membuat genta tak percaya.


"tidak tidak,mana mungkin istriku memiliki dua suami.itu tidak mungkin karena hanya aku suami nya"ucap genta tak percaya dan tal terima


"pa apa papa tahu siapa minho"tanya genta


"minho itu kembaran papa"ucap deni yang mengetahui minho karena ia pernah melihat saat berkunjung ke korea karena pekerjaan.


"kamu cari saja di internet siapa itu minho"ujar deni berlalu pergi


karena penasaran genta pun mencari tahu di internet.dan bernafas lega karena tahu siapa itu minho.


"gantengan juga gue di banding minho"ujar genta percaya diri saat melihat foto minho di internet.


genta pun berlalu pergi ke kamar nya untuk mengenakan pakaian nya.


skip


usai mengenakan pakian ia pun menuju kamar yang cica tempati.


"sayang"panggil genta lembut


tak ada sautan dari cica,perlahan genta pun membuka pintu dan terlihat lah cica hanya mengenakan handuk,dan tengah mengeringkan rambut karena sehabis mandi.


"genta yang melihat pun berusaha meneguk saliva nya dan seketika hasrat nya muncul.yahh walau ini bukan pertama kali nya melihat cica dengan seksi atau pun bertelanjang bulat.tapi semenjak cica mengandung badan cica sangat berisi menjadi lebih wow sehingga membuat genta selalu saja datang hasrat nya.


"sayang"ucap genta menghampiri sang istri yang usai mengering kan rambut.


cica pun hanya diam tak meladeni.ia malah duduk bersender di ranjang masih mengenakan handuk yang menutupi tubuh polos nya.sambil memain kan ponsel nya


"sayang maaf kan aku"ucap genta seraya memijit kaki sang istri.


cica tak meladeni,fokus pada ponsel.


"sayang,makin hari kamu semakin cantik dan seksi"gombal genta dengan tangan nakal nya yang sedang memijit malah menyeludup masuk ke handuk ntah lah berbuat apa itu si genta.


singkir kan tangan mu"ketus cica yang akhir nya bicara juga.yahh walau ketus sih.


"yank kulit kamu putih dan mulus banget apa rahasia nya"ucap genta basa basi dengan memuji sang istri.


"rahasia nya mas cium kotok ayam"ucap cica asal sehingga membuat genta tertawa kecil


genta pun menciumi wajah sang istri"yank aku minta maaf"ucap genta tulus dan melas


"aku janji akan menuruti semua keinginan kamu"ucap genta yang akhir nya mengucap kan kalimat itu yang cica tunggu tunggu.


"benar?"tanya cica memastikan


"iya aku akan menuruti keinginan mu asalkan kamu memaafkan aku"ucap genta,seraya menyentuh pydr cica dan tersenyum manis.


"baiklah aku memaafkan mas.tapi aku mau mas belikan aku laptop baru,album kpop,sepatu seperti cici,baju baru,makeup.gimana?"ucap cica menaikan satu alis nya


"buset"batin genta


"hmm baik lah tidak masalah,mas akan belikan semuanya"ucap genta merasakan si jeck sudah menegang.


cica pun beranjak bangun untuk kembali mengenakan pakaian nya namun


oh shittt


handuk cica lepas sendiri sehingga membuat genta tak dapat menahan hasrat nya dan langsung menarik cica yang bertelanjang bulat.untuk naik kembali ke ranjang.


"yank aku mau kamu"ucap genta langsung membuka semua pakaian nya hingga polos.


"kunci dulu pintu nya nanti mama datang bisa malu aku"ucap cica.dengan cepat genta pun mengunci pintu dan kembali ke ranjang.


namun?


"yank ayo jeck sudah gak bisa tahan"ucap genta merengek karena sang istri malah berbaring di tutupi selimut


"aku ngantuk mas"ucap cica berbohong karena ingin melihat genta bagaimana berusaha nya mendapatkan kesejahteraan si jeck


"yank jangan buat aku tersiksa.ayolah yank"rengek genta seperti anak kecil meminta permen pada ibunya.


"awas ihh aku mau tidur aja"ucap cica semakin membuat genta prustasi karena hasrat nya memuncak.


tak cara lain genta pun menarik selimut yang menutupi tubuh polos sang istri.tanpa berkata genta pun pada inti nya saja.


"ahhh"desah cica saat jeck yang besar masuk dalam sarang nya.dengan perlahan penuh kelembutan genta pun memulai aksi maju mundur nya memberikan kenikmatan mereka berdua.desahan desahan sang istri terdengar sangat indah di telinga genta sehingga membuat genta terus bergairah menyalurkan hasrat nya.


"eth suara desahan?"ucap mama ami yang hendak mengantar kan makanan namun mengurungkan niat nya saat mendengar desahan di kamar tamu.


"ah sudahlah jangan mengganggu pasti mereka sudqh baikkan"ucap mama ami berlalu pergi


"mas aku itu"ucap cica membuat genta mengernyitkan dahi nya tak mengerti


"mau apa sayang?"tanya genta di sela kenikmatan nya


"ah kamu gak peka.aku kan sudah melirik pada air minum itu.aku haus"ucap cica kesal di sela gentq memberi kenikmatan


"ah iya aku ambil kan"ucap genta beranjak dari ranjang dan mengambilkan minum yang berada di meja dekat sofa


dengan cepat cica pun meneguk nya tanpa sisa.


"kita lanjut lagi ya"ucap genta memulai lagi memanjakan si jeck yang terus merengek minta masuk sarang nya


"-_-lah kok gue bukan nya elu "berandai jeck bisa bicara