
setelah lama berjam jam menunggu akhir nya hasil pun keluar dokter menyerahkan nya pada brave.
dengan perlahan brave membuka nya.
"bagaimana brave?"tanya Marisa.
brave pun terdiam tak menjawab
Cici pun merebut kertas itu dan langsung membaca nya,seketika air mata pun jatuh di pipi cici namun dengan segera cici mengelap nya
Risa merebut kertas itu dan membaca nya.ia pun tersenyum.
"sudah terbukti jika anak yang ku kandung adalah anak brave"ucap Risa tersenyum kemenangan.
plakkkkk
Herry menampar keras brave.
"kurangajar! ajar kau brave! kau begitu sangat hina! Dan menjijikan!"amarah Herry.
"mama kecewa padamu brave"amarah Marisa.
"sayang kau percaya kan padaku aku tidak pernah bermain wanita sayang"ucap brave meneteskan air mata nya menata sang istri yang terdiam.
"menyingkir lah kau! jangan sentuh menantu ku!"ucap Marisa langsung menarik Cici.
"kau bukan lagi putra ku!"ucap Herry dingin.
"ayo sayang kita pulang"ucap Marisa pada menantu dan suami nya.
mereka pun berlalu pergi dari rumah sakit.
"puas kau!!!telah menghancurkan rumah tangga ku!! dan membuat kedua orang tua ku marah padaku!!"amarah brave pada Risa
"brave aku sedang mengandung anakmu"ucap Risa
"aku tidak pernah menghamilimu!!!itu bukan anakku brengsek!"amarah brave menampar keras pipi Risa.
brave pun berlalu pergi dari rumah sakit.
dengan kecepatan tinggi brave mengendari mobil nya.ia juga tak henti terisak menangis.
"aku bukan ayah dari anak itu!!!"teriak brave memukul stir nya
"wanita itu pasti menjebak ku!"ucap brave dingin.
sampai di kamar terlihat lah Cici yang tengah berdiri di balkon sambil melamun.
"sayang"ucap brave langsung memeluk Cici yang terdiam.
"sayang aku mohon percaya padaku,aku tidak pernah menghamili Risa,aku hanya mencintaimu sayang,aku mohon percaya padaku.
aku yakin jika risa menjebakku,aku sangat yakin"ucap brave sambil terisak menangis.begitu pun dengan Cici yang meneteskan air matanya tak henti henti
"kau tahu bagaiaman diriku begitu pun sebalik nya aku tahu seperti apa dirimu,aku mohon percayalah padaku jika aku tidak sama sekali menghamili Risa.
kau juga sangat tahu seperti apa risa.dia wanita licik yang selalu mengejar ku,dan aku sangat yakin dia menjebakku sayang"ucap brave.
Cici pun masih terdiam tak bergeming dan enggan menatap brave.
"sayang bicaralah aku mohon"ucap brave langsung bersimpuh sehingga membuat Cici menatap nya.
"bangun"ucap Cici sambil mengelap air mata nya.
brave pun kembali berdiri dan menatap lekat sang istri.
"aku mohon percaya padaku"ucap brave sambil meneteskan air mata nya.
Cici pun membuang nafas kasar nya dan tersenyum "AKU PERCAYA PADA SUAMIKU. aku sudah mengatakan apapun hasil nya aku akan tetap percaya padamu"ucap Cici tersenyum mengelap air mata sang suami.
brave pun kembali memeluk sang istri sambil terisak menangis.
"terimakasih,aku janji akan aku bukti kan jika aku tak bersalah"ucap brave menciumi seluruh wajah sang istri.
"aku mendukung mu"ucap Cici tersenyum.
"terimakasih sayang"ucap brave sangat bersyukur sang istri mempercayai nya.
"apa aku boleh meminta sesuatu?"tanya Cici.
"katakan?"tanya brave yang kini sudah mulai tenang.
"biarkan aku dikamar ini sendiri"ucap Cici.
"mengapa?"tanya brave
"aku hanya ingin sendiri"ucap Cici.
"baiklah"pasrah brave langsung berlalu keluar dari kamar nya