CICI & CICA

CICI & CICA
bab 40



sementara di kediaman dery.dery begitu pasrah saat mendengar putra di penjaran seumur hidup dan untuk membebas kan nya pun ia tak berani karena brave anak sultan pertama telah mengancam nya jika berani membebas kan dave maka dery harus memilih membebas kan putra nya atau perusahaan nya bangkrut seketika.


dan kini pun dery bersama sang istri tengah berada di kantor polisi


"pa kita harus bebas kan putra kita pa"ucap fina terisak menangis.


"tidak usah putra kita memang pantas mendekam di penjara karena memang dia bersalah sudah berusaha memperkosa putri dinanto dan lagi pula jika dia tak di penjara dia akan menyusah kan kita dan menghambur kan uang ku dengan minuman mabuk nya dan selalu pulang malam.jadi biarkan dia di penjara supaya sadar apa yang dia lakukan itu salah"ucap dery berlalu pergi


"pa! papa"ucap fina mengejar sang suami yang berlalu ke mobil.


usai mengajari sang istri belajar brave pun mengakhiri nya karena sudah larut malam.


"bagaimana apa kamu paham sayang yang aku jelas kan"ucap brave pada sang istri yang menatap nya tak berkedip


tak menjawab malah senyum senyum tak jelas


"heyy"teriak brave membuyar kan lamunan cici


"ah iya tadi kau bicara apa sayang"tanya cici


"haduhh"brave menepuk jidat nya.


"bagaimana apa kamu mengerti yang aaku jelaskan tadi sayang?"tanya brave


"ah iya aku paham"ucap cici yang kenyataan nya hanya paham tak sepenuh nya karena gagal fokus terus menatap wajah tampan suami nya.


"lalu?"tanya brave


"lalu apa?"tanya cici mengernyit kan dahi nya.


"bayaran ku setelah mengajari mu sayang"ucap brave manja


"bayaran?sejak kapan anak sultan meminta bayaran dari mengajari seseorang bahkan istri nya sendiri"ucap cici tak percaya


"maksud bayaran nya bukan uang sayang"ucap brave gemas mencubit pipi sang istri


"lalu apa yang harus ku bayar pada mu brave ku terrrrr sayang"tanya cici mencubit pipi sang suami dengan gemas.


"bayaran nya sebuah ciuman sayang"ucap brave langsung mendapat ciuman dari cici di seluruh wajah nya.


"sudah kan?"ucap cici tersenyum manis.


"ada lagi yang belum sayang"ucap brave meminta plus


"apa?"tanya cici


brave pun menepuk ranjang dan dengan genit mengedip kan mata nya sehingga membuat cici tertawa kecil.


"hmm tidak bisa sayang"ucap cici dengan tersenyum menampakan deretan gigi putih nya.


"kenapa?"tanya brave


"aku sedang datang bulan sejak tadi sore"ucap cici membuat brave meronta ronta di kasur


"sudah lah sayang sebaik nya kita tidur"ucap cici membaring kan tubuh nya begitu pun dengan brave dan memeluk cici dengan posesif.


"brave"ucap cici yang belum memejam kan mata nya


"ada apa sayang?"tanya brave yang sudah memejam kan mata nya.


"brave sayang aku ingin buat debay"goda cici dengan nada sensual dan dengan tangan nakal nya menyentuh adik kecil brave sehingga membuat brave seketika membuka mata nya.


"sayang menggoda ku"kesal brave


"hahahahaha ayolah sayang"tawa cici


"jangan membuat ku khilaf sayang"ucap brave melepas pelukan nya dan tidur memunggungi sang istri yang tertawa.


"ayolah sayang aku sudah tak tahan"goda cici dengan nada sensual sambil menahan tawa nya.


"diam sayang aebaik nya kau tidur sebelum aku benar benar memakn mu dalam keadaan haid"ucap brave yang tengah tersiksa menahan hasrat nya.


"hahahahaha baiklah"ucap cici kembali memejam kan mata nya


setelah beberapa menit hening brave pun menengok sang istri yang tidur dengan tenang dan ia pun mengeser dan tidur memeluk sang istri.


"dasar istriku yang nakal"ucap brave mencium kening sang istri


"ayolah brave aku sudah tak tahan"ucap cici membuka mata nya dan tersenyum mesum


"kamu belum tidur"ucap brave melepas pelukan nya dan kembali memunggungi sang istri


"hahah sayang kenapa kamu menghindariku"tawa cici


"jangan menggoda ku sayang,kamu tahu jika hasrat ku selalu hadir jika bersama mu dan apalagi kau menghoda ku itu akan bisa membuat ku khilaf"ucap brave


"hahah baiklah sini lah aku tidak akan menggoda mu lagi sayang"ucap cici


"tidak nanti kau menggoda ku lagi"tolak brave bak bocah


"ayolah sayang aku tidak bisa tidur jika tak di peluk mu"ucap cici dengan manja.


brave pun berbalik menatap sang istri yang memelas


"aku mau tidur nya di peyuk"ucap cici seperti anak kecil yang sangat manja


brave pun langsung memeluk nya dengan sangat erat dan tak ada ruang diantara mereka berdua.


"brave-"ucap cici dengan cepat mulut nya di tutup dengan mulut brave


"tidur jangan banyak bicara"ucap brave kembali menutup mulut cici dengan mulut nya


dan tak lama mereka pun terlelap tidur dengan saling berpelukan dan berciuman.