
sesampai di sekolah gerbang sudah dulu di tutup dan di gembok hingga cici tak dapat masuk.dan untuk memanjat pun tak bisa karena gerbang depan dan belakang tengah ada satpam yang menjaganya
"ahh sial gue telat"ucap cici menatap gerbang yang di tutup dari kejauhan.
"kalau gue maksa masuk nanti gue bakal dapet hukuman.ahh gada pilihan lain gue harus bolos"ucap cici memutar arah motor nya berlalu pergi ntah kemana yang pasti cari aman
sepanjang perjalanan ia terus saja membatin mencari tempat yang aman untuk bersembunyi dan bersantai
"apa gue ke kedai aja ya??ah tidak tidak si joni kan mulut kaleng rombeng gbsa di ajak kompromi bisa bisa dia mengadu lagi pada guru di sekolah"batin cici terus berfikir
seketika ia pun melihat kantin yang sudah buka"gue kesitu aja kayanya tempat nya aman"batin cici seraya menghampiri kantin perusahaan.
sampai di kantin itu cici pun langsung mencari tempat ternyaman yaitu bagian pojok.setelah mendapat tempat ia pun memesan makanan dan minuman.selang beberapa menit pesanan pun datang dan cici pun langsung menyantwpnya perlahan sambil memainkan game di ponselnya.
☆bina bangsa☆
cica sang adik merasa sangat khawatir pada kakak nya yang tak kunjung datang padahal sang kakk dahulu yang berangkat namun sang kakak belum juga sampai.
"mochi kok cici belum dateng ya kan padahal cici dulu yang berangkat sebelum kita,apa jangan jangan cici di culik?!"cemas cica berfikit negatif
"udahlah yank biarkan saja lagian pula siapa yang mau culik cici yqng ada akan merugikan si penculit"ucap genta asal
tak lama guru pun datang dan memulai mata pelajarannya.
sementara perusahaan brave.ia tersenyum senang saat andrian memberikan identitas cici dan ia pun langsung membacanya dengan teliti
pukul 12.00
cici masih setia berada di kantin walau makanan nya sudah habis.yahh memang pada awalnya ia hanya numpang duduk doang.
tak lama brave dan andrian pun memasuki kantin tersebut yang berada di samping perusahaan brave.seketika brave pun menyunggingkan senyum nya saat melihat keberadaan cici.ia pun langsung memakai maskernya dan kaca matanya untuk menghampiri cici
"tuan ingin kemana?"tanya andrian
"kau tunggu saja di sini aku ingin menghampiri gadisku"ucap brave dingin dan beranjak menghampiri cici
"gadisku?wanita smk itu?ada apa dengan tuan?apa tuan mulai menyukai gadis smk itu?"gumam andrian merasa aneh pada tuan nya.
sampai di hadapan cici brave pun menatap cici yang tengah fokus pada ponselnya.
"sudah besar permainan game nya cacing"batin brave ingin rasa nya mentertawainya
"hemm hem"dehem brave membuat cici menoleh dan terkejut
"kau"geram cici menatap kesal
"mana ganti rugi"pinta brave hanya ingin membuat cici kesal
"udah buat gue telat sampai gue bolos!lo seenaknya aja minta ganti rug"ketus cici memberi duit sisa nya 50rb
"kurang!aku mintanya 100jt"ucap brave menahan tawa nya.
"eh buset kampret pasti lo nipu gue kan.ngaku ngaku mobil mahal tapi nyatanya bekasan aja belagunya minta ampun.emang kampret"kesal cici
brave pun membuka maskernya namun tidak dengan kacamatanya.
"udah sono lo pergi males gue liat lo"ketus cici
"huh dia masih belum mengenalku"batin brave
"ganti rugi dulu baru aku akan pergi"ucap brave
"nanti gue ganti tapi nunggu gue nikah ama tuam brave anak sultan"ucap cici asal membuat brave terkekeh
karena merasa sangat gemas brave pun langsung mencium bibir cici secara spontan sehingga membuat cici sangat terkejut membelalakan matanya.
1 detik
2 detik
3 detik
cici langsung mendorong brave dengan kasar sehingga membuat brave melepas ciuman nya.
"kurang ajar sekali kau menciumku"marah cici mencubit lengan brave.
"bibirmu manis aku ingin sekali lagi"goda brave membuat cici semakin kesal dan langsung beranjak bangun namun karena kesandung kakinya cici pun terjatuh ke lantai menimpa brave.
oh shitttt
kacamata itu terpental tak sengaja tersenggol cici
seketika pandangan mereka pun saling bertemu dan menatap nya dengan durasi lama sambil membatin
"lebih cantik dan genggemaskan"batin brave
"tampan.tapi rasanya aku pernah melihat pria ini tapi siapa ya pria ini"batin cici tak lama ia pun teringat akan idolanya dan ia pun langsung beranjak bangun.
"ka-u tu-an brave"ucap cici terbata bata namun senang bisa bertemu langsung idola nya
"iya.yang kau katakan aku masa depanmu"ucap brave membuat cici blushing
"siapa yang mengatakan nya seperti itu gue tidak pernah mengatakan seperti itu"elak cici
"masih mengelak dan aku juga yahu kau mengidolakan ku"ucap brave tersenyum langsung mencium kembali bibir cici.
"heyy ya,aku memang mengidolakan mu tapi aku bukan wanita murahan yang kau cium seenaknya!!!!"marah rere memukul jidat brave
"dasar pria gila di mana sopan santun mu hah!!sudahlah mulai sekarang kau resmi bukan lagi idolaku dan sudah ku hapus di daftar idolaku"ucap cici kesal membuat brave terkekeh tertawa kecil
sementara andrian memang benar benar tak percaya pada tuannya yang selali acuh pada wanita namun sekarang tuan nya seperti seorang wanita yang terua mengejar cintanya.
"semoga gadis itu pilihan tuan brave"gumam andrian ikut senang
"kau harus tetap mengidola kanku"ucap brave semakin mendekati dirinya dengan cici
"tidak!aku tidak mau lagi mengidolakanmu"ketus cici langsung mengenakan tasnya dan hendak pergi tapi sudah dulu brave menggendong nya di pundaknya bak seorang penculik
brave pun langsung membawa cici yang meronta ronta masuk kedalam kantornya sehingga menjadi pusat perhatian para karyawan nya.
sampai di ruagannya brave membawa masuk cici kekamar khusus nya dan menjatuhkan cici keranjang king size nya.
"ma-u apa kau"ucap cici menyilangkan tangan nya didada
brave pun membuka kemeja nya dan mendekati cici
"mamaaaaa!!!!! papaaaaaa!!!! tolong ciciiiii! mau di perkosa!!!"teriak cici membuat brave tertawa kecil dan langsung membaringkan tubuhhnya di samping cici
"aku tidak ingin memperkosa mu nona aku hanya ingin kau memijit badaku"ucap brave membuat cici bernafas lega.
"tidak aku tidak mau siapa kau seenaknya menyuruh ku!kau pikir aku tukang pijit yang seenaknya kau suruh"ketus cici menolak
"jika kau memijitku aku akan anggap lunas ganti rugii itu tapi joka kau tidak mau aku akan melaporkan mu kekantor polisi.bagaimana pilih yang mana"ucap brave
"baiklah aku pilih pijitin kau"kesal cici langsung memijiti brave dengan benar
"memang dia calon istri idaman"batin brave merasa nyaman dan enak merasakan pijitan cici.
drettt drettttt
seketika ponsel cici pun berbunyi sang adik menelfonya
"haduhh gimana ini pasti si cica nanyain gue dimana"ucap cici langsung mengangkatnya
"halo ca"ucap cici
".............."
"gu-e lagi-"ucap cici sedikit ragu
"pacaran"ucap brave merebut ponsel namun dengan sigap cici pun merebutnya kembali
"............."
"............."
"gue bolos yang tak di sengaja ca.tadi gue telat jadi yaaudah gue bolos aja dari pada kena hukuman"ucap cici membuat brave terkekeh
"............"
"baiklah"ucap cici mengakhiri dan kembali menyimpan ponselnya di sampingnya.
"kau punya kembaran?"tanya brave saat melihat wallpaper ponsel cici melihat foto twins
"ya,yang tadi menelfonku itu adikku cica"ucap cici datar melanjutkan memijit brave
"lalu siapa nama kamu"tanya brave ingin tahu
"cici"ucap cici datar
brave pun hanya ber oh ria.
beberapa jam pun berlalu cici mengakhiri pijitnya karena merasa sangat pegal pada tanganya
"tuan brave aku sudah selesai sekarang aku mau pulang"ucap cici beranjak dari ranjang namun dengan cepat brave menahanya.
"panggil aku brave saja jangan pakai tuan"ucap brave
"ya baiklah barave.sekarang lepaskan tanganmu aku ingin segera pulang"datar cici
"aku akan antarkan"ucap brave kembali memakai kemejanya
"lalu motorku bagimana"tanya cici
"biarkan asistenku yang mengantarkannya"ucap brave yang kini sudah selesai memakai kemejanya dan menggandeng tangan cici keluar dari kamar khususnya dan terlihatlah andrian yang tengah berdiri menjaga ruang ceo
"andrian kau bawa motor yang berada di kantin ke alamat-"ucap brave menatap cici
"jalan A******"ucap cici
brave pun langsung membawa cici masuk ke dalam lift khusus menuju parkiran mobilnya.tak lama.mereka pun sudah berada di parkiran khusus mobil ceo.dan brave pun membukakan pintu untuk cici segera masuk.
sepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka yang saling diam
"rasanya aku ingin terus bersamanya.aku tidak pernah merasakan detak jantung ku berpacu kencang.dan aku juga tidak pernah bersikap konyol seperti ini pada wanita.apa aku mulai jatuh cinta padanya??dan aku merasakan bahagia saat bersamanya"batin brave tersimpul senyum
"cici"panggil brave memecahkan keheningan
"hmmm ada apa?"tanya cici
"apa kau mau menjadi temanku"ucap brave sedikit pelan
"teman?"ucap cici tak percaya mantan idolanya mengajaknya berteman
"iya,kau mau beteman denganku"tanya brave mengulurkan satu tangannya pada cici
"baiklah kita teman"ucap cici tersenyum membalas uluran tangan brave.
sesampai di kediaman kusuma cici mengajak teman barunya untuk masuk dan brave pun menyetujuinya.
"mama!!!!!papa!!!!!cica!!!!!mochi!!!!!lihat gue bawa siapa!!!!gue udah buktiin kalau gue bakal bawa brave kemari dan gue sudah tidak halu lagi bertemu brave"teriak cici membuat brave tertawa.
taklama merekpun datang dan terkejut melihat brave.dan merekapun menyambut ramah brave dengan menyediakan banyak cemilan
"maaf tuan brave mengapa bisa bersama putri saya ya?"tanya dinanto sopan
"panggil saja aku brave"ucap brave diangguki dinanto
"saya adalah teman cici om tadi cici sehabis bersama saya jadi saya antarkan cici pulang dengan selamat"ucap brave dengan sopan dan memanggil dinanto om
"ah iya cici, genta bilang sama mama kalau kamu bolos ya"ucap sang ibu negara menatap tajam
"nggak ma cici gak bolos"ucap cici berbohong
"cici bohong ma.dia benar bolos.iyakan istriku"tanya genta pada cica
"ca gue gak bolos ya"ucap cici mengedipkan sebelah matanya
"mana gue tau"ucap cica tak berpihak pada siapapun
"maaf ya nak brave keluarga kami memang seperti ini"ucap dinanto
"tidak apa om saya senang lihatnya mereka begitu riuh dan heboh"ucap brave tertawa kecil
"kalau mama gak percaya mama tanyakan saja pada brave"ucap cici
"brave aku bolos ga"ucap cici sambil melotot pada brave
"nggak tante,cici cuma bolos yang tak di sengaja"ucap brave mengikuti perkataan cici dan membuat cici menatap tajam dirinya
"kampret kau brave gak bisa diajak kompromi"ucap cici membuat mereka tertawa begitupun dengan brave
"tuh kan kak brave saja jujur masa lo kagak jujur sih"tawa cica
"ehh curut lo kalo mau kompromi ama kak brave setidak nya lo sogok dulu hahaha"tawa genta membuat brave dan lainnya tertawa.
"tau ah kampret kalian"kesal cici berlalu pergi sebelum mendapat hukuman dari sang mama tercinta.
"om boleh saya menemui cici"ucap brave meminta izin
"silahkan lah pasti dia marah"ucap dinanto.brave pun melangkah menaiki tangga menuju kamar cici
dengan pelan tapi pasti brave pun membuka pintu kamar cici dan terlihat lah cici yang tengah berbaring di kasur dengan hanya menggunakan pakaian seksi biasanya yaitu tanktop dan setrit pendek.
brave yang melihat nya pun berusaha meneguk salivanya dan tiba tiba hasrat nya muncul perlahan
"ci"panggil brave menghampiri cici
cici pun menoleh tanpa rasa malu dengan pakaian seksinya yang tak sengaja memperlihatkan belahan nya.
"tahan brave jangan gegabah ingatt belum halal"batin brave berusaha menahan hasrat nya
"ada apa?"tanya cici ketus menyenderkan tubuhnya
"apa kau marah?"tanya brave
"ya,karena kau gak bisa aku ajak kompromi"ketus cici
"maafkan aku,aku janji akan memberikan apapun yang kau mau asal kau memaafkanku"ucap brave menggenggam kedua tangan cici
"benarkah?"antusias cici diangguki brave
"kalau gitu aku mau kau benerin motor adikku. yang aku tabrak kemobil kau"ucap cici
"tak perlu di benarkan.aku akan menggantinya saja dua motor yang satu untuk ganti motor adikmu dan yang satu untukmu"ucap brave jiwa sultan nya mulai muncul
"omooo jiwa missqueen ku meronta ronta"ucap cici tak percaya dan membuat brave semagi gemas dan menarik nya dalam pelukan nya lalu ia langsung mencium bibir cici.tak ada pembalasan dari cici.brave pun mengigit pelan bibir cici sehingga cici kaget dan langsung membuka mulutnya.dan brave pun mengabsen setiap rongga mulut cici.sehingga membuat cici terbawa suasana dan membalas nya.
dengan lama nya terus berciuman brave pun melepasnya dan berpindah ke dada cici yqngbkini menjadi mainan favoritnya.brave pun menaikan pakaian cici dan terpampanglah dua gundukan sedikit besar dan berisi terbalur bra.tangan nakal brave pun memulai memainkan satu gundukan itu dan dengan satu ia mlmt nya dengam rakus hingga meninggalkan tanda kepemilikan nya
"ahhhh"desah cici lolos dari mulut nya
brave pun masih setia terus bermain di area favorit nya dan lagi lagi membuat cici mendesah.
selang beberpa menit brave pun mengakhirinya dan kembali membenarkan pakaian cici.
"aku akan segera menikahimu secepatnya"ucap brave mencium sekilas bibir cici dan berlalu pergi dari kamar
sementara cici tercengang tak percaya mendengar ucap brave