
sesampai di di rumah twins pun langsung memakan rambutan itu dengan lahap.sementara brave dan genta yang melihat nya pun begitu sangat ingin meminta nya.
namun saat mereka meminta nya justru dengan pelit twins melarang nya dan mengatakan jika mau ambil sendiri di rumah pak somad.
karena tak boleh meminta dua pria tampan pun hanya duduk terdiam memandang istri mereka masing masing yang tengah asik memakan rambutan merah itu.
selang beberapa menit twins pun sudah usai menghabiskan rambutan sekantong plastik kecil.
tanpa memperdulikan samg suami twin pun berlalu kekamar nya masing masing diikuti suami nya.
sampai dikamar cici pun memberekskan sampah plastik cemilan yang sangat banyak di kamar nya.
"ini kamar atau gudang sampah sihh banyak banget sampah plastik"kesal cici seraya membersihkan
"itu kan sampah bekas cemilan mu sayang"ucap brave menggelengkan kepala nya.
usai membersihkan cici pun merebahkan tubuhnya di kasur sambil memainkan ponsel nya.
"ah iya sayang,kamu lagi gak sibuk kan?"tanya cici menatap sang suami yang juga berbaring di sebelah nya.
"nggak.memang kenapa?"tanya brave seraya memainkan pipi sang istri.
"aku ingin bertemu mama dan papa mertua"ucap cici memelas.
"sekarang?"tanya brave.cici pun mengangguk.
"baiklah ayo"ucap brave dengan semangat
"eitss aku mau mandi dulu,badan ku berkeringat.masa aku kerumah mertua bau kayak gini"ucap cici langsung berlari kecil ke kamar mandi.
selang beberapa menit usai cici dan brave pun langsung otw menggunakan mobilnya.
lainhal nya di kamar,kedua insan sedang bermesraan bersender di ranjang.dengan tangan sang suami yang terus mengelus perut sang istri.
"mas kalo anak kita udah lahir kita tinggal di rumah kita yah, hadiah yang dari mama ami"ucap cica seraya memainkan rambut sang suami.
"iyah sayang,dan nanti aku juga akan menyewa pembantu supaya kau tak lelah mengerjakan segala nya"ucap genta
"tapi aku mau. kalo kamu cari pembantu yang ibu ibu yaa jangan yang masih muda"ucap cica
"lah memang kenapa?"tanya genta
"mas biasanya kalo pembantu muda tuh diam diam menghanyut kan.bisa saja dia menggoda tuan nya saat nyonya nya tidak ada di rumah"ucap cica seketika teringat akan film film yang biasa ia tonton
"semua nya tidak seperti itu sayang.kan semua orang itu berbeda beda"ucap genta lembut
"tapi aku takut jika kita menyewa pembantu muda.nanti yang ada kamu tergoda dengan nya dan diam diam memiliki hubungan dengan nya di belakangku"ucap cica
"aku tidak akan tergoda,karena aku hanya tergoda padamu saja sayang,apalagi si jeck sudah sangat nyaman dengan mu.dan aku sangat mencintaimu"ucap genta membuat cica jengah
"trus kamu mau gitu menyewa pembantu muda?"tanya cica
"kalau kamu maunya yang seperti ibu ibu aku akan turuti"ucap genta membuat sang istri tersenyum.
sesampai di mansion herry . . .
cici begitu sangat terpukau melihat mansion mertua nya."busett ini mansion atau istana?gede banget.beruntung gue bisa jadi menantu sultan"batin cici.
kedatangan mereka pun di sambut hangat oleh para pelayan.dan tak lama marisa bersama herry pun datang.
"apa kabar ma pa"ucap cici memeluk mertua nya bergantian.
"kabar baik sayang"ucap mereka.
"ah iya apa sikecil sudah tumbuh di rahim mu ci"canda herry
"belum pa.justru sikecil tumbuh di rahim si cica.karena si mochi kata nya lupa pakai pengaman"tawa cici
"cica sedang hamil?"tanya marisa ikut senang.cici pun mengangguk
taklama kepala pelayan pun datang dan memberi tahu jika makan siang sudah tersaji rapih.
mereka pun berlalu melangkah ke meja makan dan duduk bersama
wahhh emang the best makanan sultan udah kayak restaurant.ucap cici memang baru melihat makanan mewah yang tertata rapih di depannya.
sementara yang lain nya tertawa kecil mendengar ucapan cici.begitu pun para pelayan juga ikut tertawa.
pelayan di sini memang pelayan yang sangat hebat.aku salut pada kalian.karena dapat memasak masakan untuk sultan"ucap cici sontak membuat mereka tertawa terbahak bahak.
kenapa pada tertawa.aku kan memang memuji kalian karena hebat.ucap cici
usai tertawa mereka pun menyantap makanan nya dwngan lahap dan nikmat.
makanan nya sangat enak.ucap cici d sela makan nya.
sering seringlah kemari nanti cici akan sepuas nya makan makanan sultan.ucap harry yang ikutikutan menyebut dirinya sultan sehingga membuat sang istri dan putra nya tertawa di sela makan nya.
"oke pap,cici akan sering sering kemari"ucap cici melanjut kan makan nya.
selang beberapa menit mereka pun usai menghabis kan makan siang nya dan brave pun mengajak sang istri untuk ikut kekamar nya.
sampai dikamar lagi lagi cici dibuat terpukau melihat kamar brave yang begitu sangat indah dan rapi.
"ini kamar ku dan kau.nanti saat kau lulus kita akan tinggal bersama mama dan papa di mansion ini"ucap brave duduk di sisi ranjang
sementara cici ia sibuk melihat lihat barang barang yang ada di kamar brave.
brave ini foto siapa?.tanya cici meraih bingkai foto brave dengan seorang pria
itu foto ku dan teman SMA ku namanya fano.jawab brave menghampiri sang istri dan memeluk nya dari belakang.
dilihat kau seperti nya sangat akrab dengan nya.ucap cici terus memandang foto brave dengan teman nya yang terlihat begitu sangat akrab dan bahagia.
itu dulu tapi sekarang sudah tidak seakrab dulu,bahkan sekarang kita sudah seperti musuh saat bertemu,aku juga tidak tahu mengapa sikap dia sangat berubah padaku.ucap brave seketika teringat ucapan fano yang mengatakan jika dirinya dan dia bukan lagi teman.
mungkin saja ada kesalahan yang kau perbuat dengan nya aehingga membuat sikap nya terhadap mu sangat berbeda.ucap cici
ntah lah.ucap brave
usai berada di kamar mereka berdua pun berpamit pada marisa dan herry untuk pulang.
brave kita mampir dahulu ya ke minimarket.ujar cici
sesampai di minimarket cici pun menyuruh brave untuk menunggu nya di mobil saja karena katanya sih hanya sebentar saja membeli sesuatu yang tak lain adalah 10 eskrim dan susu bumil untuk sang adik.
usai memasukan belanjaan nya keranjang cici pun membawa nya ke kasir.dan mengantri namun dengan tidak sopan seorang wanita mendorong aeorang ibu yang tengah mengantri di depan.sehingga ibu itu terjatuh kelantai
cici dengan lembut pun langsung membantu seorang ibu untuk bangun
lah lo.ucap cici terkejut saat melihat wanita itu adalah risa si mba pelakor
karena tersulut emosi cici pun mendorong risa.
"lo bisa tidak sopan sedikit pada orang tua.di mana etika lo!"marah cici.
"tidal usah mencampuri urusanku"ketus risa
"gue tidak akan emncampuri urusan lo tapi kalau cara lo mengantri seperti ini gue gak terima apalagi lo mendorong ibu ini dengan kasar,apa ibu tidak mengajari mu sopan santun terhadap orangtua hah!seharus nya kau mengantri di belakang janga maen seruduk tempat orang!"ucap cici dengan marah
"cantik doang tapi tidak ada etika sopan santun nya"ujar ibu ibu yang menyaksikan.
"kurang ajar sekali kau mengatakan aku seperti itu"marah risa hendak menampar namun sudah dulu tangan nya di cekal oleh cici.
"pergi kau dari sini wanita sialan yang tak punya sopan santun!"ketus cici melepas kasar tangan risa
pergi kau
pergi kau
pergi ka
ucap para ibu ibu.
risa pun dengan kesal langsung berlalu pergi dan tidak jadi membeli belanjaan nya yang sudah ia pilih.
"terima kasih ya nak.kamu memang anak baik"ucap ibu itu.cici pun hanya tersenyum
kalau gitu silahkan kau dahulu yang membayar kekasir"ucap ibu itu mempersilahkan cici
"serius bu?padahal aku tak apa jika mengantri lama juga"ucap cici
karena kau baik aku tidak masalah jika menggantikan mu mengantri di belakang.ucap ibu itu.
iya neng silahkan saja kkita juga tidak apa apa mengantri lama.ucap para ibu ibu
dengan senang hati cici pun langsung membayar belanjaan nya pada kasir
kalau gitu saya permisi ibu ibu.sopan cici berlalu pergi saat sudah membayar