
sementara di kamar brave begitu sangat prustasi tak bisa tidur karena tidak ada sang isteri di samping nya.
"sayang aku tidak bisa tidur tanpa mu"ucap brave sambil memeluk bingkai foto cici.
"kenapa semua nya seperti ini,aku tidak bersalah tetapi kenapa tes DNA itu membuat ku bersalah.aku yakin itu tes DNA palsu"ucap brave beranjak bangun dan langsung menghubungi Andrian sang sekretaris dan asisten pribadi nya.
"ada apa tuan"tanya Andrian.
"cari tahu mengenai kehamilan risa"ucap brave
"baik tuan"ucap Andrian
"jika ada pelaku di balik kehamilan risa.kau segera tangkap dia"ucap brave langsung mengakhiri pembicaraan nya.
keesokan hari di pagi hari cica sedang berolahraga senam bumil tentu nya selalu di awasi dan diajari sang kakak yang begitu peduli dan sayang padanya.
"ci udah ya,gue capek banget"ucap cica
"baiklah Lo istirahat lah"ucap Cici
cica pun langsung duduk dan menyeruput minuman nya.
tak lama Genta pun datang dan tersenyum melihat sang istri yang sehabis olahraga.
"wahh istriku sehabis olahraga ya"ucap Genta mengelus perut sang istri.
"sehat sehat di dalam sayang.ayah tak sabar menunggu mu hadir di dunia ini"ucap Genta mencium perut buncit sang istri.
"iya ayah"ucap cica dengan suara khas anak kecil.
tak terasa satu Minggu berlalu Cici tinggal di rumah sang papa.kini ia memutus kan untuk pulang ke rumah papa mertua nya.
sampai di kediaman herry. kedatangan Cici membuat brave Marisa dan Herry begitu sangat senang.
"apa kau sudah makan sayang"tanya brave sambil memeluk sang istri.
"aku sudah makan"ucap Cici tersenyum
"ma pa kalau gitu Cici ke kamar,Cici mau istirahat"ucap Cici dengan sopan.
"istirahat lah sayang"ucap Herry
Cici bersama bisa brave pun berlalu pergi ke kamar.sampai di kamar Cici langsung membereskan pakaian nya memasukkan ke lemari nya.
usai beres brave pun langsung memeluk sang istri dengan sangat erat.ia begitu sangat merindukan nya.
"aku tidak bisa tanpa mu"ucap brave menatap lekat Cici
"aku pun sama tidak bisa hidup tanpa mu"ucap Cici mengelus pipi brave
"apa kau jarang tidur sayang"tanya Cici
"iya"ucap brave
"kenapa kau jarang tidur?"tanya Cici
"karena kau tak ada di samping ku.aku tidak bisa tidur"ucap brave membuat Cici merasa bersalah
"maafkan aku"ucap Cici
"tidak apa sayang.yang terpenting kau sudah kembali"ucap brave mencium seluruh wajah Cici
"sayang apa kau sudah dapat membuktikan kan bahwa kau tidak menghamili Risa"tanya Cici.
"maaf kan aku,aku belum mendapat kan bukti apa apa,tetapi aku selalu berusaha untuk membukti kan bahwa bukan aku ayah dari anak yang risa kandung"ucap brave
"tidak apa,aku akan selalu menunggu"ucap Cici.
"tidak,aku ingin menghabiskan waktu banyak bersama mu.aku sangat merindukan mu sayang"ucap brave.
"hmm baiklah"ucap Cici mengecup bibir brave.
"sayang apa boleh aku meminta jatah ku"ucap brave tersenyum
"iya"ucap Cici dengan lembut.
brave pun langsung menggendong sang istri dan membaringkan nya di kasur.
dan terjadi lah olahraga panas di pagi hari.
usai sarapan Genta pun berpamit pada sang istri dan mama mertua
"ma Genta pamit kuliah tolong jaga cica"ucap Genta dengan sopan mencium tangan sang mama mertua.
"sayang kau baik baik dirumah dengan mama oke"ucap Genta mencium kening sang istri dan tak lupa mencium baby yang berada di perut.
Genta pun berlalu pergi setelah berpamit.
sepanjang perjalanan Genta tak henti memikirkan sang istri.ia begitu sangat senang di setiap hari nya menunggu ke hadiran di kecil.
sesampai di kampus terlihat lah Rendy dan Rifky tengah menunggu nya.
"ini masih pagi,tidak sabaran sekali sih!"ketus Genta.
"justru bagus jadi masih ada waktu untuk kita sarapan"ucap Rifky
"nanti aja"ucap Genta
"Lo udah kalah mabar game,dan sesuai perjanjian yang kalah teraktir kita"ucap Rifky
"yaudah iya,ayo ke kantin gue teraktir"ucap Genta dengan wajah datar berlalu pergi diikuti Rendy dan Rifky.
sesampai di kantin Rendy dan Rifky langsung memesan makanan dengan banyak sehingga membuat Genta hanya bisa mengelus dada.
"Lo gak makan moc"tanya Rifky
"gue udah sarapan tadi dirumah"ucap genta.
tak lama dua orang wanita pun datang ikut duduk bergabung.
mereka adalah zenika dan Arsy di ratu kampus yang membuat para pria terpesona dengan kecantikan serta tubuh nya yang seksi.
dan zenika juga sangat menyukai Genta hingga saat pertama kuliah zenika selalu mendekati genta.namun Genta selalu acuh pada nya dan bersikap dingin
"ren Rif gue ke kelas"ucap Genta dengan dingin berlalu pergi.
"selalu saja seperti ini setiap aku mendekat"kesal zenika.
"heyy sampai kapan pun Genta gak akan mau sama Lo!Genta itu hanya mencintai istrinya!"ucap Rendy dengan ketus
"dan apa kau tahu jika istri Genta itu sedang mengandung anak pertama genta.jadi Lo harus sadar diri untuk tidak mengganggu rumah tangga Genta"ucap Rifky yang juga sangat ketus pada zenika
"gue tidak peduli gue akan selalu berusaha mendapat kan genta"ucap zenika dengan emosi.
"heyy sudah gue katakan Genta tak akan pernah mau bersama Lo karena Genta sangat mencintai istrinya.lo tak tahu bagaimana Genta berjuang mendapatkan istrinya! itu sangat sulit!"ucap Rendy tersulut emosi
"sudah ren sebaik nya kita makan di kelas saja,gue gak mood makan disini"ucap Rifky beranjak bangun berlalu pergi membawa sarapan nya.begitu pun dengan Rendy.
"kurangajar!"amarah zenika
"sudahlah Zen,masih banyak pria lain"ucap Arsy
"diam kau!"ucap zenika dengan tegas