CICI & CICA

CICI & CICA
bab 14



setelah kepergian sang kakak cica pun melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri.namun hal yang membuat nya jengah lagi lagi muncul saat sang suami memaksanya untuk mandi bersama.tapi apalah daya cica hanya bisa menurut karena takut dosa jika menolak permintaan sang suami tercinta.


dua jam berlalu pasangan suami istri ini usai membersihkan diri dengan genta yang terlihat begitu sumrih dan segara sementara cica ia menampakkan wajah yang begitu datar -_-.kira kira apa yang terjadi saat mereka mandi bersama????ntahlah author juga tidak tahuu,jika para riders kepo tanyakan saja pada si mereka terutama pada mochii eh maksud author genta karena pasti dia yang membuat cica menjadi tidak mood.


"ini namanya istri solehah"ucap genta mencium kening sang istri


"istri yang nurut dengan suami"ucap genta lagi mencium sekilas bibir simungil cica.


cica pun melangkah mengambil pakaian nya dan juga pakaian genta.setelah memberikan pakaian pada sang suami cica pun tanpa rasa malu ia langsung memakai pakaian nya di depan sang suami begitupun dengan genta juga ia memakai pakaian nya di depan sang istri.toh lagi pula mereka sudah saling melihat pada saat mandi bersama.


usai berpakaian mereka pun berlalu pergi meninggalkan kamar nya menuju lantai bawah untuk sarapan bersama.


"lama banget sih panganten baru nih!"ketus cici yang sudah merasakan lapar


"noh lo salahin tuh si mochi karena dia yang buat kalian nunggu lama"kesal cica sementara genta ia malah tersenyum tanpa dosa


"genta kemari"ucap dinanto


"ada apa papa mertua"ucap genta dengan sopan menghampiri dinanto


dinanto pun beranjak bangun dari duduk nya dan membisikkan sesuatu pada genta.sehingga membuat genta tersenyum senyum tak jelas.sementra yang lain nya mereka begitu sangat penasaran dengan apa yang di bisikan dinanto terhadap genta.


"terimakasih pa,papa memang the best tau aja apa yang genta inginkan dan rasakan"ucap genta dengan bahagia dan kembali duduk di kursinya bersebelahan dengan sang istri tercinta.


"mas moc papa ngomong apaan?"bisik cica kepo


"ntar juga kamu tau yank"ucap genta seraya memakan makanan nya


"seperti nya ada yang tidak beres"batin cica


selang beberapa menit usai pengantin baru pun berpamit pada sang mama dan papa untuk berkunjung kerumah mama dan papa mertua untuk mengambil pakaian+barang penting milik sang suami.


"ca moc.gue ikut"teriak cici beranjak bangun dari duduk nya mengejar cica dan genta yang sudah ke mobil.


"ayo berangkat"ucap cici menyelonong masuk kemobil


"lu ngapain ikut"ucap genta menengok kebelakang.


"gue pengen tau aja rumah lo kaya gimana"ucap cici cengengesan


"turun lo gaboleh ikut ntar rumah gue lo acak acakin lagi"ucap genta asal


"heyy lo kira gue apaan ngacak ngacak rumah lo pikir gue maling"ketus cici menyentil telinga genta


"lu jadi adik ipar durhaka banget yaa gue kutuk tau rasa lu"kesal cici


"tur-"belum sempat genta berucap sudah dulu di sela sang istri


"mass jangan jadi adik ipar durhaka kamu"ucap cica membela cici


"mas?"ucap cici mengernyitkan dahinya


"mas tukang mochi?ca?hahaha"tawa cici


"tuh kan yank cici malah meledekku"ucap genta bagai anak yang mengadu pada emak nya


"ci udah ya diem dan kamu juga cepat jalanin mobilnya jangan banyak nyerocos aja"ucap cica melotot membuat genta tak dapat berkutik dan langsung menjalan kan mobilnya.


tiga puluh menit pun usai mereka kini telah sampai di kediaman prawira.mereka pun menuruni mobilnya dan twins pun sangat terpukau saat melihat kediaman prawira.



"njirrr ini rumah atau istana bagus dan gede buanget"ucap cica terpukau


"ca pasti ni rumah mahal banget lihat aja udah gede luas lagi"ucap cici sama hal nya dengan cica yang begitu terpukau


"ayo kita masuk"ujar genta menggandeng cica


"eitss ntar dulu aku buka sendal gak"ucap cica polos membuat genta dan cici menepuk jidatnya


"ya enggak usah sayang,pake aja"ucap genta terkekeh


"duhh lo norak banget si ca,gimana nanti lo jadi nyonya prawira"ucap cici menggelengkan kepalanya


"yakan gue kira rumah sebagus ini gaboleh kotor harus bersih dan siapa tau tuh keramik nya terbuat dari permata.noh liat aja keramik aja mulus bening udeh kayak kulit si mochi"ucap cica membuat genta dan cici terkekeh


"yaudah lah gimana kamu aja yank"ucap genta menarik sang istri masuk kedalam begitupun dengan cici yang mengintil.


kedatangan mereka pun disudah ditunggu oleh mama ami.mereka pun dengan sopan menyalami mama ami dan setelah itu mereka duduk bersama sambil mengobrol


"yang kecil mungil pendek ma"ucap genta


"kalau ngomong yang bener itu sama aja kamu menghina istri kamu"marah mama ami mencubit perut sang putra


"rasain lu kena marah mama mertua"gumam cica.


"ma itu bukan menghina tapi itu ciri membedakan twins"ucap genta memegang perut nya yang dicubit


mama ami pun langsung melepaskan cubitan nya dan genta pun berlari kekamar nya untuk mengambil pakaian nya dan barang penting nya.


"ma cica permisi bantu mas genta"ucap cica sopan dan berlalu pergi kekamar genta


sementara cici dan ami mereka asik mengobrol


sampai di kamar genta terlihat lah genta yang tengah memasukkan pakaian nya kedalam koper besarnya.


"mas"panggil cica yang kini bwrada di depan pintu


"eh sayang sini yank bantu aku"ujar genta seraya sibuk mengemasi


cica pun menghampiri sang suami dan membantu nya.hingga beberapa menit mereka pun selesai.dan karena lelah melipati pakaian genta yang akan di masukkan ke koper,cica pun merebahkan tubuh nya di kasur king size genta.


"huh baju kamu banyak banget"ucap cica sambil menikmati lembut dan empuknya kasur genta.


seketika genta pun langsung menindihi nya dan sontak membuat cica terkejut.


"yank kamu jangan macem macem nanti ketahuan mama papa apalagi cici aku bisa malu"ucap cica menatap sang suami yang begitu dekat.


cup cup cup cup cup


genta menciumi kedua pipi,hidung, kening dan terakhir bibir.


"mas jangan berulah nanti kalo mama kesini bagaimana"ucap cica


"gakk akan"ucap genta langsung mencium bibir cica dan m*l*m*t nya dengan nafsu saat cica membalasnya.


seketika benar saja mama ami dan cici pun datang menyelonong masuk dan tanpa sengaja melihat tonton wow.


"omaygatt mata gue ternodai"ucap cici membuat mereka terkejut dan cica pun langsung mendorong genta dengan cepat.


"maaf mama sama cici ganggu"ucap ami langsung menarik cici untuk keluar kamar dan menutupnya kembali.


sementara cica begitu sangat malu dengan mertuanya


"tuhkan kamu sihh aku kan jadi malu sama mama mertua"kesal cica


"ngapain malu yank kita ini sudah halal yank"ucap genta


"tau ah"ketus cica berlalu pergi diikuti genta yang membawa kopernya.


sampai di hadapan mama ami dan cici.cica yang wajahnya merah merona karena malu ia berusaha tenang dan tersenyum


"apa sudah selesai ca?"tanya mama ami membuat cica semakin merah merona


"u-dah ma"ucap cica tak tahu harus jawab apa hanya kata itu yang terlontar di mulutnya


"maaf ya tadi mama ganggu kamu"ucap mama ami


"gak ko ma"ucap cica


"ah iya mama ingin memberi ini untuk cica"ucap mama ami menyerahkan sebuah kunci ntah itu kunci apaan


"kunci?"ucap cica mengernyitkan dahinya


"ini kunci rumah baru yang mama beli untuk kamu dan genta tinggal nanti"ucap ami membuat cica tak percaya


"memang rumah nya dimana ma?"tanya cica


"rumahnya berada di samping rumah mama papa kamu"ucap mama ami lagi lagi membuat cica tak percaya karena ia tahu rumah kosong besar itu yang berada di samping rumahnya adalah rumah yang sebualan lalu di bangun dan yang ternyata untuk nya dan genta tinggal.


"terimakasih ma"ucap cica berhambur memeluk mama ami


"mama emang yang terbaik"ucap genta ikut memeluk ami dan cica


"gue juga ikutan dari pada diem aja"ucap cici ikut memeluk dan mereka pun kini berpelukan bersama.