CICI & CICA

CICI & CICA
bab 63



tak lama terdengar suara cici yang begitu sangat nyaring terdengar.melihat kedatangan cici membuat kayla tertawa melihat aunty nya yang rada somplak.


"sayang aunty datang dari kayangan"ucap cici mengambil alih kayla dan menciumi kayla.


sementara genta cica dan risma tertawa melihat pakaian yang di kenakan brave.


"sejak kapan kak brave menjadi kiyut"tawa cica.


"mo jadi bencong pasar ya kak"tawa genta.


"sayang"ucap brave manja pada cici.


"hey jangan meledek suami gue"galak cici.


"lucu ci"ucap genta.


"oh iya gue sama brave mau menginap disini gapapa kan"tanya cici.


"gapapa dong"ucap cica.


"baiklah dimana kamar untuk gue sama brave"tanya cici.


"sebelah sana"ucap cica menunjuk kamar tamu.


cici pun berlalu pergi diikuti brave.


"curut anak gue mau dibawa kemana"ucap genta.


"malam ini kayla tidur sama gue"saut cici.


"oh baik lah.jadi aku bisa berduaan dengan istri ku"ucap genta senang.


"oh iya ma,mama tidur disini saja"ucap cica.


"iya sayang"ucap risma berlalu ke kamar tamu.


kini tinggal cica dan genta saja.sambil menatap mesum genta langsung menggendong sang istri membawa nya ke kamar.


"kita memang belum bisa melakukan berhubungan intim namun aku mau malam ini kamu memuas kan ku dengan caramu sendiri"bisik genta membuat cica membelalakan matanya.


keesokan hari nya kediaman genta,seorang paruh baya datang untuk menjadi pembantu di kediaman genta.


"terimakasih tuan sudah menerima saya bekerja di rumah tuan"ucap pembantu bernama sun.


"sama sama"ucap genta berlalau pergi untuk ke kampus.


cici dan brave sudah pulang,risma berada di rumah nya.kini hanya ada cica kayla dan pembantu itu saja.


cica yang begitu ramah mengajak ngobrol sun yang tengah memulai bekerja nya.


sesampai nya di kampus genta begitu sangat jengah melihat zenika yang menghampiri nya.


"genta bagaimana dengan foto yang ku kirim kan malam tadi apa kau percaya"tanya zenika.


"iya"singkat genta mengiyakan saja.


"lalu kapan kau mencerai kan istrimu?"tanya zenika.


"aku mau menceraikan atau tidak bukan urusan mu! dan yang harus kau ingat aku tidak akan mau bersamamu"ucap genta dingin dan berlalu pergi.


seketika zenika pun tersenyum menyeringai"anak mu akan menjadi milikku"ucap zenika ntah apa maksud nya.


tak terasa siang hari tiba Genta pulang dan mendapati istri nya tengah asik tertawa bersama putri nya.cica yang melihat kehadiran Genta pun langsung memeluk putrinya saat Genta ingin mencium dirinya dan juga Kayla.


"mandi dulu baru boleh cium aku dan kayla"ucap cica tegas.


"cium doang yank"ucap Genta.


"tidak boleh.mas itu dari luar!"ucap cica.


"hemm baiklah"pasrah Genta berlalu pergi ke kamar.


selang beberapa menit Genta pun usai membersih kan diri dan langsung menemui sang istri dan putri nya.


dengan lembut Genta mencium dua cinta nya.


"yank aku lapar"ucap Genta.


"aku akan ambilkan"ucap cica berlalu ke dapur.


Genta pun menatap putri nya yang sedari tadi menatap nya.


"ayah tampan ya sayang.kamu sangat beruntung memiliki ayah baik dan tampan seperti ayah"ucap Genta menciumi putri nya yang malah memukul pelan pipi Genta.


"kok ayah di tabok sayang"ucap Genta.


"kamu gak mau ya ayah cium"ucap Genta berpura mewek.


sontak membuat Kayla juga ikut mewek dan langsung menangis.


"cupcucp sayang nya ayah diam ya,nanti ayah kasih hadiah untuk kayla"ucap Genta berusaha membuat putrinya terdiam dan hingga akhir nya terdiam.


"nanti Kayla besar,Kayla ingin apa?ingin mobil ya?"ucap Genta lembut,Kayla merespon dengan menggeliat.


"nanti ayah belikan Kayla mobil oke"ucap Genta kembali menciumi putrinya.


"lah aku udah besar kenapa gak di beliin mobil"ucap cica seraya memberikan makan Genta.


"kalau aku beliin kamu mobil nanti kamu akan terus keluar.aku gak mau kamu keluar rumah hingga lupa waktu"ucap Genta sambil melahap.


"ya gak bakal lah sayang! aku masih sadar aku memiliki suami dan anak mana tega aku meninggalkan kalian dalam waktu lama"ucap cica memanyun kan bibir nya.


"nanti aku belikan helikopter saja"ucap Genta.


"serius"tanya cica tak menyangka.


"aku serius nanti aku belikan mu helikopter tapi yang mainan nya"tawa Genta.


"apaan sih tidak lucu mochi!!!"kesal cica berlalu pergi kekamar bersama putrinya.


usai makan siang,Genta pun kembali ke kamar nya.


"yank"ucap Genta ikut berbaring di samping Kayla yang tengah di beri asi.


cica pun hanya menatap sini engga bicara dengan sang suami.


"yank setiap hari kamu tambah cantik aja"ucap Genta yang tahu sang istri marah.


"wajah cantik,bulumata lentik,bibir mungil seksi,pipi sedikit tembem udah kayak bapau,tubuh mungil namun semok.itu semua ada pada dirimu yank kamu itu sangat sangat seksi"ucap Genta memegang tangan cica.


"apaan sih"ketus cica.


"yank aku tadi beli banyak es krim loh"ucap Genta.


"benarkah?"berbinar cica.


"iya ada di freezer"ucap Genta.


"ambil kan untukku"ucap cica.


"maafin aku dulu gih"ucap Genta.


"iya aku sudah maafin"ucap cica.


Genta pun langsung berlalu pergi untuk membeli eskrim karena tadi ia berbicara bohong.hehehe.


sementara di sebuah apartement zenika sangat tak sabar menunggu malam hari tiba.


"hahaha malam ini juga hancur sudah rumah tangga genta"tawa zenika.


"Zen kau jangan macam macam loh dengan keluarga mereka.loh gak tahu seperti apa istri nya Genta kalau udah murka"ucap stefani.


masih ingat Stefani kan?ituloh temen sekolah twins,mantan nya Dave.


Stefani adalah sepupu zenika.


"kau tidak takut"ucap zenika.


"yasudah aku mah tidak mau ikut campur"ucap stefani kembali mengingat peringatan dari brave yang mengancam nya jika mengusik keluarga Kusuma,brave tidak akan segan segan membuat Stefani menderita.


sementara di mansion Herry terlihat banyak wartawan datang untuk menemui brave dan Cici.setelah mereka mengetahui Cici tengah hamil anak brave para wartawan pun gencar untuk mempublikasi kan kebahagiaan keluarga besar Herry.


"aku tidak mau bertemu dengan mereka,aku tidak mau mereka menyorot ku hingga masuk televisi"ucap Cici yang terus mengemil.


"baiklah sayang aku akan mengusir mereka"ucap brave berlalu pergi di temani Herry.


"huh!laki gue pengusaha tapi serasa artis"ucap Cici meneguk minum.


selang beberapa menit brave pun datang dan tersenyum.


"bagaimana"tanya Cici.


"semuanya sudah beres"ucap brave.


"brave kamu artis ya?"tanya Cici.


"bukan,tapi saat umur 16-18 tahun aku pernah sih masuk ke dunia entertainment menjadi pemain film"ucap brave membuat Cici tak menyangka.


"serius pemain film"ucap Cici.


"iya sayang"ucap brave.


"sayang aku mau bermain film"ucap Cici merengek.


"film azab ya?"tawa brave membuat Cici menatap nya datar.


"iya tidak apa apa tetapi kau ya, yang terkena sambat petir nya"ketus Cici.