
tak lama pak penghulu pun datang.
"ayo pak penghulu langsung saja dimulai"ucap genta to the point
"yaelah mochi lo kagak sabaran amat"ucap cici
"kebelet nikah si mochi"ejek rifky mengundang banyak tawa
"baiklah sekarang kita mulai saja"ucap pak penghulu
ijab qobul pun dimulai kini genta mampu mengucapkannya dengan lancar dan tegas.
"bagaimana para saksi sah?"ucap pak penghulu
"sahhhhhh"ucap mereka
genta pun memasangkan cincin yang sempat waktu itu ia beli untuk meminta maaf pada cica.setelah di pasangkan di jari cica,cica pun mencium tangan genta yang kini sudah sah menjadi suaminya dan genta pun mencium kening cica yang kini sudah sah menjadi istrinya.
"yeyyy akhirnyaaaa gue jadi suamii cicakk kecil ini"ucap genta girang
"yankk kita akan terus bersama"ucap genta memeluk cica dengan eratt dan menciumi seluruh wajah cica
"-_-"cica
sementara mereka yang menyaksikan hanya menggelengkan kepala melihat pasangan yang baru saja sah
bapak bapak saya sangat beeterima kasih pada kalian,karena kalian saya akhirnya bisa menikahi wanita yang saya cintai"ucap genta membuat mereka terkekeh
"ini untuk bapak bapak dan bapak penghulu dan pak rt"ucap deni memberikan uang pada mereka
"ayo ma pa,mama mertua papa mertua kita pulang"ujar genta seraya menggandeng istrinya
"ah iya ma pa,genta sekarang akan tinggal di rumah mama mertua saja"ucap genta di setujui kedua orang tuanya
setelah semuanya beres mereka pun berpamit dan meninggalkan kediaman pak rt untuk segeraa pulang kerumah nya masing masing
karena hari sudah larut malam risma dan dinanto pun langsung kekamarnya untuk istirahat begitupun dengan twins dan menantu nya.
dikamar twins
lagi lagi perdebatan kembali muncul hanya karena berebut tempat tidur siapa lagi kalau bukan cici dan genta yang ingin berebut tidur
"ini kamar gue dan cica jadi lo tidur aja dikamar tamu!"ucap cici memukuli genta dengan guling
"oh tidak bisa sekarang ini jadi kamar gue ama cica jadi lo aja sono yang pindah dari kamar ini"ucap genta sengaja membaringkan tubuhnya di kasur twins
"ehh kamprett pindah lo"ucap cici kesal menarik narik genta
"stopppp brisikkk"teriak cica yang mulai jengah dan membuat pertengkaran seketika berhenti
"ci udah ya ngalah percuma aja berdebat ama si mochi gak bakal menang dan lagi pula gue ama si mochi udah sah jadi memang seharus nya tidur bersama"ucap cica berusaha menjelaskan
"baiklah"ucap cici mengerti
"wleee sono lu pergi"ejek genta menjulurkan lidahnya
"awas lu mochi"kesal cici berlalu pergi membawa bantal kesayangannya
setelah kepergian cici,genta pun langsung beranjak bangun dan mengunci pintu.
"udah sono lo tidur"ucap cica berlalu melangkah kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya
"gak,aku mau tunggu kamu saja kita tidur bareng bareng"ucap genta seraya membuka pakaian nya yang kini hanya menggunakan bokser
selang beberapa menit cica pun usai mengganti pakaian nya dengan tanktop dan celana pendek sepaha.cica pun keluar dari kamar mandi dan seketika terkejut serta beegidik ngeri melihat genta yang hanya bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxser yang begitu menampakkan pedang saktinya.
begitu pun dengan genta yang melihat cica yang berpakaian seksi membuatnya berusaha meneguk salivanya dan menatap tak berkedip
cica pun berusaha tenang untuk tidak gugup,ia pun membaringkan tubuhnya kekasur tanpa berkata.