
malam hari tiba cica dan genta pamit untuk pulang namun tidak dengan si mungil gemoy kayla yang akan menginap tidur bersama cici dan brave.cica juga tak lupa menyiap kan asi untuk kayla beberapa botol kecil.
"sayang bunda pulang ya"ucap cica mencium putri nya.
"ingat jangan buat repot aunty dan ucle oke"ucap genta mencium putri nya.
kayla pun hanya merespon dengan sebuah senyuman manis nya.
usai genta dan cica pergi.cici bersama brave pun langsung ke kamar nya bersama si mungil gemoy kayla.
sampai di kamar mereka berbaring.cici begitu terlihat sangat senang karena bisa tidur bersama keponakan nya.
"kayla sangat mirip seperti bunda nya"ucap brave menciumi pipi gembul kayla.
"kayla itu mirip dengan ku karena cica mirip aku"ucap cici membuat brave tertawa kecil.
"sayang kalau anak kita lahir mau kasih nama apa?kalau aku sih sudah menyiapkan nya kalau anak kita laki laki"ucap brave seraya mengelus perut besar sang istri.
"ada deh aku juga sudah menyiapkan nama untuk anak kita kalau perempuan"ucap cici.
"sayang aku rasa kita akan memiliki anak twins deh soalnya perut mu besar melebihi saat cica mengandung kayla"ucap brave menebak.
"pasti nanti gemoy seperti kayla"ucap brave menaruh kayla pada atas tubuh nya.
"kayla sayang coba katakan uncle"ucap brave mengajari.
"nty"ucap kayla malah mengucapkan aunty.
"kayla hanya mau memanggil nama aunty nya saja hahah"tawa cici.
"kayla nanti uncle brave kasih kayla makanan tapi dengan syarat kayla harus mengatakan uncle"ucap brave dengan lembut.
"kel"ucap kayla membuat brave tersenyum senang.
"kalimat uncle sangat sulit bagi kayla untuk di ucap kan"ucap cici.
keesokan hari nya cici terbangun dari tidur nya dan merasakan sakit pada pinggang nya.cici pun menatap sang suami dan keponakan nya yang masih setia tidur.
"