CICI & CICA

CICI & CICA
bab 15



setelah berlama dikediaman prawira.mereka pun berpamit untuk pulang karena hari sudah sore.


"yank rencana buat nempatin rumah dari mama kapan?"tanya genta.sambil fokus menyetir


"nanti saja saat kita punya anak"ucap cica santai


"memang kamu mau punya anak sekarang"goda genta


"maksud ku nanti kalau kita sudah lulus sayang"ucap cica jengah


"kenapa gak sekarang aja bikin nya biar gue jadi aunty"celetuk cici


"lo aja sono bikin ama kucing"ketus cica


sesampai di kediaman kusuma.genta meminta sang istri untuk membawa koper nya karena ia ingin pergi sebentar untuk ke minimarket disebrang rumah untuk membeli sesuatu.selang beberapa menit genta pun usai membeli sesuatu di minimarket,dengan santai berjalan menuju rumah tiba tiba genta di hadang seorang bocah nakal yang membawa kambing siapa lagi kalau bukan si ali anak pak somad juragan kambing


"stopppp"ucap merentangkan tangan nya menghalangi genta untuk berjalan


"ada apa?"tanya genta dengan santai


"bagi duit"ucap ali dengan gaya cool nya


"kayak gue bapak lu aja seenak nya minta duit"ucap genta ketus


"cepet bagi duit atau tidak aku akan menyuruh segerombol kambing ini untuk menyeruduk kakak"ancam ali


"gue gada duit kampret,duit gue udah abis semua buat beli ini"ucap genta menunjukkan bingkisan minimarket


"yaudah sini berikan padaku!"ucap ali dengan songong nya menarik baju genta.


"kasih ga ya?ah kasih aja bodoamat"batin genta


genta pun tak memberikan bingkisan itu tetapi ia memberikan dua kemasan kepada ali


"apaan ini?"tanya ali melihat lihat kemasan itu


"itu balon kenikmatan"ucap genta asal sambil menahan tawanya


"baiklah sekarang kakak boleh lewat,tapi ingat jika lewat sini lagi kakak harus bawa duit"ucap ali dengan songong nya


"halah dasar kampret lu"ucap genta berlalu pergi.


sesampai dirumah genta langsung menemui sang istri yang berada di kamar.


"mas kamu beli apaan?"tanya cica yang tengah merebahkan tubuhnya sambil memain hp


tanpa menjawab genta pun melempar bingkisan itu pada cica dan ia pun berlalu kekamar mandi untuk membuang air kecil


cica pun membuka bingkisan itu dan mengernyitkan dahinya karena ia tak tahu itu apa pikir nya itu adalah balon


tak lama genta pun keluar dan menghampiri sang istri yang tengah mengutak atik bingkisan itu.


"mas kamu beli balon?untuk apa?banyak banget"tanya cica polos membuat genta menepuk jidatnya


"itu bukan balon sayang,coba kamu baca kemasan itu"ujar genta


glekkk


cica berusaha menelan salivanya saat mengetahu kegunaan benda itu


"ini itu adalah kon**m alat kontrasepsi sekaligus pengaman"jelas genta


"sebanyak ini?kamu mau pakai berapa kali?"tanya cica berusaha menelan salivanya


"setiap hari"ucap genta mengecup sekilas bbr cica


"mas kalau aku hamil bagaimana"ucap cica


"nggak akan sayang tenang aja ini aman ko"ucap genta


"tapi aku gak mau setiap hari"ucap cica tak dapat membayangkan


"sayang itu cuma sedikit doang belinya tidak banyak lagi pula aku kurangi 2 aku kasih ke anakkecil yang palak aku"ucap genta


"palak?kasih anak kecil?"ucap cica


"iya sayang tadi sehabis membeli ini aku di hadang anak kecil trus dia minta duit ke aku,tapi aku gak kasih duit karena duitt aku habis beli ini dan akhir nya aku kasih aja benda ini dengan alasan itu balon kenikmatan"ucap genta sambil tertawa


"anak kecil dengan segerombol kambing?"tanya cica diangguki genta


seketika cica pun tertawa"hahahah itusih si ali kampret bocah yang nakal nya nauzubillah"tawa cica


"pasti tuh anak dimarahin jika pak somad tau hahaha"tawa cica terbahak bahak


dan benar saja dikediaman pak somad.ali dimarahi sang bapak dan ibu


"kamu dapat dari mana benda itu ali?"tanya pak somad dengan marah


ali yang ketakutan pun sulit untuk berucap


"jawab bapak ali kamu dapat daei mana benda itu!atau kamu beli ya?!"ucap pak somad


"p-ak sewaktu aku mau bawa kambing kekandang aku lebih dulu malak kakak kakak terus kata kakak gapunya uang jadi kakak itu kasih ali ini katanya itu balon kenikmatan"ucap ali menunduk


"kamu malak orang hah!jika mengulangi lagi ibu kirim kamu ke pesantren"ucap bu wiwi menjewer telinga ali


"ampun bu"ucap ali kesakitan


"mangkanya kamu jangan nakal!malak malak.orang segala"marah sang ibu


"iya bu ali gak akan ngulangi lagi"ucap ali memelas.


"yank kamu tau ga kalo ini itu saran papa mertua loh waktu pagi papa bisikin ke aku ituloh"ucap genta tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya


"kenapa kamu ikutin saran papa"kesal cica


"ya karena itu memang mau aku.dan aku tidak bisa menahan hasratku yank,aku sangat tersiksa yank si jeck minta bersemayam aja"ucap genta seraya m*r*m*s dua gund*kan cica


"-_-"datar cica