CICI & CICA

CICI & CICA
bab 3



selang beberapa menit stefani dan sisi pun datang membuat cici n the geng tak mood untuk memakan seblak nya


"huhh panas sekali yaa disini"sindir della menatap sinis stefani dan sisi


"santai aja kali gue gak ganggu kalian lagi makan"ucap stefani seraya duduk di di kursi lain bersama sisi.


"si gue seneng banget hari ini"ucap stefani berniat membuat cici cemburu


"senang apaan stef?"tanya sisi yang juga ikut akting stefani


"gue gak nyangka malam ini gue diajak dave kerumah nya dan katanya mama dan papa nya ingin bertemu dengan gue.uhhh gue gak sabar bangett dehh"ucap stefani dengan sengaja ia berbicara dengan kencang agar terdengar oleh cici


"wow bagus dong siapa tau dapet lampu ijo jadi menantu konglomerat"ucap sisi menatap sinis cici


sementara cici hanya diam tak meladeni ucapan dua wanita pengganggu .ya karena ia sudah tak memiliki perasaan apa apa lagi pada dave


"heyy dua kampret percuma saja lo usaha buat kakak gue cemburu pamer kebahagiaan lo dengan dave!itu gak akan mempan karena kakak gue tidak sama sekali menyukai ataupun mencintai si mesum itu"ucap cica emosi


"ko situ yang sewot yaa padahal kan gue sama sisi gak nyinggung si cici"ucap stefani


"gausah drama stefani anaknya kuda pony!gue tahu lo sengaja bicara seperti itu kan agar lo puas membuat kakak gua cemburu!!"emosional cica


"lo jangan sudzon ama gue!"ucap stefani beranjak bangun menghampiri meja cica dan mengebraknya


"lo bisa sopan dikit gakk!!"ucap cica tak kalah emosi dan marah


"ya lo dulu ngomong yang ngga ngga"ucap stefani


plakkkk


cici yang sedari diam dengan tenang berusaha mengontrol amarahnya seketika membuat nya sangat marah saat melihat sang adik di sakiti


"brengsek!!!"amarah cici menghampiri stefani dan menamparnya


begitupun dengan genta juga ia menampar stefani


"rasain lu kena dua kali"greget della dan putri


"kurang ajar akan gue adukan lo pada dave"kesal stefany berlalu pergi bersama sisi meninggalkan kantin


"gue tidak takut!"ucap cici dengan dingin


"yank apa sakit?kalau gitu ayo kita ke dokter"ucap genta khawatir


"gausah gue gak papa"ucap cica


"ca lain kali jika kau di sakiti balas saja mereka yang menyakitimu"ucap cici


"iya ci"ucap cica


bel masuk pun berbunyi mereka kembali kekelasnya untuk melanjutkan pelajaran lagi hingga beberapa jam lamanya jam pulang telah berbunyi semua murid bina bangsa berhambur berpulangan


di parkiran


sambil mengobrol cica dan genta kini tengah menunggu cici yang sedang ketoilet


"moc lo ga lupakan ama janji lo"ucap cica


"ya enggalah yank"ucap genta merangkul cica


"awas aja kalau boong gue bakal marah ama lu"ucap cica mengacak rambut genta


lima belas menit usai kini cici belum juga datang sehingga membuat sang adik merasa khawatir


"moc ko cici lama banget ya"ucap cica merasa khawatir


"ntahlah"ucap genta menaikkan kedua bahunya


"kalau gitu ayo kita cek saja kedalam"ucap genta


mereka pun kembali memasuki sekolah yang mulai sepi dan menegok kanan kiri berharap ada cici yang usai ke toilet.sampai di depan toilet terdengarlah suara tangisan yang seperti nya tangisan cici didalam kamar mandi.


"itu suara cici"ucap cica berlari ke sumber suara


"cici apa lo didalam"teriak cica di depan pintu sumber suara


"cica tolong gue! gue mau di perkosa dave!!"teriak cici menangis histeris


genta pun dengan cepat mendobrak pintu kamar mandi itu hingga terbuka dan terlihat lah cici yang tengah menangis mempertahankan kehormatannya.


plakkkk


"brengsekk kau dave!!!kau apakan cici"amarah cica menampar dave dengan sangat keras


tanpa berucap genta pun langsung membawa dave keluar dari kamar mandi dan menghajar dave dengan menonjoknya


"sekali lagi lo berani menyakitinya ataupun mendekatinya gue gak akan segan segan menghabisi lo"ucap genta yang bagaimana pun juga dia sayang dengan cici yang ia anggap sebagai sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya.


"gue gak takut sama lo!"ucap dave memegang perut nya yang sakit dan berlalu pergi


sementara di dalam toilet cica langsung memeluk sang kakak yang begitu ketakutan dan menangis tak henti


"ci lo belum di apa apain kan sama si brengsek itu"tanya cica dengan lembut cici pun menggeleng dan membuat cica bernafas lega


"sekarang ayo kita pulang aku akan adukan ini pada papa dan mama supaya si dave dilaporkan ke polisi"ucap cica dengan marah tak terima


"jangan ca gue gak mau buat mama dan papa terkena masalah.lo tahu kan kalo keluarga dave itu bukan orang sembarangan aku takut papa dan mama kenapa napa"ucap cici terisak menangis


"baiklah aku tidak akan mengadukan kejadian ini dan sekarang lo tenanglah apus air mata lo supaya mama dan papa tak curiga kalo lo sehabis menangis"ucap cica seraya merapikan pakaian cici yang berantakan karena sempat ingin di buka oleh dave


setelah cici merasa tenang mereka pun meninggalkan toilet dan menuju parkiran.


"moc lo yang nyetir"ucap cica menyerahkan kunci mobilnya pada genta


sepanjang perjalanan cici hanya terdiam dan sesekali ia meneteskan air matanya


"aku sangat membencimu dave aku tak menyangka kau memang seperti pria hidung belang yang selalu merebut kesucian wanita.aku menyesal telah mengenalmu"batin cici meneteskan ait matanya dan langsung menyekanya


"terima kasih ya tuhan engkau telah menyelamatkan ku dari lelaki bejat itu"batin cici sangat bersyukur.


sesampai di kediaman kusuma,genta memarkirkan mobil twins.


"ayo moc kita masuk"ucap cica seraya ingin keluar mobil namun di tangan nya di cekal genta


"yank papa dan mama kamu galak tidak?"tanya genta berkeringat dingin melihat risma dan dinanto tengah duduk bersantai di depan halaman.


"tenag aja mama dan papa gue baik kok gak ngegigit"canda cica


mereka pun keluar dari mobil dan menghampiri sang mama dan papa mencium tangan nya


"ini siapa ca ganteng pisan?"tanya risma terpesona dengan si genta


belum sempat cica menjawab sudah sudah dulu di sela oleh cici"dia mochi ma kekasih nya cica"ucap cici membuat dinanto seketika tertawa


"mochi bandung apa mochi garut"ucap dinanto tertawa membuat genta bernapas lega karena pikirnya papa twins galak


"bukan mah dia genta yang sering aku ceritakan pada mama"ucap cica


"ohh ternyata genta.tampan sekali udah lagi putih sihh kaya mochi"ucap risma mencubit gemas pipi genta sementara genta ia hanya senyum senyum


"ayo kalau gitu ajak masuk si mochii tampannya"ujar risma ikut memanggil genta dengan sebutan mochi