
"Tidak kok sayang"ucap cici terus menina bobo albi karena belum tidur sementar yara sudah terlelap tidur.
"Sebaiknya sayang tidur,biarkan aku yang meniduri albi"ucap brave mengambil alih albi karena tak ingin sang istri kelelahan.
"Baiklah.selamat malam"ucap cici mencium brave dan si kembar.
Brave pun dengan penuh kelembutan terus berusaha untuk membuat albi tidur. Hingga tak terasa sudah larut malam albi barusaja tidur.
Brave pun menyimpan albi di ranjang bayi bersama dengan yara yang begitu pulas. Dengan sebuah senyuman brave menatap kedua anak nya. Ia benar benar sangat merasa bahagia memiliki anak kembar dan terlahir dari wanita yang sangat ia cintai.
"Albi, yara, daddy janji akan selalu menjadi daddy yang terbaik untuk kalian. Daddy akan selalu berusaha untuk membahagiakan kalian.daddy sangat menyayangi kalian"ucap brave mencium albi dan yara.
Brave pun berbaring di kasur dengan memeluk cici yang tidur begitu pulas. Seketika air mata nya jatuh melihat wajah istrinya yang terlihat sangat kelelahan.
"Aku sangat mencintaimu,terimakasih sudah hadir dalam hidupku dan terimakasih sudah melahirkan anak kita.aku janji akan selalu menjadi suami terbaik untuk mu dan aku berjanji aku akan selalu membuatmu bahagia.terima kasih atas segalanya"ucap brave mencium kening cici dengan penuh kelembutan.
Keesokan hari nya cici terbangun dari tidur nya menatap sang suami yang masih setia tidur di samping nya.cici pun beranjak bangun menghampiri ranjang si kembar.dilihat cici pun tersenyum melihat sikembar sudah bangun namun tidak menangis.
"Anak mommy sangat pengertian,tahu kalau mommy dan daddy sedang tidur. Pasti kalian tidak ingin mengganggu mommy dan daddy saat tidur yaa"ucap cici menoel hidung albi dan yara yang tersenyum padanya.
"Kalau gitu siapa dulu yang ingin minum asi"tanya cici dengan suara khas anak kecil.
Yara pun mengeluarkan suara nya seperti menginginkan dia dahulu.
"Kakak albi memang sangat mengalah pada adik yara"ucap cici menatap albi yang tersenyum tak mengeluarkan suara.cici pun menggendong yara untuk di beri asi.
Tak lama brave pun terbangun dan tersenyum melihat cinta nya.brave menghampiri dan menggendong albi yang menatap kehadiran nya.
"Sayang apa sikembar tadi menangis?"tanya brave seraya mencium putranya.
"Tidak sayang, mereka anteng anteng saja"ucap cici usai memberi asi yara dan berganti menyusui albi. Kini yara berada di sang daddy.
Marisa mengajak cici untuk membawa si kembar berjemur di pagi hari. Dengan senang hati cici menurut. Namun brave terlebih dahulu mencegah nya.
"Sayang berikan albi padaku"ucap brave mengambil alih albi sementara yara sudah bersama oma nya yaitu marisa.
"Lah kenapa?"tanya cici menatap heran brave
"Aku tahu kamu lelah. Sebaiknya kamu banyak banyak istirahat kamu sehabis melahirkan. Jadi biarkan sikembar bersama ku dan mama untuk berjemur"ucap brave benar benar tidak ingin membuat istrinya lelah.
"Baiklah sayang terimakasih"ucap cici tersenyum dan kembali berbaring untuk tidur.toh dia masih mengantuk.
Brave bersama marisapun berlalu pergi membawa sikembar untuk berjemur.
Sampai di taman mereka duduk berjemur membuat sikembar menutup matanya karena silau cahaya.
"Brave apa kamu sudah tahu jika kabar melahirkan cici mu sudah tersebar di televisi?"tanya marisa.
"Aku sudah tahu ma, jadi biarkan saja selama mereka tidak mengganggu ketenangan keluargaku"ucap brave dengan santai nya.
Tak lama herry pun datang ikut bergabung "brave berikan albi pada papa"ucap herry begitu sangat ingin menggendong cucunya.
Brave pun menyerahkan albi pada herry.
"Brave sebaiknya kau siapkan sarapan pagi untuk istrimu. Biarkan sikembar papa dan mama yang menjaga"ucap herry.
"Baiklah"ucap brave berlalu pergi ke dapur setelah mengambi sarapan brave pun berlalu ke kamar.
Di lihat sang istri tengah tidur dengan pulas. Brave pun tak ingin membangunkan nya dan ia pun malah justru ikut tidur memeluk sang istri.toh ia juga begitu masih mengantuk karena tadi malam tidur larut malam.