CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 09



Dua hari kemudian. Auron Li yang bangun lebih dulu, melihat istri kecilnya yang masih terlelap di balik selimut tebal berwarna cream.


"Dia seperti seekor kucing pemalas saat sedang tidur." Gumam Auron Li.


Dengan perlahan Auron Li turun dari ranjangnya, dia tentu tidak mau membuat Han Yuna yang masih tidur itu terbangun karena gerakannya yang turun dari ranjang, jika dia bangun dengan cepat seperti biasanya.


Setelah berdiri, Auron Li merapikan kembali selimut yang tadi dia sibakkan, supaya udara dingin yang keluar dari AC tidak membuat tidur Han Yuna terusik.


Auron Li merenggangkan otot tubuhnya sebelum dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


15 menit kemudian, Auron Li keluar dari kamar mandi dan melihat jika istri kecilnya sudah bangun, juga sedang menguap sambil merenggangkan kedua tangannya di atas ranjang.


"Kau sudah bangun?" Ucap Auron Li.


Han Yuna yang tengah menguap tersentak saat melihat Auron Li yang hanya memakai handuk keluar dari kamar mandi.


Dengan cepat Han Yuna menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Meskipun mereka sudah menikah, tapi Han Yuna adalah gadis kecil yang belum pernah melihat seorang laki-laki berdiri di depannya dengan hanya memakai sebuah handuk yang terlilit di pinggang.


Oh, jangankan itu. Han Yuna bahkan belum pernah berciuman dengan laki-laki manapun.


(Benar-benar masih polos ya 🀭)


Melihat istri kecilnya yang merasa masih malu dan belum terbiasa, Auron Li hanya menggelengkan kepalanya. Auron Li lalu berjalan dan masuk ke dalam ruang pakaian yang ada di dalam kamar itu.


Sejak masih muda, Auron Li sudah mengurus kebutuhannya sendiri, jadi dia tidak pernah meminta siapa pun untuk melayaninya, jika itu hanya sekedar untuk berganti pakaian dan pekerjaan lain yang sekiranya dia bisa melakukannya sendiri.


Setelah selesai berganti pakaian, Auron Li keluar dari ruang gabti pakaian, dia lalu melihat ke arah ranjang, juga ke arah kamar mandi setelahnya.


"Ternyata dia sudah berlari ke kamar mandi." Ucap Auron Li.


Sambil menunggu Han Yuna selesai di kamar mandi, Auron Li duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya, dia kemudian membuka ponselnya dan membaca beberapa berita yang ada di salah satu media sosialnya.


ceklek


Suara pintu kamar mandi terbuka, tapi tidak ada siapapun yang keluar dari dalam kamar mandi itu.


Auron Li yang merasa tidak ada suara langkah kaki setelah mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, menoleh dan melihat ke arah kamar mandi.


"Anu.... Auron, apa kau disana?" Ucap Han Yuna dari dalam kamar mandi.


Auron Li yang mendengar suara Han Yuna meletakan ponselnya di atas meja, lalu berjalan ke kamar mandi.


Han Yuna menjulurkan kepalanya di sela-sela pintu kamar mandi yang dia buka, dan manatap Auron Li yang ada tepat di depan kamar mandi.


"I.... Itu... Bisakah ambilkan aku baju? Aku... Lupa membawa baju, karena tadi kau...."


Belum sempat Han Yuna berbicara, Auron Li mendorong pintu kamar mandi hingga terbuka lebar.


Han Yuna yang hanya mengenakan handuk kimono menutupi tubuh bagian atasnya.


Auron Li menatap istri kecilnya yang hanya mengenakan handuk kimono, dia lalu mendekati tubuh kecil istrinya itu.


"Aaaakh!" Teriak Han Yuna karena terkejut saat Auron Li menggendong tubuhnya ala bridge style.


Haj Yuna yang takut akan jatuh, langsung melingkarkan tangannya pada leher Auron Li saat suaminya itu tiba-tiba menggendongnya.


Han Yuna melihat wajah Auron Li yang begitu dekat dengan wajahnya. Namun sedetik kemudian dia menundukkan wajahnya setelah Auron Li menatap balik dirinya.


"Bagaimana ini, kenapa dia tiba-tiba menggendongku?"


Auron Li tersenyum tipis, dia lalu berjalan ke ruang ganti pakaian sambil tetap menggendong tubuh Han Yuna.


Setelah sampai di dalam, Auron Li menurunkan Han Yuna di atas kursi yang ada di dalam ruang ganti pakaian itu.


"Aku tunggu di bawah." Ucap Auron Li pada Han Yuna yang masih menundukkan wajahnya.


Auron Li berjalan keluar, tapi baru beberapa langkah dia berhenti dan berbalik melihat istri kecilnya.


"Hari ini kita akan ke rumah utama, aku akan memperkenalkan mu pada keluarga besar Li. Kakek dan bibi berkata kalau mereka ingin bertemu denganmu."


Han Yuna langung mendongakan kepalanya dan menatap Auron Li dengan ekspresi terkejutnya.


Auron Li hanya tersenyum melihat ekspresi istri kecilnya itu.


"Jangan takut, mereka tidak akan melakukan apa-apa padamu. Mungkin hanya akan memintamu melahirkan satu, dua cucu untuk menemani kakek ku disana nanti."


Selesai mengatakan itu, Auron Li benar-benar keluar dari ruang ganti pakaian dan terus berjalan keluar dari kamar, setelah mengambil ponsel dan dompetnya di atas meja.


Sementara itu Han Yuna yang tidak tahu bagaimana keluarga Li sangat takut dan khawatir akan melakukan kesalahan, apalagi dia adalah seorang yatim piatu yang di adopsi keluarga Han dari panti asuhan dulu.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, melihat Auron saja rasanya menyeramkan. Bagaimana dengan keluarganya?" Ucap Han Yuna penuh dengan cemas dan takut.