
Kedua pria ini turun menggunakan lift,
Dengan gagahnya keduanya menebarkan pesona maut mereka, siapa yang tidak pangling ?
Bahkan ada yang kesandung tangga, kasihan sekali.
Ya disini lah mereka berada di dalam mobil mewah menuju rumah mewah,perjalanan dari perusahaan menuju rumah nempuh 70 km.
sehingga menimbulkan rasa bosan bagi sekretaris yang menjadi supir dan tidak untuk sang tuan muda yang senantiasa menggenggam tabnya mengecek segala Berkas atau permasalahan yang sedang di alami perusahaannya.
(tuan muda ini sibuk bngt ygy)
pada saat melewati sebuah sekolah menengah atas Dan tepatnya anak sekolah sedang berkeliaran ada yang membeli cemilan, dan ada juga yang sedang menunggu jemputan.
tak Sengaja dion hampir menabrak seorang gadis kecil yang sedang melewati zebra cross dengan menenteng es teh di tangannya.
Ciiiiitttttt suara gesekan ban mobil dengan aspal
dan anak-anak yang berada si luar sekolah itu berteriak histeris karna insiden itu "AWAASSSSSSSSS" dengan suaranya mereka yang nyaring.
"Aargghhhhh apa yang gadis itu lakukan" ucap dion "hei bodohh apa yang kau lakukan apa kau ingin membunuh ku!! ?" Sang bos berucap memarahi asistennya dengan cepat dion meminta maaf,"cepat cek apakah terjadi sesuatu?" Dion langsung mematuhi perintah bosnya.
"Hei nona apa ada yang luka?" Ucap dion kepada gadis yang menggunakan seragam putih abu dengan rambut yang diikat kuda
" heiii apa maksud mu menanyakan itu kepadaku, tidakkah kau lihat es teh ku sudah jatuh ?!, dan lihat itu aarrghhh es batu kuuu!!! ucap gadis itu yang menatap nanar es tehnya yang sudah jatuh.
Dion hanya mematung dan otaknya mendumel 'hei bocah apa kau tidak menyayangi jiwa dan tubuhmu, kenapa malah mementingkan es teh dan es batu?, apa kau bodoh?' Itulah isi pikiran dion
"Hei om kenapa kau diam saja hah?,apa kau sedang memikirkan rencana agar pergi tanpa mengganti rugi ?" Ucap gadis itu
"Maaf nona tapi anda tidak terluka sedikitpun" ucap dion
"Apa maksud muuuuuu!!, ganti es teh ku cepattt, aku tidak mau tau !!"dengan kesalnya gadis itu mengeluarkan suaranya sambil menghentak hentakkan kakinya.
Darren menatap kesal kedua manusia yang sedang berdebat itu
"apa yang mereka bicarakan kenapa lama sekali?" Kesal darren , dengan tidak sabarannya dia keluar dari mobil dan menuju asistennya, dia melihat gadis itu tidak ada goresan sedikitpun, hanya saja ada minuman plastik yang jatuh.
"Hei om ganti es teh ku sekarang, aku tidak mau tau" tatapnya darren dengan wajahnya yang garang. Darren menatapnya kembali sambil berkata pada hatinya 'lihatlah ekspresinya itu lucu sekali, apakah dia bodoh?, dia marah-marah hanya karena es tehnya jatuh? apa dia tidak memikirkan keselamatnnya sendiri?, sangat bodoh' itulah isi otak seorang darren.
"Hei om" ucapnya lagi
"Ada apa huh, berhenti memanggil ku om"ucap darren " aku tidak mau tau om, aku ingin es teh ku di ganti" ucap gadis itu.
"Antar aku ke penjualnya" gadis itu hanya mendengarkannya, dan berjalan menunjukan arah ke penjual es teh,darren dan dion ikut mengekorinya.
"Ini tempatnya" ucap gadis itu sambil menunjukan plastik berisi teh dan es batu yang disebut es teh.
'Oh astaga hanya minuman ini sampai menimbulkan kegaduhan' pikiran darren dan menatap heran pada gadis kecil di hadapannya.
"Dion"ucap darren dan dion mengerti harus apa " pak saya borong semua minumannya Dan Berikan pada nona ini" ucap dion kepada bapak penjual es teh, " baik tuan terimakasih".
"Om aku hanya butuh satu dan ekstra es batu bukan semua ", "ambil saja nona bukankah es batunya akan lebih banyak?" Ucap dion kepada gadis kecil itu.
"Em oke makasi om" dion hanya tersenyum membalas ucapan terimakasih itu Dan Darren hanya diam bagaikan batu hidup
" hei om batu kenapa kau diam saja","huh ? Apa masalahmu ?" Balas Darren
"Kenapa kau diam saja, nanti kau bisa jadi jomblo seumur hidup, lihat wajahmu seperti batu" dion hanya menahan tawanya sambil sesekali berdehem.
"Hei bocah siapa namamu?" Ucap darren
"Nama Ku fara, mau apa kau", ' heh lucu sekali bocah ini, emosinya cepat meledak ini bisa menjadi hiburan untuk ku' isi pikiran Darren.
"Baiklah fara, asal kau tau di luar Sana ada banyak wanita yang ingin menjadi istriku, dan apakah kau buta?, lihatlah wajahku ini sangat tampan bukan?"
Gadis itu menatapnya aneh 'om ini pede banget lihat wajahnya jelek"
"Kau jelek","kurasa penglihatanmu buta"ucap darren dan berhasil membuat emosi fara meledak" hei om kau yang buta, lihatlah mataku ini bisa melihat mu, melihat ini itu,kau yang buta cih" darren tertawa dalam hatinya rasanya asik sekali.
"Dion ayo pulang", "baik tuan" dengan sigap dion membukakan pintu untuk darren.
Fara hanya bisa mendumel melanjutkan menyebrangi jalan sambil sesekali mengumpati darren "cih, tampan katanya?, dan apa tadi dia bilang aku buta, apa apaan om bodoh itu" ucapnya sambil meminum es tehnya.