CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 12



Setelah kemarin bertemu dengan kakek dan bibi Auron Li. Han Yuna dan Auron Li menginap di rumah utama. Karena bibi Li berkata jika anggota keluarga Li yang lain belum bertemu dengan Han Yuna.


Saat ini di dalam kamar Auron Li yang berukuran dua kali kamar mereka di mansion, Han Yuna tengah mengikat rambutnya di depan meja rias.


"Em.... Auron?"


"Iya?"


"Ada berapa orang keluarga Liu yang belum bertemu dengan kita?"


"Adik perempuanku, paman dan dua keponakanku, tapi mungkin paman tidak pulang karena dia sedang berada di luar negeri."


Han Yuna mengangguk "Berapa usia adik perempuanmu?"


"24 tahun."


Han Yuna terdiam mendengar usia dari adik Auron Li yang tiga tahun lebih tua darinya.


Auron Li melihat perubahan wajah dari istri kecilnya itu, dia lalu meletakan ponselnya dan berjalan mendekati Han Yuna.


"Meskipun dia lebih tua darimu, dia tahu harus bersikap bagaimana terhadap kakak iparnya. Jadi jangan khawatir." Auron Li mengambil sisir yang ada di atas meja.


"Aaakh! Kenapa kau melepas ikat rambutnya? Aku baru saja selesai mengikatnya dengan baik." Ucao Han Yuna seraya cemberut.


"Aku lebih suka melihat rambutmu tergerai seperti ini."


Han Yuna mengerutkan keningnya karena heran dengan ucapan Auron Li, sebab ketika di mansion dia tidak pernah berkata seperti itu, dan selalu bersikap biasa saja saat dia mengikat rambutnya.


"Jangan berfikir lagi, ayo kita keluar. Mereka pasti sudah menunggu kita di bawah."


"Ini baru jam 7, mereka semua sungguh sudah datang?"


"Iya."


"Kalau begitu ayo kita keluar sekarang." Ucap Han Yuna sambil berdiri.


"Tunggu."


"Kenapa la..."


Belum selesai Han Yuna berbicara, Auron Li menarik tengkuknya dan menenggelamkan wajahnya pada leher Han Yuna.


"Aaaakh!"


Han Yuna mendorong tubuh Auron Li setelah beberapa saat merasakan lehernya seperti sedang di gigit oleh Auron Li.


"Apa yang kau lakukan? Shhh, ini sangat sakit." Ucap Han Yuna seraya mengusap lehernya.


Auron Li melihat tanda merah pada leher istri kecilnya yang baru saja dia buat, lalu tersenyum puas.


"Kenapa kau malah tersenyum?" Ucap Han Yuna yang masih mengusap-usap lehernya yang terasa sakit itu.


Han Yuna menatap Auron Li dengan tajam.


"Sudah, jangan marah lagi. Ayo kita temui mereka di bawah." Auron Li mengulurkan tangan kanannya pada Han Yuna.


"Kalau kau melakukannya lagi, aku akan menendang kakimu dengan keras."


"Baik nyonya muda, ayo."


Han Yuna mendengus kesal, namun dia tetap menerima uluran tangan Auron Li dan keluar dari kamar sambil bergandengan tangan.


Sampai di ruang makan, semua orang anggota keluarga yang kemarin belum bertemu dengan Han Yuna sudah berkumpul disana.


"Kak Li, apakah ini kakak ipar kita?" Tanya Lucia Li (Lulu), adik sepupu Auron Li.


"Iya. Dia kakak ipar kalian, namanya Yuna." Ucap Auron Li datar dan sengaja tidak memberitahu nama marga Han Yuna saat ini.


"Selamat pagi." Ucap Han Yuna dengan ramah.


Semua tersenyum menyambut kakak ipar mereka, termasuk adik sepupu laki-laki Auron Li yang menatap Han Yuna dengan penuh muslihat.


"Wanita ini pasti hanya mainan bagi kak Li, aku tahu bagaimana kak Li yang tidak pernah menyentuh wanita. Sepertinya aku juga bisa untuk...."


Li Huan, adik sepupu laki-laki Auron Li terpaku saat melihat tanda merah pada leher Han Yuna, dan tangannya mengepal seketika.


"S*al! Ternyata wanita ini mempunyai tempat khusus di hati kak Li, sampai kak Li sengaja memberi tanda merah itu pada lehernya. Jika begini, aku juga tidak berani untuk menyentuhnya, malah harus melindungi wanita ini."


Melihat raut wajah Li Huan yang berubah, Auron Li yakin jika Li Huan sudah melihat hasil karya di leher istri kecilnya itu. Dan Auron Li tertawa puas dalam hati.


Selama ini Auron Li malas berurusan dengan wanita, karena Li Huan akan selalu mencari cara untuk menggoda wanita yang bersama dengannya, dan Auron Li tentu sangat malas berurusan dengan hal seperti itu.


Di tambah lagi dia sangat tidak suka pada wanita yang mendekatinya hanya untuk menaikan posisi mereka di dunia sosialita.


"Hai kakak ipar, aku Amora Li, kakak ipar bisa memanggilku Amora, seperti biasa kakak Li memanggilku." Ucap Amora, adik kandung Auron Li.


"Senang bertemu dengan mu, kau sangat cantik seperti namamu."


"Terima kasih, kakak ipar juga cantik."


Han Yuna tersenyum. Dia lalu melihat seorang wanita yang berdiri di belakang Amora Li.


"Maaf, kalau nona itu siapa?" Ucap Han Yuna seraya menatap ke arah seorang wanita.


"Oh iya, aku lupa. Dia ini anak dari adik ipar bibi Li Ran. Namanya Gracia Xu." Ucap Amora Li.


"Halo, salam kenal." Ucap Gracia Xu.


Han Yuna mengangguk seraya tersenyum pada wanita bernama Gracia Xu itu, begitu juga dengan Gracia Xu.


"Ayo duduk dan makan, kau akan semakin kelelahan jika terus berdiri." Ucap Auron Li dengan lembut pada Han Yuna.