
Beberapa bulan kemudian kehamilan Yuna semakin terlihat, perutnya yang semula rata sudah semakin mengembung. Dan badan Yuna pun terlihat semakin berisi, seperti pipinya yang semakin terlihat gemuk.
"Auron." Ucap Yuna.
"Iya sayang."
"Aku harus memakai apa? Semua pakaian ku sudah tidak muat."
Yuna sedang melihat pakaiannya di atas ranjang yang dia bawa dari ruang ganti.
Auron Li menghentikan pekerjaannya lalu berjalan mendekati Yuna yang tengah bingung, dan memeluknya dari belakang.
"Hmm, sepertinya kita harus mencari pakaian khusus ibu hamil. Agar kau lebih merasa nyaman." Ucap Auron Li sambil mengusap lembut perut Yuna yang sudah membesar itu.
Yuna mengangguk, "Iya, tapi aku merasa sayang dengan pakaian-pakaian ini."
"Kau bisa memakainya lagi setelah anak kita lahir, sayang."
"....... Baiklah."
"Sekarang kau pilih pakaian yang lebih longgar, aku akan membawamu untuk membeli pakaian ibu hamil."
"Iya."
Yuna lalu mengambil salah satu pakaian yang menurutnya agak besar, dan memakainya.
Sementara Auron Li menunggu Yuna sambil menyelesaikan pekerjaannya.
"Auron, aku sudah siap." Ucap Yuna dengan dress selutut berwarna peace.
Auron Li menoleh ke arah Yuna dan tersenyum, "Kau sangat cantik."
"Aku semakin gemuk, dan kau bilang aku sangat cantik?"
Auron Li terkekeh dan meletakan laptopnya di atas meja. Dia berjalan mendekati Yuna.
"Sayang, mau seperti apa dirimu, kau adalah wanita tercantik di mataku." Ucap Auron Li sambil mengusap lembut pipi Yuna lalu mengecup bibir Yuna.
"Tapi, badan ku pasti akan semakin gemuk. Setiap hari aku selalu merasa kelaparan."
"Hahaha, itu sangat wajar sayang. Kau sedang hamil, dan itu bagus untuk kesehatan mu dan bayi kita."
"Tapi..... Di luar sana...."
"Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, hanya kau yang ada di mataku dan hatiku. Aku tidak akan melihat wanita lain."
"Sungguh?"
"Iya sayang, jika kau masih memikirkannya aku akan meminta Lei datang dan membelikan semua pakaian ibu hamil untuk mu. Agar aku tidak perlu keluar dan tetap bersama mu disini."
"Tidak, aku tidak mau. Aku juga merasa bosan terus di dalam mansion. Aku ingin keluar untuk berjalan-jalan."
"Baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang."
Yuna mengangguk, sepasang suami istri itu lalu keluar dari mansion untuk membeli pakaian ibu hamil.
Sudah hampir satu minggu Auron Li mulai kembali bekerja di mansion, karena Yuna tidak mau jika Auron Li keluar. Sama seperti saat bulan-bulan awal kehamilannya.
Terlebih sekarang tubuh Yuna mulai terlihat agak gemuk karena kehamilannya, jadi dia merasa sedikit takut saat Auron Li keluar dari mansion.
"Aku takut kau akan di culik oleh wanita yang nakal di luar sana, dan dia akan membawa mu kerumahnya."
Itulah yang Yuna katakan pada Auron Li, saat Auron Li bertanya alasan Yuna tidak membolehkannya keluar.
Dan tentu saja itu hanyalah pemikiran seorang ibu hamil muda, di tambah usia Yuna yang jauh lebih muda dari Auron Li.
Sekarang mereka telah berada di sebuah mall yang cukup besar, Yuna melihat berbagai toko berjejer di dalam mall itu.
"Ayo sayang, kita kesana." Ucap Auron Li sambil menunjuk toko khusus ibu hamil.
Yuna mengangguk "Iya."
Mereka pun berjalan menuju toko itu dan masuk ke dalamnya.
"Selamat siang tuan, nyonya. Ada yang bisa kami bantu untuk kalian?" Ucap pelayan toko itu.
"Tolong carikan pakaian untuk istriku."
"Baik tuan."
Pelayan itu menatap Yuna dan mengangguk. Setelah itu dia pergi untuk mengambil pakaian yang sesuai dengan Yuna.
"Auron Li, gaun itu terlihat indah." Ucap Yuna saat melihat sebuah gaun pengantin di salah satu toko.
Auron Li melihat ke arah butik khusus gaun pengantin yang di lihat Yuna, "Iya."
"Auron, bagaimana kalau kita mengadakan pesta pernikahan besok. Aku ingin memakai gaun pengantin yang indah."
"Sayang, kau sedang hamil. Aku memang menjanjikan pesta pernikahan kita yang tertunda padamu, tetapi kondisi mu saat ini.... Aku khawatir kau akan kelelahan." Ucap Auron Li dengan lembut.
"Tidak, aku tidak akan kelelahan. Auron...."
Yuna menatap Auron Li sambil menunjukan wajah yang menggemaskannya.
Auron Li menekan pangkal hidungnya saat melihat istri kecilnya seperti itu di depannya.
"Tuan, nyonya. Ini pakaian yang saya pilihkan, dan sesuai ukuran tubuh dengan nyonya saat ini." Ucap pelayan toko yang datang dengan beberapa pakaian di tangannya.
"Kau lihat dan cobalah dulu pakaian itu." Ucap Auron Li pada Yuna.
"Aku akan melakukannya, tapi kau harus berjanji lebih dulu padaku."
Auron Li mengusap pipi Yuna dengan lembut, "Baik, aku akan menyiapkan semuanya. Sekarang kau bisa mencoba pakaian-pakaian itu."
Yuna tersenyum bahagia mendengar apa yang Auron Li katakan.
Beberapa wanita yang ada di dalam toko itu terlihat iri, saat melihat begitu lembut sikap Auron Li terhadap Yuna.
Yuna mengambil beberapa pakaian dari pelayan toko itu untuk di coba.
"Tolong ambilkan juga pakaian yang lebih longgar untuk istriku, aku tidak mau dia merengek lagi saat pakaian yang saat ini dia coba sudah kekecilan." Ucap Auron Li pada pelayan toko itu.
"Baik tuan."
Auron Li mengangguk.
Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya Yuna kembali dengan pakaian yang telah dia coba.
"Kau sudah selesai sayang?" Ucap Auron Li pada Yuna.
Yuna mengangguk "Apa semuanya bagus?"
"Aku ingin 6 baju yang ini, dengan warna yang berbeda. Yang lain aku tidak mau."
Yuna memberikan pakaian itu pada Auron Li.
"Kenapa, apa yang lainnya tidak bagus?" Tanya Auron Li sambil mengangkat pakaian yang Yuna tidak mau.
"Bukan, aku tidak menyukai modelnya. Itu membuat ku seperti ibu-ibu yang sudah tua."
Auron Li seketika tertawa mendengar alasan yang Yuna katakan.
"Baiklah, aku akan meminta pelayan toko untuk mengambilkannya untuk mu."
Yuna hanya mengangguk.
Pelayan toko kembali dengan pakaian yang ukurannya lebih besar dari pakaian yang telah di coba oleh Yuna.
"Tuan, ini pakaian yang anda inginkan." Ucap pelayan toko itu.
"Iya, istri ku ingin ke enam pakaian ini. Dan jika masih ada, tolong ambilkan model pakaian ini dengan warna yang berbeda."
"Baik tuan."
Yuna melihat pakaian yang ada di tangan Auron Li, dari pelayan toko tadi.
"Auron, apa itu?" Ucap Yuna.
"Ini pakaian mu, kau bisa memakainya saat perut mu sudah lebih besar lagi nanti."
"Kau membelinya untuk ku?"
"Iya sayang, aku tidak mau kau kebingungan seperti tadi saat anak kita semakin besar di dalam perut mu."
Yuna tersenyum, "Terima kasih."
"Kau lihatlah dulu, dan pilih mana yang kau mau."
"Iya."
Yuna lalu melihat memilih pakaian mana yang dia sukai.
"Auron, boleh aku mengambil yang 3 ini?" Ucap Yuna sambil menunjukan 3 pakaian yang dia pilih.
"Tentu saja, aku akan meminta pelayan itu mengambilkan warna yang lainnya juga."
Yuna mengangguk dan tersenyum, "Iya, terima kasih."
Auron Li tersenyum dan mengusap kepala Yuna dengan lembut.
Setelah membeli beberapa potong pakaian ibu hamil, Auron Li membawa Yuna keluar dari toko itu.