
Semua orang tertegun mendengar ucapan Auron Li yang begitu lembut pda Han Yuna, ini adalah kali pertama mereka mendengar suara lembut Auron Li. Mereka juga bertanya-tanya dengan perkataan lelah yang Auron Li katakan itu.
Gracia Xu yang juga melihat itu mengeratkan giginya, dia sangat tidak senang dan tidak rela jika Auron Li, laki-laki yang dia sukai selama ini bersama dengan wanita lain selain dirinya.
"Wanita ini, kak Li hanya tidak pulang ke rumah utama dua minggu, tapi dia malah membawa wanita liar yang sudah dia nikahi kesini."
Han Yuna menatap Auron Li lalu mengangguk, Auron Li manarik kursi untuk Han Yuna dan hal itu tentu membuat semua orang kembali terkejut.
"Apa kalian tidak ingin makan? Kenapa kalian masih berdiri?" Ucap Auron Li dengan dingin.
Mereka yang mendengar ucapan Auron Li yang begitu menakutkan, langsung duduk di kursi mereka masing-masing, dan memakan makanan mereka yang ada di atas meja.
Han Yuna yang melihat jika Auron Li hanya meminum kopi hitam seperti biasanya, mengambilkan sepotong roti isi dan memberikannya pada Auron Li.
"Makanlah sedikit, perutmu akan sakit kalau selalu minum kopi dengan perut kosong seperti itu." Ucap Han Yuna.
Melihat itu. Amora, Gracia Xu dan kedua adik sepupu Auron Li terkejut. Mereka sangat tahu bagaimana Auron Li yang tidak mau makan makanan dari tangan atau sumpit orang lain.
Auron Li menatap istri kecilnya yang juga tengah menatapnya.
"Suapi aku." Ucap Auron Li.
"Apa?" Ucao Amora dan kedua adik sepupu Auron Li bersama-sama.
Auron Li menatap mereka dengan tajam, begitu juga dengan Han Yuna yang menatap adik iparnya dengan heran.
"Makan dengan baik, dan tidak perlu berbicara." Ucap Auron Li dengan nada tegas.
Mendengar itu, mereka menunduk dan memakan sarapan mereka kembali dalam damai.
"Ke.... Kenapa dengan mereka?" Tanya Han Yuna pada Auron Li.
"Tidak apa-apa, cepat suapi aku."
"Kau mempunyai tangan, kau bisa makan sendiri. Lagi pula aku juga harus memakan sarapanku."
"Kalau begitu aku akan menyuapi mu nanti."
"Aku bukan anak kecil yang harus di suapi. Jika kau tidak mau, maka tidak perlu makan."
Han Yuna tidak mau lagi berdebat dengan Auron Li, dia memilih kembali menikmati sarapannya.
Melihat itu, Amora sangat kagum pada kakak iparnya yang berani membantah, dan menolak keinginan kakaknya itu.
Auron Li menatap Han Yuna yang kembali memakan sarapannya, dia lalu berdiri dan berjalan meninggalkan ruang makan menuju ruang kerjanya.
Semua orang bernafas lega setelah Auron Li pergi dan menatap Han Yuna dengan heran.
"A.... Ada apa?" Tanya Han Yuna yang ketakutan karena di tatap oleh ketiga adik iparnya itu.
"Kakak, kau sangat keren! Kau hebat sekali bisa menolak dan membantah ucapan kakak ku." Ucap Amora sambil memeluk Han Yuna karena senang.
"A... Aku hanya mengatakan apa yang seharusnya, dia... memang sudah terlalu dewasa untuk di suapi."
"Kita tidak peduli apa alasan kakak, yang kita tahu kakak sangat hebat." Ucap Lulu yang juga ikut senang.
"Benar, selama ini belum ada orang yang berani membantah kak Li, seperti yang kakak lakukan baru saja. Kakak sangat hebat." Ucap Li Huan ikut membenarkan.
Jedeer!
Han Yuna mematung mendengar semua ucapan dari ketiga adik iparnya.
"A... Auron tidak pernah.... di bantah oleh orang lain. Tapi aku sudah....."
"Kak, kakak ipar. Kakak baik-baik saja bukan?" Ucap Amora sambil menggoyang-goyangkan tubuh Han Yuna yang mematung.
"Ah, I... Iya aku baik-baik saja. Kalian makanlah sarapan kalian, aku akan membawakan makanan ini pada kakak kalian." Ucap Han Yuna.
Han Yuna lalu pergi ke ruang kerja Auron Li sambil membawa piring berisi roti isi yang di ambilnya tadi untuk Auron Li.
Gracia Xu mengeratkan giginya melihat Han Yuna begitu berani pada Auron Li.
"Lihat saja kau wanita liar, aku akan membuatmu berpisah dengan kak Auron Li ku."
Bibi Li Ran yang baru datang dari dapur, melihat Han Yuna pergi sambil membawa piring merasa heran.
"Kenapa kakak ipar kalian pergi sambil membawa piring?" Tanya bibi Li Ran pada kedua anaknya.
"Oh, tadi kakak ipar habis melakukan hal yang keren pada kak Li, dan sekarang dia pergi ke ruang kerja untuk memberikan sarapan untuk kak Li." Ucap Amora.
"Baguslah, akhirnya ada wanita yang bisa membuat kakak kalian berubah. Dan aku harap mereka selalu bahagia, sehingga tidak akan ada orang yang selalu bermimpi bisa bersama dengan kakak kalian dan mencoba untuk memisahkan mereka." Bibi Li Ran melirik ke arah Gracia Xu pada kalimat terakhir yang dia ucapkan.
Ya, walaupun Gracia Xu adalah keponakan dari suaminya. Bibi Li Ran tidak menyukainya, karena wanita itu terlalu agresif dan selalu mencoba menghasut kedua anaknya, dan juga Amora agar mereka membantunya supaya Auron Li mau berkencan dengannya.