CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 35



"Auron lihatlah, beberapa bunga mawar ini sudah mulai berbunga." Ucap Han Yuna saat mereka berada di taman belakang mansion.


Auron Li yang tengah menatap layar ponselnya seketika menoleh, dan melihat bunga yang di katakan oleh istrinya.


"Dia terlihat cantik, tetapi orang yang merawatnya jauh lebih cantik." Ucap Auron Li.


Han Yuna hanya tersenyum mendengar itu, karena dalam sehari ini dia sudah mendengar lebih dari 10 kata manis yang Auron Li ucapkan padanya.


Auron Li berdiri dan berjalan mendekati Han Yuna.


"Apa ini mawar putih?" Tanya Auron Li sambil menatap mawar yang ada di depannya.


"Benar, dan yang itu sepertinya mawar berwarna pink."


Auron Li melihat mawar yang di tunjuk oleh Han Yuna.


"Sepertinya kau sangat menyukai mawar-mawar ini, sayang."


"Tentu, mereka semua sangat cantik. Apalagi jika semuanya berbunga bersamaan."


Auron Li senang melihat Han Yuna yang selalu tersenyum seperti saat ini.


"Aku mengira akan sulit membuatmu bahagia, karena usia kita yang terpaut cukup jauh. Tetapi ternyata, hanya menemani mu melihat bunga mawar yang telah kau tanam itu berbunga, aku bisa melihat senyum manis mu yang membuatmu semakin terlihat cantik."


Kepala pelayan datang dengan seorang pelayan dia belakangnya.


Pelayan itu meletakan dua cangkir teh dan beberapa kue kering di atas meja.


"Tuan dan nyonya muda, ini adalah teh baru yang di kirim oleh nyonya Li Ran dari rumah utama." Ucap kepala pelayan pada Auron Li dan Han Yuna.


"Dari bibi Li Ran?" Tanya Han Yuna.


"Benar, nyonya muda."


"Sepertinya bibi Li Ran tahu jika kau menyukai teh itu, karenanya dia mengirimkan teh baru untuk mu." Ucap Auron Li pada Han Yuna.


"Aku tidak pernah mengatakan jika aku menyukai teh itu, tetapi mungkin bibi Li Ran melihat aku suka meminum teh itu saat kita di rumah utama, jadi dia berpikir jika aku menyukainya."


"Tidak apa-apa, lagi pula teh itu adalah teh paling enak di rumah utama."


Han Yuna hanya mengangguk.


Kepala pelayan itu pergi meninggalkan taman belakang, meninggalkan Auron Li dan Han Yuna disana.


"Sayang." Ucap Auron Li.


"Iya, ada apa?"


"1 minggu lagi adalah ulang tahun perusahaan, kau mau mendampingiku di pesta?"


Han Yuna terdiam, dia ingat beberapa hari yang lalu saat berada di pesta keluarga Hong. Dan dia juga masih ingat bagaimana putri dari keluarga Hong itu menghinanya di depan banyak orang.


Auron Li yang melihat raut wajah istrinya berubah mengusap pipinya dengan lembut.


"Jika kau tidak mau, aku tidak akan memaksa. Nanti aku akan meminta Lei untuk menggantikanku sebagai tuan rumah di pesta itu." Ucap Auron Li.


Han Yuna menatap Auron Li "Tidak, kau tidak boleh seperti itu. Itu.... Itu adalah pesta ulang tahun perusahaan mu."


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihat istriku bahagia. Lagi pula setiap tahun perusahaan juga berulang tahun, hanya tahun ini saja aku tidak ada di dalam pesta."


"Tetapi Auron...."


"Sssttttt. Dengar sayang, aku hanya ingin melihat mu bahagia. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu lagi."


Han Yuna diam, selama ini Auron Li telah melakukan banyak hal untuknya. Bahkan dia juga telah membuatnya keluar dari rasa trauma terhadap keluar Han, walaupun belum sepenuhnya.


" Sayang, kau tidak perlu memaksakan diri seperti itu."


Han Yuna menggelengkan kepalanya "Tidak, aku tidak memaksakan diriku. Selama ini kau yang selalu melakukan semuanya untuk ku, tetapi aku selalu membuatmu kesulitan dan khawatir. Aku.... Aku juga ingin melakukan sesuatu untuk mu sebagai.... Sebagai nyonya muda Li."


Auron Li tertegun mendengar semua penuturan yang Han Yuna katakan, dia langsung memeluk tubuh istri kecilnya itu.


" Terima kasih sayang, aku akan membuat semua orang tahu. Jika kau adalah nyonya Li satu-satunya, dan aku tidak akan meninggalkan mu lagi di pesta, seperti beberapa hari yang lalu." Ucap Auron Li dengan rasa bahagia.


Han Yuna mengangguk "Iya."


Auron Li melepaskan pelukan mereka lalu mencium bibir Han Yuna dan memberikan luma*t4n kecil pada bibir istri kecilnya itu.


Auron Li menatap wajah merah Han Yuna saat mereka selesai berciuman. Dan tentu itu membuat Auron Li senang, karena wajah Han Yuna yang merona seperti itu terlihat lebih cantik.


"Aku snagat mencintaimu, sayang." Ucap Auron Li sambil memeluk Han Yuna lagi.


"Aku tahu, dan aku juga mencintaimu."


Hati Auron Li ssaatbini seperti di penuhi oleh bunga mawar, dia merasa sangat bahagia mendengar ucapan cinta dari bibir istrinya itu.


"Baiklah, jika begitu kita harus pergi untuk memesan pakaian pasangan yang akan kita pakai di pesta ulang tahun perusahaan nanti." Ucap Auron Li.


"Apakah bisa memesan sekarang, bukankah sudah terlalu dekat?"


"Tentu tidak, mereka akan tetap membuatkannya walaupun kita menginginkannya dalam 2 hari."


"Itu namanya penyiksaan Auron."


"Hahaha, kau adalah wanita yang sangat baik hati sayang. Aku sungguh beruntung bertemu dan menikah denganmu."


Han Yuna diam.


"Kenapa sayang?" Tanya Auron Li dengan bingung karena melihat Han Yuna yang tiba-tiba terdiam.


"Apa.... Apa kau tidak ingat, jika.... Jika aku dan kamu telah menandatangani surat kontrak pernikahan sebelum.... Kita menikah?"


Auron Li tentu saja ingat akan hal itu, tetapi dia tentu telah melakukan sesuatu pada kontrak pernikahan itu.


"Han Yuna." Ucap Auron Li dengan lembut.


Han Yuna menatap Auron Li.


"Kau pasti tidak tahu, jika aku telah membakar kontrak pernikahan itu. Tepat setelah satu hari kita menikah, karena aku tahu jika aku hanya akan menikahi satu orang wanita saja. Yaitu kau, nyonya muda Li."


Kedua mata Han Yuna terbuka lebar mendengar perkataan Auron Li.


"Kau... Kau sungguh...."


Cup


"Aku mengatakan yang sesungguhnya sayang, aku tidak akan pernah melakukan semuanya jika aku hanya melakukan pernikahan kontrak dengan mu. Aku... Aku sangat mencintaimu, dan kau adalah satu-satunya wanita yang telah membuat ku jatuh cinta."


Han Yuna sangat terharu mendengar semua pengakuan yang Auron Li katakan padanya.


Dan dengan rasa bahagia, Han Yuna memeluk Auron Li. Menenggelamkan wajahnya pada da*da bidang suaminya yang telah memberikan kasih sayang dan rasa aman pada dirinya.


"Terima kasih, terima kasih karena kau sudah menjadi suami ku." Ucap Han Yuna.


Auron Li tersenyum lalu membalas pelukan Han Yuna.


"Akulah yang seharusnya berterima kasih padamu, kau adalah malaikat kecil yang Tuhan berikan padaku untuk menerangi dan menemani kehidupan ku. Aku sangat bahagia bisa bersamamu sayang."


Auron Li mengecup kening Han Yuna lalu memper-erat pelukannya.