CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
Part #60



Dua hari kemudian pesta pernikahan Auron Li dan Yuna di lakukan, Yuna memakai gaun yang sangat cantik dengan mahkota yang menghiasi kepalanya, sementara Auron Li memakai setelan tuxedo terbaru dari seorang desainer langganannya.


Meskipun mereka telah lama menikah, dan sebagian orang telah mengetahui itu. Auron Li membiarkan Yuna mengenakan gaun pengantin yang telah dia pilih, karena Auron Li ingin melihat istri kecilnya yang sedang hamil itu bahagia.


Wajah cantik dan senyuman yang begitu manis, membuat Auron Li tidak ingin orang lain melihat Yuna yang saat ini berdiri di sampingnya.


"Sayang, kau sungguh terlihat sangat cantik malam ini." Ucap Auron Li sambil mengusap lembut pipi Yuna.


"Kau juga terlihat sangat tampan memakai jas ini."


Auron Li mengangguk lalu mencium kening Yuna, seolah tidak peduli dengan orang-orang yang tengah menatap mereka.


"Tuan muda dan nyonya muda Li, selamat atas pernikahan kalian dan kehamilan nyonya muda Li." Ucap salah seorang rekan bisnis Auron Li sambil mengulurkan tangannya pda Auron Li.


"Terima kasih."


"Saya sempat tidak percaya, saat pertama kali saya mengetahui jika anda telah menikah dengan wanita yang anda cintai. Namum sekarang saya melihatnya sendiri, jika nyonya muda sedang mengandung, dan pasti sudah beberapa bulan. Ini benar-benar kabar bahagia yang mengejutkan."


"Kami memang sengaja menyembunyikan pernikahan ini di awal bulan, namun saya berpikir untuk tidak terlalu lama merahasiakannya. Karena saya tahu, jika istri saya pasti akan mengandung anak kami."


"Iya, anda benar."


Rekan kerja Auron Li terlihat senang melihat Auron Li telah menikah, dan sebentar lagi mereka akan memiliki anak.


Seiring berjalanannya pesta, banyak tamu undangan yang memberikan selamat pada Auron Li dan Yuna. Dan tidak sedikit dari mereka turut berbagia melihat perut Yuna yang sudah terlihat besar di balik gaun yang indah itu.


"Auron." Ucap Yuna.


"Iya sayang, apa kau sudah lelah?"


Yuna mengangguk pelan.


"Baiklah, kita pergi kesana. Aku akan meminta Amora dan Lulu untuk menemani mu." Ucap Auron Li.


"Iya."


Auron Li lalu membawa Yuna dengan hati-hati, berjalan menuju salah satu kursi yang berada di sudut ruangan.


Para tamu undangan yang melihat itu merasa jika Auron Li adalah suami dan calon ayah yang sangat baik, sangat berbanding terbalik saat berurusan dengan dunia bisnisnya.


"Kau duduklah dulu disini, aku akan memanggil Amora dan Lulu yang berdiri di sana." Ucap Auron Li setelah membantu Yuna duduk.


"Iya, terima kasih."


Auron Li mengangguk, lalu berjalan pergi untuk memanggil adiknya dan Lulu.


Tak berselang lama Auron Li kembali dengan Amora dan Lulu di belakangnya.


"Kakak ipar, kau sungguh terlihat sangat cantik malam ini." Ucap Lulu yang menatap dengan takjub akan kecantikan Yuna.


"Berhenti melihatnya seperti itu." Ucap Auron Li.


"Kak, aku ini wanita dan adik iparnya. Apa kakak juga cemburu padaku, karena melihat kakak ipar yang cantik ini?"


Auron Li tidak menjawab, karena apa yang Lulu katakan benar. Sebab bukan hanya laki-laki saja, Auron Li juga tidak ingin wanita yang ada di dalam ruang pesta itu menatap Yuna dengan tatapan yang sama seperti Lulu menatapnya.


Lulu yang mengetahui diamnya Auron Li hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Amora duduk di samping Yuna, "Apa kakak ipar ingin makan sesuatu?"


"Tidak, sebelum pergi kesini aku sudah makan."


"Baiklah, jika kakak ingin makan sesuatu kakak bisa berkata padaku atau Lulu. Agar kami mengambilkannya untuk kakak."


"Iya, terima kasih."


Auron Li menatap Yuna, "Sayang, aku akan menemui beberapa tamu yang lain. Kau tidak apa-apa jika aku tinggal dengan Amora dan Lulu?"


Yuna mengangguk, "Iya, kau pergilah menyapa tamu yang lain. Dan maaf karena aku tidak bisa menemani mu."


Auron Li tiba-tiba berjongkok di depan Yuna, dan tindakannya itu sontak membuat para tamu yang melihat menjadi terkejut.


"Sayang, saat ini kau sedang hamil dan pasti sangat cepat merasa lelah. Aku tidak apa-apa, kau jangan memikirkannya." Ucap Auron Li seraya mengusap pipi Yuna.


"Kau juga istri yang terbaik."


Ucapan dan tindakan Auron Li membuat para undangan yang melihat menjadi terharu akan kelembutan Auron Li terhadap istrinya.


Setelah mencium tangan Yuna, Auron Li berdiri dan berjalan pergi untuk menemui tamu undangan.


Yuna melihat Auron Li pergi dengan tatapan sendunya, "Aku berharap kita akan terus merasa bahagia seperti ini."


Bibi Li Ran yang berdiri tidak jauh dari tempat Yuna duduk, merasa sangat sedih melihat Yuna seperti itu.


"Semoga saja kalian bisa terus bersama sampai kalian tua nanti."


Meskipun saat ini tubuh Auron Li terlihat begitu sehat dan bisa berlari dengan cepat, tetapi tidak ada yang bisa menduga apa yang akan terjadi padanya nanti.


Pesta pernikahan yang seharusnya menjadi pesta yang membahagiakan bagi Yuna, justru membuatnya merasa sedih, dan tidak menginginkannya lagi. Semua karena dia telah mengetahui kondisi tubuh Auron Li yang saat ini.


"Kakak ipar, ada apa? Kenapa kakak terlihat sedih?" Ucap Amora yang melihat Yuna melamun dan seperti sedang menahan air matanya.


Yuna menggeleng, "Aku tidak apa-apa."


"Lalu kenapa kakak ipar terlihat sedih?"


"Aku hanya merasa bahagia, karena bisa mengadakan pesta pernikahan ini. Walaupun hari pernikahan ku dan Auron sudah lama."


Amora menggenggam tangan Yuna, "Kakak, ini merupakan hal sangat penting dan membahagiakan. Tentu saja kakak Li akan melakukan semuanya untuk kakak ipar."


Yuna mengangguk, "Tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk dia, bahkan menjaganya agar tetap sehat pun tidak mampu."


"Apa yang di katakan Amora benar, kakak ipar. Kakak Li sangat mencintai kakak ipar, dan pasti akan melakukan apapun demi kakak ipar." Ucap Lulu.


Yuna hanya bisa mengangguk, dan menyeka air matanya yang sudah jatuh.


Amora dan Lulu yang melihat itu mengusap punggung Yuna untuk menenangkan kakak iparnya itu.


Hari semakin larut, dan orang-orang pun mulai pergi dari pesta pernikahan Auron Li dan juga Yuna. Setelah mengantar beberapa tamu undangan, Auron Li berjalan mendekati Yuna yang masih duduk bersama dengan Amora dan Lulu.


"Sayang." Ucap Auron Li saat berada di depan Yuna.


Yuna menoleh dan melihat Auron Li sudah di depannya, "Apakah para tamu undangan sudah mulai pulang?"


"Iya sayang, kau sudah makan sesuatu?"


Yuna menggelengkan kepalanya, "Belum, aku tidak merasa lapar."


Auron Li yang mendengar itu segera berjongkok di depan Yuna.


"Ada apa sayang? Kau belum makan apa-apa setelah sampai disini." Ucap Auron Li dengan pelan.


"Entahlah, aku tidak merasa lapar sama sekali. Mungkin karena banyak orang yang aku temui hari ini."


Auron Li tersenyum dan mengusap kepala Yuna, "Kalau begitu kita pulang sekarang, aku akan meminta koki di mansion untuk membuatkan makanan untukmu."


Yuna hanya mengangguk menanggapi Auron Li, sementara Lulu dan Amora hanya melihat kedekatan kakak dan kakak iparnya yang sedang berbicara itu.


"Amora, Lulu. Apa kalian ingin menginap di mansion?" Ucap Auron Li.


"Tidak kak, besok aku ada rapat pagi. Jika aku menginap di mansion kakak, maka aku bisa terlambat pergu ke perusahaan." Ucap Amora.


"Baiklah kalau begitu."


Auron Li membantu Yuna berdiri dan dengan pelan membawa Yuna keluar dari ruang pesta itu.


"Kakak dan kakak ipar semakin hari semakin mesra saja." Ucap Lulu yang melihat sepasang suami istri itu pergi.


"Tentu saja, sebentar lagi mereka akan memiliki anak, jadi mereka semakin dekat dan saling memahami satu sama lain." Ucap Amora.


Lulu mengangguk dan tersenyum melihat itu.


Kedua wanita single sama-sama melihat keromantisan sepasang suami istri yang mengadakan pesta pernikahan malam itu dengan senyum mengembang dan rasa bahagia.